Pengertian Cerpen, Ciri, Struktur, Unsur, dan Fungsi


Pengertian Cerpen Definisi Ciri Sruktur Unsur dan Fungsi Sastra Dalam Cerita Pendek

Pengertian Cerpen, Ciri, Struktur, Unsur dan Fungsi. Pembahasan materi cerpen yang meliputi ciri-ciri, struktur, unsur intrinsik dan ekstrinsik serta fungsi sastra dalam cerpen. Apakah sobat sedang mencari referensi mengenai arti cerpen serta materi lainnya tentang cerita pendek atau cerpen?

Kami yakin terdamparnya sobat di situs RumusPelajaran.com ini lantara sedang mencari penjelasan tentang maksud dari cerpen. Sebelumnya juga telah kami bahas mengenai pengertian puisi dan juga ciri-ciri pantun yang telah kami sediakan di halaman lainnya.

Untuk menambah wawasan sobat tidak ada salahnya jika kali ini kami akan mencoba membahas materi pelajaran tentang cerpen. Sehingga sobat dapat mempelajari ketiga materi tersebut. Mengingat ketiga materi tersebut merupakan karya sastra yang sering muncul dalam pelajaran sekolah.

Maka dari itu langsung saja mari kita ulas satu persatu mulai dari pengertian cerpen baik secara umum maupun pngertian cerpen menurut para ahli, ciri-ciri, struktur, unsur-unsur cerpen, dan fungsi sastra dalam cerpen tentunya.

Pengertian Cerpen

Cerpen atau yang dapat disebut dengan cerita pendek ini merupakan jenis karya sastra berbentuk prosa dan bersifat fiktif yang menceritakan atau menggambarkan suatu kisah yang dialami oleh suatu tokoh disertai dengan berbagai konflik dan penyelesaian dari masalah yang dihadapi yang ditulis secara ringkas.

Cerpen sendiri berpusat atau fokus pada satu tokoh dan situasi tertentu serta didalamnya terdapat klimaks (puncak masalah) dan penyelesaian. Cerita pendek paling tidak mempunyai kurang dari 10.000 kata saja sehingga membuat cerpen menjadi lebih singkat, padat, dan langsung pada tujuannya.

Pengertian Cerpen Menurut Para Ahli

Selain pengertian diatas, beberapa ahli juga mengemukakan pendapatnya mengenai cerpen atau cerita pendek ini. Berikut adalah pengertian cerpen menurut para ahli.

Sumardjo dan Saini

Pengertian cerpen menurut Sumardjo dan Saini adalah sebuah cerita yang tidak benar-benar terjadi pada dunia nyata dan ceritanya singkat dan pendek.

J.S Badudu

Pengertian cerpen menurut J.S Badudu adalah sebuah karangan cerita yang hanya berfokus pada satu kejadian saja.

Aoh. K.H

Pengertian cerpen menurut Aoh. K.H adalah sebuah bentuk kisah prosa yang pendek.

Menurut Hendy

Pengertian cerpen menurut Hendy adalah suatu tulisan yang tidak terlalu panjang yang berisi kisah tunggal.

H. B. Jarsin

Pengertian cerpen menurut H. B. Jarsin ialah suatu bentuk dari sebuah karangan yang cukup lengkap yang terdiri dari 3 bagian yaitu perkenalan, pertikaian dan penyelesaian.

Nugroho Notosusanto

Pengertian cerpen menurut Nugroho Notosusanto adalah cerita yang panjangnya berkisar 5000 kata atau kira-kira 17 halaman kuarto spasi, dimana isinya terpusat dan lengkap pada dirinya sendiri.

A. Bakar Hamid

A. Bakar Hamid berpendapat bahwa cerita pendek (cerpen) seharusnya dilihat dari kuantitas kata yang digunakan, yaitu antara 500 hingga 20.000 kata, terdapat plot, terdapat satu karakter, dan adanya kesan.

Struktur Cerpen

Jika sibat ingin membuat cerita pendek atau cerpen harus memperhatikan struktur-srukturnya. Berikut ini adalah struktur cerpen yang harus sobat perhatikan.

1. Abstrak

Abstrak merupakan gambaran awal suatu cerita yang akan diceritakan. Unsur abstrak sendiri sifatnya opsional, jadi dengan kata lain suatu cerpen boleh menggunakan abstrak dan bolej saja tidak menggunakannya.

2. Orientasi

Unsur yang kedua adalah Orientasi, unsur ini dapat diartikan sebagai hal-hal yang berhubungan dengan waktu, suasana, dan tempat yang ada di dalam cerita pendek (cerpen).

3. Komplikasi

Komplikasi merupakan urutan berbagai kejadian yang dihubungkan berdasarkan sebab-akibat. Biasanya watak dan karaker suatu tokoh akan terlihat pada struktur ini.

4. Evaluasi

Evaluasi adalah konflik yang terjadi dan menuju pada klimaks, serta mulai menemukan penyelesaian dari konflik tersebut.

5. Resolusi

Pada bagian unsur ini si pembuat cerpen akan menjelaskan penyelesaian atas masalah yang dialami oleh tokoh di dalam cerpen.

6. Koda

Koda adalah nilai atau pelajaran yang bisa didapat dari cerpen oleh si pembaca.

