Pengertian Bilangan Oksidasi, Aturan, dan Contoh Soal Biloks


Pengertian Bilangan Oksidasi Definisi Aturan dan Contoh Soal Biloks

Pengertian Bilangan Oksidasi, Aturan, dan Contoh Soal Biloks. Pembahasan materi bilangan oksidasi atau biloks yang meliputi definisi, cara menentukan bilangan oksidasi, serta beberapa contoh soal bilangan oksidasi yang dapat sobat gunakan untuk latihan mengerjakan soal tentang biloks.

Pada artikel sebelumnya juga telah kami hadrikan materi pelajaran fisika mengenai definisi listrik dinamis dan juga perbedaannya dengan listrik statis. Dan untuk hari ini kami akan melanjutkan ke materi pelajaran kimia tentang bilangan oksidasi (biloks).

Pasalnya kami yakin terdamparnya sobat di blog ini karena sedang mencari referensi tentang apa itu biloks, atau pertanyaan lain seperti aturan penentuan bilangan oksidasi, serta contoh soal bilangan oksidasi.

Baiklah langsung saja mari simak penjelasan pengertian bilangan oksidasi, aturan, dan contoh soal biloks dibawah ini. Namun sebelum itu ada baiknya jika sobat siapkan dulu buku dan alat tulis untuk mencatat poin-poin pentingnya.

Pengertian Bilangan Oksidasi (Biloks)

Definisi Bilangan Oksidasi atau Biloks adalah jumlah muatan negatif dan positif dalam atom, yang secara tidak langsung menandakan banyaknya elektron yang telah diterima atau dilepaskan.

Atom yang menerima elektron akan bertanda negatif (-), kemudian atom yang melepaskan elektron bertanda positif (+). Baik tanda positif maupun negatif pada biloks ditulis sebelum angkanya, contohnya +2, atau +1. Sedangkan pada muatan ditulis sesudah angkanya, contohnya 2+ atau 3+.

Bilangan oksidasi menunjukkan besarnya muatan yang diberikan oleh atom atau unsur tersebut pada molekul atau ion yang dibentuknya. Biloks juga berguna untuk mengekspresikan persamaan reaksi setengah yang terjadi dalam reaksi oksidasi dan reduksi.

Beberapa atom hanya memilikii satu biloks, tetapi ada juga atom yang memiliki lebih dari satu biloks. Mg bereaksi pada Oksigen yang merupakan salah satu contoh dari reaksi redoks.

Untuk menemukan nilai sebuah bilangan atom pada suatu molekul atau senyawa, maka biloks atom atau unsur lainnya yang memiliki sifat standar (umum) harus diketahui terlebih dahulu.

Aturan Penentuan Bilangan Oksidasi (Biloks)

Adapun cara untuk menentukan bilangan oksidasi atau biloks suatu unsur dalam ion atau senyawanya mengikuti aturan-aturan sebagai berikut:

1. Bilangan oksidasi unsur bebas (berbentuk atom, atau molekul unsur) adalah 0 (nol).

Unsur bebas berbentuk atom:

  • Bilangan oksidasi C dalam C = 0
  • Bilangan oksidasi Ca dalam Ca = 0
  • Bilangan oksidasi Cu dalam Cu = 0
  • Bilangan oksidasi Na dalam Na = 0
  • Bilangan oksidasi Fe dalam Fe = 0
  • Bilangan oksidasi Al dalam Al = 0
  • Bilangan oksidasi Ne dalam Ne = 0

Unsur bebas berbentuk molekul:

  • Bilangan oksidasi H dalam H2 = 0
  • Bilangan oksidasi O dalam O2 = 0
  • Bilangan oksidasi Cl dalam Cl2 = 0
  • Bilangan oksidasi P dalam P4 = 0
  • Bilangan oksidasi S dalam S8 = 0

2. Bilangan oksidasi logam dalam senyawa selalu positif.

Unsur logam golongan 1 (sistem lama gol. IA) (Li, Na, K, Rb, Cs, Fr), bilangan oksidasinya +1.

  • Bilangan oksidasi K dalam KCl, KNO3, atau K2SO4 = +1

Unsur logam golongan 2 (sistem lama gol. IIA) (Be, Mg, Ca, Sr, Ba, Ra), bilangan oksidasinya +2.

