Pengertian Deflasi, Penyebab, Faktor, Ciri, Jenis, Dampak, Cara Mengatasi dan Contohnya


Arti Deflasi Secara Umum Penyebab Faktor Ciri Jenis Dampak Cara Mengatasi Contoh

Pengertian Deflasi, Penyebab, Faktor, Ciri, Jenis, Dampak, Cara Mengatasi dan Contohnya. Penjelasan materi tentang definisi Deflasi meliputi faktor, jenis, ciri-ciri, dampak, penyebab dan bagaimana cara mengatasi deflasi. Deflasi merupakan konsep yang sama dengan disinflasi atau bentuk penurunan angka inflasi. Pembelajaran mengenai deflasi ini merupakan gabungan materi dari inflasi, hiperinflasi, ekonomi makro dan ekonomi mikro. Selain menurunnya harga barang-barang secara umum, deflasi juga menyebabkan turunnya upah secara umum.

Deflasi ini mengakibatkan terjadinya penurunan jumlah uang atau uang deposito yang beredar dibandingkan dengan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan. Masyarakat menilai bahwa kondisi deflasi adalah suatu hal yang menguntungkan karena banyak hasil produksi yang dijual dengan harga sangat miring. Padahal kebalikanya, jika dilihat dari sudut pandang ekonomi secara lebih luas, deflasi bisa menyebabkan kekacauan ekonomi negara dan terutama dalam bisnis yang dijalani oleh perusahaan.

Ada beberapa faktor penyebab deflasi dan dampak deflasi dalam bisnis, namun akan kami sampaikaan cara mengatasi deflasi yang akan dibahas lebih dalam pada artikel ini. Akibat deflasi mengakibatkan permintaan tinggi terhadap mata uang sehingga nilai mata uang sangat menguat. Pada situs pendidikan rumuspelajaran.com sebelumnya membahas materi pengertian koperasi menurut para ahli dan Undang-undang lengkap dengan tujuan, fungsinya dan arti devisa meliputi jenis, macam, ciri-ciri, tujuan dan contoh devisa.

Umunya deflasi pada terjadi akibat rendahnya rasio perbandingan antara jumlah uang beredar dengan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan. Pengaruh deflasi ini berdampak secara langsung terhadap kelangsungan bisnis yang sedang dijalankan oleh perusahaan. Beberapa dampak tersebut bisa menjadi dampak positif maupun negatif yang akan ditemukan jawabanyak di bagian dampak deflasi dibawah.

Deflasi juga berakibat pada pemerosotan keuntungan bisnis serta apabila kondisi tersebut terus dibiarkan maka akan memaksa bisnis untuk menghentikan aktivitas atau kegiatanya sebab tidak mempunyai biaya produksi. Nah, untuk lebih jelasnya mari kita bahas satu per satu mengenai arti deflasi, dampak, ciri, jenis, penyebab, contoh dan cara mengatasinya.

Pengertian Deflasi

Pada pembahasan sebelumnya situs pendidikan RUMUSPELAJARAN.COM mengenai materi inflasi dan kali ini kami akan membahas materi kebalikan inflasi yakni deflasi. Kedua istilah tersebut memang berkaitan erat yang membahas mengenai harga barang, namun inflasi dan deflasi memiliki arti yang berbeda. Inflasi bisa diartikan salah satu fenomena dimana harga suatu barang mengalami kenaikan secara terus menerus dalam waktu yang singkat.

Definisi Deflasi merupakan sebuah fenomena dimana harga suatu barang mengalami penurunan secara terus menerus dalam jangka waktu atau periode yang sangat singkat. Selain itu, turunnya harga suatu barang akan diikuti oleh turunnya upah tenaga kerja.

Pengertian Deflasi Menurut Para Ahli

Diatas telah dijelaskan mengenai arti Deflasi
secara umum dan dibawah ini adalah pengertian deflasi menurut para ahli, KBBI (kamus besar bahasa indonesia).

