Pengertian Angin, Jenis, Dampak, Faktor, Proses, Sifat dan Macam


Materi Angin Jenis Dampak Faktor Proses Sifat Macam

Pengertian Angin, Jenis, Dampak, Faktor, Proses, Sifat dan Macam. Pembahasan materi Angin meliputi jenis-jenis, faktor angin, sifat dan juga macam-macam angin. Bagi siswa/siswi yang membahas materi tentang angin ini memang menyenangkan sebab sobat akan mengenal mengenai tipe-tipe angin seperti angin laut. darat, gunung, lembah, fohn, muson, musim barat, musim timur lengkap dengan penjelasanya.

Untuk memperjelas mengenai bagaimana proses terjadinya angin sobat bagusnya menyiapkan buku catatan supaya tidak mudah lupa. Penjelasan prosen angin ini meliputi Gradian barometris, letak tempat, tinggi tempat dan juga wakktu. Untuk penjasanya bisa sobat pelajar baca di artikel ini. Perlu diketahui jika angin juga memberikan dampak positif maupun negatif saat terjadinya Angin Muson Timur dan Angin Muson Barat.

Pada dasarnya ketika Angin di panaskan akan memuai, dan ketika udara yang telah memuai menjadi lebih ringan sehingga naik. Apabila hal ini terjadi, tekanan udara turun kerena udaranya berkurang. Angin sering di manfaatkan oleh nelayang untuk mencari ikan di laut dan membaca pulang saat pagi. Pada suatu wilayah maupun daerah yang menerima energi panas matahari lebih besar akan mempunyai suhu udara yang lebih panas dan tekanan udara yang cenderung lebih rendah.

Di artikel ini sobat pelajar juga akan mengetahui macam-macam alat yang digunakan untuk mengukur angin lengkap dengan penjelasanya. Pada kesempatan sebelum ini laman pendidikan rumuspelajaran.com membuat artikel mengenai manfaat jurnal lengkap dengan prinsip dan jenisnya dan perbedaan ekonomi makro dan makro lengkap dengan ciri, tujuan dan juga ruang lingkupnya.

Pengertian Angin

Definisi Angin adalah aliran udara dalam jumlah yang besar diakibatkan oleh rotasi bumi dan juga karena adanya perbedaan tekanan udara di sekitarnya. Angin bergerak dari tempat bertekanan udara tinggi ke bertekanan udara rendah.

Angin apabila dipanaskan, udara memuai. Udara yang telah memuai menjadi lebih ringan sehingga naik. Apabila hal ini terjadi, tekanan udara turun kerena udaranya berkurang.

Udara dingin di sekitarnya mengalir ke tempat yang bertekanan rendah tadi. Udara menyusut menjadi lebih berat dan turun ke tanah. Di atas tanah udara menjadi panas lagi dan naik kembali. Aliran naiknya udara panas dan turunnya udara dingin ini dinamanakan konveksi.

Jenis Angin

Berikut ini ada beberapa jenis Angin yang akan kita pelajari diantaranya adalah:

Angin Pasat

Angin pasat adalah angin yang berembus terus-menerus dari daerah maksimum subtropik ke daerah minimum khatulistiwa. Akibat adanya rotasi bumi maka di belahan utara terjadi angin pasat timur laut dan di belahan selatan terjadi angin pasat tenggara.

Angin Antipasat

Angin antipasat adalah kembalinya angin pasat. Udara yang naik ke daerah khatulistiwa, setelah sampai di atas kemudian mengalir ke arah kutub dan turun di daerah subtropik.

Angin Barat

Angin barat, yaitu angin antipasat yang menuju ke kutub dan membelok LS/LU. Angin ini arahnya dari barat ke timur sampai daerah 40o LS, angin ini disebut The sehingga disebut angin barat. Di daerah 40o Roaring Fortiessebab di atas lautan daerah ini terdengar suara gemuruh.

Angin Fohn

Angin fohn terjadi karena udara yang mengandung uap air membentur pegunungan atau gunung yang tinggi sehingga naik. Semakin ke atas, suhu semakin dingin dan terjadilah kondensasi yang selanjutnya terbentuk titik-titik air.

Titik-titik air itu kemudian jatuh sebagai hujan sebelum mencapai puncak pada lereng pertama. Angin ini terus bergerak menuju puncak, kemudian menuruni lereng berikutnya sampai ke lembah. Karena sudah menjatuhkan hujan maka angin yang menuruni lereng ini bersifat kering.

Akibat cepatnya gerakan menuruni lereng, angin menjadi panas sehingga angin fohn memiliki sifat menurun, kering, dan panas. Sifat angin fohn tersebut tidak menguntungkan bagi pertanian karena dapat melayukan tanaman.