  • Bilangan oksidasi Mg dalam MgO, MgCl2, atau MgSO4 = +2

Bilangan oksidasi unsur logam lain:

  • Ag = +1
  • Cu = +1 dan +2
  • Hg = +1 dan +2
  • Au = +1 dan +3
  • Fe = +2 dan +3

3. Bilangan oksidasi ion monoatom (1 atom) dan poliatom (lebih dari 1 atom) sama dengan muatan ionnya.

  • Bilangan oksidasi ion monoatom Na+, Ca2+, Al3+, Cl, dan 02- berturut-turut +1,+2, +3, -1 dan -2.
  • Bilangan oksidasi ion poliatom NH4+, SO42-, PO43- berturut-turut +1,-2, dan -3.

4. Bilangan oksidasi unsur golongan VIA (O, S, Se, Te, Po) pada senyawa biner adalah -2, dan unsur golongan VIIA (F, Cl, Br, I, At) pada senyawa biner adalah -1.

  • Bilangan oksidasi unsur S pada Na2S dan MgS adalah -2.
  • Bilangan oksidasi unsur Cl pada NaCl, KCl, MgCl2, dan FeCl3 adalah -1.

5. Bilangan oksidasi unsur H pada senyawanya adalah +1.

Kecuali dalam hidrida (senyawa hydrogen dengan logam), bilangan oksidasinya -1.

Alasan: dalam senyawa hidrida, hidrogen ada dalam bentuk ion hidrida, H-. Biloks dari ion seperti hidrida adalah sama dengan muatan ion, dalam hal ini adalah -1.’

  • Bilangan oksidasi unsur H pada H2O, HCl, H2S, dan NH3 adalah +1.
  • Bilangan oksidasi unsur H pada NaH, CaH2, dan AlH3 adalah -1.

6. Bilangan oksidasi unsur O pada senyawanya adalah -2, kecuali:

  • Pada senyawa biner dengan F, bilangan oksidasinya adalah +2.
  • Pada senyawa peroksida, seperti H2O2, Na2O2 dan BaO2, bilangan oksidasinya adalah -1.
  • Pada senyawa superoksida, seperti KO2 dan NaO2, bilangan oksidasinya adalah -½.

Bilangan oksidasi unsur O pada H2O, KOH, H2SO4 dan Na3PO4 adalah -2.

7. Jumlah bilangan oksidasi unsur-unsur dalam senyawa adalah 0 (nol). ‘

Jumlah bilangan oksidasi unsur-unsur pembentuk ion poliatom sama dengan muatan ion poliatomnya itu sendiri.

PELAJARI JUGA MATERI PELAJARAN FISIKA: PERBEDAAN ZAT PADAT DENGAN ZAT CAIR DAN JUGA ZAT GAS

Contoh Soal Bilangan Oksidasi (Biloks)

Berikutn adalah beberapa contoh soal biloks beserta jawabannya yang dapat sobat gunakan sebagai latihan.

1. Tentukan bilangan oksidasi P dalam PH₃.

Jawab:

Biloks H = +1 (aturan biloks)

Biloks PH₃ = 0

Biloks P + (3 × biloks H) = 0

Biloks P + (3 × (+1)) = 0

Biloks P = -3

2. Tentukan bilangan oksidasi I dalam H₃IO₄.

Jawab:

Biloks H = +1 (aturan biloks)

Biloks O = -2 (aturan biloks)

Biloks H₃IO₄ = 0

(3 × biloks H) + biloks I + (4 × biloks O) = 0

(3 × (+1)) + biloks I + (4 × (-2)) = 0

(+3) + biloks I + (-8) = 0

Biloks I + (-5) = 0

Biloks I = +5

3. Tentukan bilangan oksidasi S dalam Na₂S₂O₃.

Jawab:

Biloks O = -2 (aturan biloks)

Biloks Na = +1 (aturan biloks)

Biloks Na₂S₂O₃ = 0

(2 × biloks Na) + (2 × biloks S) + (3 × biloks O) = 0

(2 × (+1)) + (2 × biloks S) + (3 × (-2)) = 0

(+2) + (2 × biloks S) + (-6) = 0

(2 × biloks S) + (-4) = 0

(2 × biloks S) = +4

Biloks S = +4/2

Biloks S = +2

Demikianlah pembahasan materi tentang pengertian bilangan oksidasi, aturan penentuan bilangan oksidasi, dan contoh soal bilangan oksidasi (biloks). Semoga bermanfaat bagi sobat RumusPelajaran.com dimana pun berada. Jangan lupa pelajari juga ciri-ciri perubahan kimia dan juga macam-macam destilasi yang telah kami sajikan di halaman lainnya.