Pengertian Angiospermae, Ciri, Struktur, Manfaat, Klasifikasi dan Contohnya


Pengertian Angiospermae Definisi Ciri Struktur Manfaat Klasifikasi dan Contohnya

Pengertian Angiospermae, Ciri, Struktur, Manfaat, Klasifikasi dan Contohnya. Pembahasan materi tentang angiospermae serta ciri khas, struktur angiospermae, manfaat, klasifikasi dan juga contoh angiospermae.

Kami yakin terdamparnya sobat di blog ini karena sedang mencari referensi tentang penjelasan apa itu angiospermae. Sangat pas sekali karena hari ini tim redaksi RUMUSPELAJARAN.COM akan mencoba mengulas definisi angiospermae setelah pada artikel lainnya kami juga telah hadirkan materi tentang habitat hewan karnivora dan juga contoh hewan omnivora.

Sebelum melangkah ke pembahasan materi tentang pengertian angiospermae ini ada baiknya jika sobat siapkan terlebih dulu buku dan alat tulis guna mencatat poin-poin penting supaya nani bisa sobat baca kembali jika lupa.

Langsung saja berkut ini adalah penjelasan tentang angiospermae yang meliputi pengertian, ciri khas, struktur, manfaat, klasifikasi dan contoh angiospermae.

Pengertian Angiospermae

Angiospermae adalah tumbuhan yang mempunyai biji tertutup. Angiospermae merupakan salah satu tumbuhan berbiji (spermatophyta) selain tumbuhan berbiji terbuka (gymnospermae).

Nama Angiospermae diperkenalkan oleh Paul Hermann tahun 1690 yang diambil dari penggabungan dua kata bahasa Yunani Kuno yaitu aggeion yang berarti penyangga atau pelindung dan sperma yang merupakan bentuk jamak untuk biji.

Angiospermae dapat di bedakan menjadi dua yaitu dikotil dan monokotil. Dikotil ialah tumbuhan yang memiliki biji terbelah atau juga sering disebut tumbuhan berkeping biji dua. Sedangkan monokotil adalah tumbuhan yang memiliki biji tunggal atau berkeping satu.

Angiospermae mencangkup semua tumbuhan yang mempunyai bunga dan menghasilkan biji tertutup di dalam sebuah karpel. Karpel adalah daun yang dimodifikasi membungkus benih kemudian dapat berkembang menjadi buah.

Ciri-ciri Angiospermae

Berikut ini adalah beberapa ciri khas angiospermae:

  • Bakal biji tertutup oleh daun buah.
  • Daun pipih, tulang daun beraneka ragam.
  • Tubuhnya terdiri dari bunga, daun, batang, dan akar.
  • Akarnya berbentuk serabut/tunggang.
  • Makroskofil membentuk badan yang disebut putik dengan bakal biji didalamnya (tidak tampak).
  • Makrosporofil dan mikrosporofil (benangsari) terpisah atau terkumpul dalam satu bunga.
  • Terjadi pembuahan ganda.
  • Alat reproduksi disebut bunga.
  • Daun umumnya lebar, tunggal atau majemuk.
  • Reproduksi secara generatif dan vegetatif.
  • Bunga mempunyai kelopak, mahkota, benang sari dan putik.
  • Batangnya ada yang mempunyai kambium dan ada juga yang tidak berkambium.
  • Mempunyai pembuluh xilem yang diperkuat oleh serat dengan dinding sel yang tebal dan berlignin.
  • Bentuk tulang daun bervariasi, bisa lurus, menjari, atau menyirip.
  • Daun buah berdaging tebal.
  • Biji terlindungi oleh bakal buah.
  • Bentuk dan ukuran tubuh yang bermacam-macam.
  • Selisih waktu yang relatif pendek antara penyerbukan dan pembuahan.
  • Batang bercabang/tidak bercabang.
  • Terdapat bunga, tersusun dari sporofil dan bagian-bagiannya.
  • Habitat berupa pohon, herba, perdu, atau semak.
  • Berkas pembuluh pengangkutan ada yang kolateral terbuka, terdapat juga yang tertutup, ada yang bikolateral.
  • Xylem terdiri dari trakeida dan trakea.
  • Floem dengan sel-sel pengiring.