Contoh angin fohn di Indonesia antara lain angin Bohorok di Deli, angin Kumbang di Cirebon, angin Gending di Pasuruan, angin Brubu di Ujungpandang, dan angin Wambrau di Biak.

Angin Darat dan Angin Laut

Adanya angin darat dan angin laut disebabkan oleh perbedaan sifat antara daratan dan lautan dalam menahan panas. Daratan lebih cepat menerima panas, tetapi lebih cepat pula dingin. Sebaliknya, lautan lebih lama menerima panas, tetapi lebih lama pula melepas panas.

Angin darat bertiup dari darat ke laut pada malam hari. Angin ini digunakan oleh para nelayan untuk turun ke laut mencari ikan pada malam hari, sedangkan angin laut bertiup pada siang hari dari laut ke darat. Angin ini dipergunakan oleh nelayan untuk kembali ke pantai setelah menangkap ikan. Untuk nelayan yang menggunakan perahu bermotor, tidak bergantung angin darat dan angin laut.

Angin Gunung dan Angin Lembah

Angin gunung bertiup dari lereng ke lembah pada malam hari, sedangkan angin lembah bertiup dari lembah ke gunung pada siang hari.

Angin Monsun

Angin monsun adalah angin yang arahnya selalu berganti setiap setengah tahun sekali tergantung pada letak matahari. Indonesia LU dan 23o LS mengenal adanya angin monsun karena terletak antara 23o serta terletak di antara Benua Asia dan Benua Australia.

Kedua benua tersebut terletak di belahan bumi yang berbeda. Dengan demikian, terjadi angin monsun yang melalui Indonesia, yaitu monsun barat dan monsun timur.

1. Angin Monsun Barat

Antara bulan Oktober dan April, matahari beredar di belahan bumi selatan, akibatnya, Australia bertekanan rendah dan Asia bertekanan tinggi. Oleh karena itu, angin yang bertiup dari Asia ke Australia disebut angin monsun barat. Karena angin ini banyak mengandung uap air maka di Indonesia terjadi musim penghujan.

Dampak positif angin muson timur

  • Pendapatan para petani garam akan mengalami kenaikan dan kualitas garam yang dihasilkan pun meningkat.
  • Kunjungan wisatawan mancanegara ke daerah wisata khususnya pantai yang memiliki pemandangan yang indah serta gelombang laut atau ombak yang indah akan meningkat.
  • Aktivitas atau kegiatan sebagian besar orang yang dilakukan di area terbuka menjadi lebih mudah.
  • Para petani yang baru saja selesai panen akan lebih cepat mendapatkan padinya kering karena membutuhkan waktu yang sedikit dalam proses penjemurannya.
  • Lalu lintas perjalanan di udara akan lebih lancar dan nyaman dibanding ketika musim penghujan.
  • Aktifitas nelayan untuk menangkap ikan menjadi lancar karena cuaca yang cerah.

Dampak negatif angin muson timur

  • Terjadi bencana kekeringan yang melanda di sebagian besar wilayah Indonesia, sedikitnya pasokan air.
  • Suhu udara yang sangat tinggi, kelembaban udara rendah dan pergantian cuaca secara fluktuatif, sering mengakibatkan lemahnya kondisi tubuh manusia dari serangan berbagai penyakit karena pancaroba, seperti seperti biang keringat, jerawat dll.
  • Mengakibatkan ion tubuh cepat berkurang, sehingga tubuh akan cepat mengalami kelelahan.
  • Kesulitan untuk mendapatkan air bersih, karena persediaan air bersih ketika musim penghujan sebelumnya yang semestinya dapat dimanfaatkan ketika musim kemarau tiba sebagian besar tercemar oleh tumpukan sampah-sampah (umumnya terjadi di kota-kota besar yang kumuh dan padat penduduk).
  • Para petani terancam gagal panen karena kurangnya pasokan air untuk sawah mereka.
  • Banyaknya pohon yang mati dan layu akibat kurang mendapat air.
  • Polusi udara dan debu yang beterbangan di udara semakin meningkat ketika musim kemarau diakibatkan oleh asap serta gas buang dari kendaraan bermotor.jalan berdebu sehingga sering menimbulkan penyakit pernafasan seperti flu, sesak nafas dan gangguan pernafasan lainnya.
  • Tanah pertanian akan mengalami kekeringan sehingga mengganggu proses tumbuhan dan menghambat proses metabolisme tanaman pertanian.
  • Mengakibatkan perubahan pola tanam. Akibat perubahan cuaca yang tidak menentu, petani diharapkan menyesuaikan pola tanam dalam menghadapi musim tak ada hujan ini. Petani yang mengandalkan tadah hujan sulit mendapatkan air.
  • Sulit untuk mendapatkan air, baik bagi manusia itu sendiri, tumbuhan dan juga hewan. Air menjadi sebuah barang yang langka. Untuk mendapatkan air pun menjadi sebuah perjuangan berat yang harus dilakukan.
  • Berpotensi terjadi kebakaran hutan besar-besaran akibat areal hutan yang kering, dan pergesekan antara ranting-ranting pohon yang kering.