Ciri-ciri Cerpen

Selain struktur yang telah kami sampaikan diatas, cerpen atau cerita pendek juga mempunya ciri khas tersendiri. Berikut adalah beberapa ciri-ciri cerpen yang harus sobat ketahui:

  • Jumlah kata dalam cerpen terdiri kurang dari 10.000 (sepuluh ribu) kata.
  • Biasanya cerpen hanya mempunyai 1 alur saja (alur tunggal).
  • Cerita bisa selesai dibaca dengan sekali duduk.
  • Cerita yang ada di cerpen bersifat fiktif.
  • Isi dari cerita diangkat dari kehidupan sehari-hari.
  • Kata-kata yang digunakan mudah dipahami oleh pembaca.
  • Bentuk tulisan yang singkat (lebih pendek dari Novel).
  • Bentuk penokohan dalam cerita pendek sangat sederhana.
  • Mengangkat beberapa peristiwa saja dalam hidup.
  • Cerita pendek (cerpen) biasanya meninggalkan kesan dan pesan yang sangatlah mendalam sehingga si pembaca ikut merasakan isi dari cerita pendek tersebut.

Unsur-unsur Cerpen

Secara umum, terdapat dua (2) unsur penting di dalam suatu cerita pendek (cerpen). Kedua unser tersebut adalah unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Berikut adalah penjelasan dari kedua unsur tersebut.

1. Unsur Intrinsik

Unsur intrinsik cerpen adalah unsur yang membentuk cerpen dari dalam cerpen itu sendiri. Beberapa hal yang termasuk di dalam unsur instrinsik adalah sebagi berikut:

  • Tema: Gagasan utama yang menjadi dasar cerita di dalam suatu cerpen.
  • Plot/Alur: Urutan jalan cerita di dalam cerpen. Mulai dari perkenalan, konflik, klimaks, penyelesaian.
  • Setting/Latar: Unsur ini meliputi tempat, waktu, dan suasana di dalam cerpen.
  • Tokoh: Pelaku yang ada di dalam cerpen.
  • Penokohan: Pemberian sifat dan watak suatu tokoh cerpen yang meliputi perilaku, sikap, ucapan, pikiran dan pandangannya terhadap suatu hal dalam cerita. Sedangkan untuk penokohan sendiri ada 2 mode, antara lain adalah:
    • Metode Analitik: Metode yang pertama ini menggambarkan sifat tokoh yang ada dalam cerita secara langsung. Contohnya adalah tokoh yang pemalu, penakut, pembohong.
    • Metode Dramatik: Meode yang kedua ini menggambarkan sifat tokoh digambarkan secara tidak langsung dengan menggambarkan fisik, percakapan, dan reaksi tokoh lain.
  • Sudut Pandang: Cara pandang yang digambarkan oleh pembuat cerpen dalam suatu kejadian yang terjadi dalamnya. Sudut pandangnya adalah:
    • Sudut pandang orang pertama: Ada pelaku utama dan sampingan.
      • Pelaku utama: “aku” akan menjadi pusat perhatian.
      • Pelaku sampingan: “aku” muncul hanya muncul dalam pengantar dan penutup cerita.
    • Sudut pandang orang ketiga: Ada serbatahu dan pengamat.
      • Serbatahu: Sudut pandang “dia”, pengarang atau narator mengetahui segala hal yang berhubungan dengan tokoh “dia”.
      • Pengamat: Pengarang hanya menggambarkan apa yang dirasakan, dialami, dilihat, dan dipikir oleh seorang tokoh.
  • Gaya Bahasa: Cara penulis menyampaikan cerita di dalam cerpen. Misalnya menggunakan diksi dan majas.
    Pesan/Amanat: Pesan moral atau pelajaran yang ingin disampaikan penulis cerpen kepada pembaca atau pendengar.

2. Unsur Ekstrinsik

Unsur ekstrinsik cerpen adalah unsur yang membentuk cerpen berasal dari luar. Beberapa yang termasuk di dalam unsur ekstrinsik adalah sebagai berikut:

  • Latar Belakang Masyarakat: Hal-hal yang mempengaruhi alur cerita dalam cerpen, misalnya adalah ideologi, kondisi politik, sosial, dan ekonomi masyarakat.
  • Latar Belakang Pengarang: Hal-hal yang berhubungan dengan pemahaman dan motivasi penulis cerpen dalam membuat tulisannya. Misalnya adalah aliran sastra, kondisi psikologis, biografi.
  • Nilai yang Terkandung dalam Cerpen: Nilai-nilai yang terdapat di dalam suatu cerpen, biasanya ini meliputi nilai agama, sosial, budaya dan moral.

Fungsi Sastra Dalam Cerpen

Berikut ini adalah fungsi sastra dalam cerita pendek (cerpen) yang tergolong dalam 5 jenis, yaitu:

  • Fungsi rekreatif: Dapat membuat pemcaca merasa senang, gembira, serta terhibur.
  • Fungsi didaktif: Fungsi yang dapat mendidik dan mengarahkan para pembaca nya karena nilai-nilai kebenaran dan kebaikan yang ada didalamnya.
  • Fungsi estetis: Fungsi yang memberikan keindahan bagi para pembacanya.
  • Fungsi moralitas: Fungsi yang mengandung nilai moral sehingga para pembaca nya dapat mengetahui moral yang baik dan tidak baik bagi dirinya.
  • Fungsi relegiusitas: Fungsi yang mengandung ajaran agama yang dapat dijadikan teladan bagi para pembacanya.

Demikianlah pembahasan materi pelajaran tentang pengertian cerpen serta ciri, struktur, unsur, dan fungsi sastra dalam cerita pendek (cerpen). Semoga penjelasan mengenai cerpen diatas dapat membatu obat yang sedang membutuhkannya. Jangan lupa pelajari juga pengertian surat dan juga contoh resensi film, novel dan cerpen yang telah kami sajikan di halaman lainnya.