Struktur Tumbuhan Angiospermae

Organ vegetatif dalam angiospermae terdiri dari akar, batang dan daun. Akar, batang dan daun terdapat 3 jaringan yang sama, yakni jaringan kulit, jaringan pembuluh darah dan jaringan tanah. Sedangkan letak dari jaringan kulit berada di bagian luar tubuh tumbuhan.

Pada tumbuhan primer jaringan kulit terdiri dari jaringan epidermis, pada tanaman sekunder jaringan peridermis, pada tanaman xilem dan floem. Fungsi xylem adalah untuk mengangkut garam air dan mineral dari akar ke daun melalui batang. Sedangkan fungsi floem adalah untuk mengangkut fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tanaman.

Struktur anatomi akar angiosperma pada umumnya terdiri dari jaringan epidermal, jaringan basal dalam bentuk korteks, endoderm dan sumsum, serta pengangkutan sinar (xilem dan floem).

Balok transportasi pada akar terdiri dari xilem dan floem, yang tersusun secara bergantian dan bersebelahan. Kemudian struktur anatomi akar pada tanaman monokotil dan dikotil bervariasi.

Struktur anatomi batang umumnya terdiri dari epidermis dermal dan beberapa stomata, jaringan basal dalam bentuk korteks dan medula, serta sistem bundel pembuluh darah yang meliputi xilem dan floem.

Kemudian komposisi xilem dan floem pada tanaman monokotil dan dikotil bervariasi. Dimana pada tanaman monokotil, xilem dan floem disusun dalam lingkaran, sedangkan pada tanaman dikotil, mereka tersebar.

Struktur anatomi daun angiospermae meliputi epidermis kulit dan beberapa stomata atau trikoma. Kemudian untuk bahan dasar dari daun dikotil dan monokotil juga berbeda.

Dimana Pada tanaman dikotil, jaringan tanah (mesofil) dibagi lagi menjadi jaringan palisade (jaringan pol) dan jaringan spons (jaringan karang). Bundel pembuluh darah di daun terdiri dari xilem dan floem, yang terkandung dalam tulang daun.

Manfaat Tumbuhan Angiospermae

Tumbuhan angiospermae juga mempunyai beberapa manfaat diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Sebagai sumber vitamin dan mineral seperti tomat.
  • Sebagai bahan pakaian seperti kapas.
  • Sebagai sumber makanan yang mengandung karbohidrat seperti padi.
  • Sebagai bahan pemberi rasa nikmat pada makanan dan minuman seperti kopi.
  • Sebagai bahan bagunan seperti pohon jati.
  • Sebagai sumber protein seperti kacang hijau.
  • Sebagai sumber lemak seperti kelapa.

Klasifikasi dan Keanekaragaman Angiospermae

Tumbuhan Angiospermae dikelompokkan ke dalam satu divisi, yaitu Anthophyta dan dibagi menjadi 2 jenis yaitu Monokotil (Monocotyledons) dan Dikotil (Dycotyledonae).

Pembahasan tentang dikotil dan monokotil telah kami ulas pada artikel sebelumnya. Jadi untuk lebih jelasnya dapat sobat simak kembali materi yang kami bahas tentang tumbuhan dikotil dan tumbuhan monokotil.

Contoh Angiospermae

Berikut ini adalah beberapa contoh angiospermae yang ada disekitar kita:

  • Jambu
  • Mangga
  • Rambutan
  • Apel
  • Pir
  • Semangka
  • Alpukat
  • Anggur
  • Kesemek
  • Jati
  • Kunyit
  • Jahe
  • Rotan
  • Bambu
  • Meranti

Nah itulah materi pembahasan tentang pengertian angiospermae, ciri, struktur, manfaat, klasifikasi dan contohnya. Semoga bermanfaat bagi sobat yang sedang mencari referensi tentang penjelasan angiospermae. Jangan lupa pelajari juga definisi keanekaragaman hayati dan juga ciri-ciri pertumbuhan yang telah kami sajikan di halaman lainnya.