Angin Monsun Timur

Angin ini terjadi pada bulan April sampai Oktober di Australia terjadi tekanan udara tinggi dan di Asia bertekanan rendah sehingga angin bertiup dari Australia ke Asia yang disebut angin monsun timur.

Angin ini bersifat kering karena berasal dari gurun pasir di Australia sehinggadi Indonesia terjadi musim kemarau, namun setelah melewati Samudera Hindia angin menjadi basah.

Dampak positif angin muson barat

  • Ketersediaan air akan tercukupi dan tidak ada lagi masalah kekurangan air.
  • Masa tanam bagi kebun lebih panjang
  • Suplai air di daerah tangkapan air seperti waduk, embung dan danau akan lebih banyak sebagai persediaan untuk pertanian dan air minum di musim kemarau.
  • Sangat cocok digunakan untuk masa bercocok tanam karena tanaman akan menjadi tumbuh subur.
  • Cuaca di lingkungan sekitar akan lebih sejuk.
  • Dengan adanya hujan secara otomatis akan membersihkan udara yang kotor sehingga langit akan tampak lebih cerah.
  • Hutan yang mengalami kebakaran akibat musim kemarau sebelumnya, akan mulai berkurang.

Dampak negatif angin muson barat

  • Berpotensi menyebabkan tanah longsor apabilatidak ada pohon yang menahan tanah akibat aliran air ketika hujan.
  • Bagi daerah perkotaan, bahaya banjir masih terus mengancam, karena pada masa-masa seperti sekarang ini justru siklus hujan lebih sulit untuk diprediksi. Kadang hujan lebat datang secara mendadak dalam durasi yang pendek tapi berakibat rawan banjir.
  • Bagi daerah pertanian seperti persawahan yang mempunyai siklus tanam padi 3 (tiga) bulanan, maka pada akhir Mei sampai pertengahan Juni akan memasuki masa panen kedua. Apabila masih terjadi hujan maka musim panen akan banyak menghadapi masalah, seperti tanah persawahan yang masih basah bahkan ada yang masih tergenang air.
  • Penjemuran padi setelah panen, sulit dilakukan di tempat terbuka karena hujan cenderung tidak bisa diprediksi.
  • Untuk daerah persawahan yang rawan genangan air akibat luapan sungai juga terancam gagal panen, karena dengan adanya hujan lebat bisa memicu banjir dan sungai meluap menggenangi areal persawahan. Padi akan menjadi rusak sebelum dipanen.

Faktor Angin

Ada beberapa macam yang mampu mempengaruhi faktor terjadinya angin diantaranya.

Gradien barometris

Bilangan yang menunjukkan perbedaan tekanan udara dari 2 isobar yang jaraknya 111 km. Makin besar gradien barometrisnya, makin cepat tiupan angin.

Letak tempat

Kecepatan angin di dekat khatulistiwa lebih cepat dari yang jauh dari garis khatulistiwa.

Tinggi tempat

Semakin tinggi tempat, semakin kencang pula angin yang bertiup, hal ini disebabkan oleh pengaruh gaya gesekan yang menghambat laju udara. Di permukaan bumi, gunung, pohon, dan topografi yang tidak rata lainnya memberikan gaya gesekan yang besar. Semakin tinggi suatu tempat, gaya gesekan ini semakin kecil.

Waktu

Di siang hari angin bergerak lebih cepat daripada di malam hari

Sifat Angin

Inilah beberapa sifat angin yang perlu sobat ketahui yang mungkin sering akan keluar saat ulangan maupun ujian antara lain:

  1. Angin menyebabkan tekanan terhadap permukaan yang menentang arah angin tersebut.
  2. Angin mempercepat pendinginan dari benda yang panas.
  3. Kecepatan angin sangat beragam dari tempat ke tampat lain, dan dari waktu ke waktu.

Alat Mengukur Angin

Perlu sobat ketahui ternya ada beberapa macam alat untuk mengukur angin antara lain:

  1. Anemometer merupakan alat yang mengukur kecepatan angin.
  2. Wind vane merupakan alat untuk mengetahui arah angin.
  3. Windsock merupakan alat untuk mengetahui arah angin dan memperkirakan besar kecepatan angin. Yang biasanya banyaditemukan di bandara – bandara.

Pelajari Juga:

Itulah materi yang membahas mengenai arti Angin meliputi jenis, dampak, faktor, proses, sifat dan macamnya, semoga bermanfaat.