1. Satacia E.H. Sitohang

Menurut Satacia E.H. Sitohang Deflasi adalah kebalikan dari inflasi, di mana secara umum harga barang mengalami penurunan.

2. KBBI

Arti Deflasi di KBBI adalah penambahan nilai mata uang yang diikuti dengan penurunan jumlah produksi, langkanya lapangan kerja, dan rendahnya daya beli masyarakat.

3. Wikipedia

Deflasi ialah suatu periode di mana harga-harga secara umum jatuh dan nilai uang bertambah. Deflasi adalah kebalikan dari inflasi. Bila inflasi terjadi akibat banyaknya jumlah uang yang beredar di masyarakat, maka deflasi terjadi karena kurangnya jumlah uang yang beredar. Salah satu cara menanggulangi deflasi adalah dengan menurunkan tingkat suku bunga.

Penyebab Deflasi

Ada beberapa penyebab terjadinya Deflasi yang bisa sobat pelajari dibawah ini:

1. Menurunnya Jumlah Uang Yang Beredar Di Masyarakat

Penyebab pertama yang bisa terjadinya Dedflasi adalah menurunnya jumlah uang yang beredar dalam masyarakat menjadi penyebab terjadinya deflasi.

Hal ini terjadi karena banyak orang yang tergiur dengan bunga bank yang tinggi. Dan mereka menabung beramai-ramai uangnya ke bank sehingga jumlah uang yang beredar dalam masyarakat berkurang.

2. Naiknya Jumlah Barang Di Pasar

Penyebab kedua yang bisa menimbulkan Deflasi yaitu produsen yang tidak memiliki perhitungan atau orientasi yang tepat, akan terus melakukan produksi barang. Sehingga tidak memikirkan lagi jumlah permintaan barang tersebut.

Apabila permintaan masyarakat terhadap barang tersebut berkurang, maka produsen akan kebingungan jika barang belum banyak terjual. Sehingga harga barang secara otomatis akan mengalami penurunan karena jumlah barang banyak sedangkan permintaan sedikit.

3. Permintaan Barang menurun

Penyebab selanjutnya terjadinya Deflasi yaitu banyak manusia yang memiliki sifat alami, yakni mudah bosan dan sudah tidak tertarik lagi membeli barang, maka jumlah permintaan barang akan menurun. Apalagi jika konsumen memilih menyimpan uangnya di bank untuk persiapan masa depan, maka secara otomatis permintaan suatu barang sangat menurun.

Faktor Deflasi

Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya Deflas dan memang perekonomian memiliki pergerakan dan dinamika tidak tentu akibat monopoli. Dan akibat tersebut memberikan efek tertentu terhadap perusahaan maupun negara. Inilah beberapa faktor penyebab deflasi yang bisa sobat catat.

1. Masifnya hasil produksi yang sama

Perusahaan yang melakukan persaingan akan berlomba-lomba meningkatkan produk yang sama dengan yang dihasilkan perusahaan untuk merebut hati banyak konsumen. Dalam hal ini, perusahaan akan menempuh jalan untuk menekan harga hingga yang terendah demi memenangkan persaingan. Dan hal tersebut bisa menyebabka terjadinya deplasi.

2. Turunnya permintaan hasil produksi

Banyaknya produk yang dihasilkan oleh produsen tertentu tidak diiringi dengan penghitungan jumlah hasil produksi yang tepat. Produsen bisa memproduksi barang yang disesuaikan dengan permintaan konsumen untuk menyiasati deflasi.

3. Turunnya jumlah uang yang beredar

Siapa sangka turunnya jumlah uang yang beredar ternyata bisa menyebabkan deflasi. Hal tersebut dikarenakan banyak orang yang berlomba-lomba mendapatkan bunga simpanan tinggi yang ditawarkan bank. Masyarakat akan menabungkan uangnya ke bank ramai-ramai sehingga peredarannya langka dan berkurang.

4. Meningkatnya persediaan barang yang ditawarkan

Permintaan jumlah permintaan di pasar menyebabkan produksi barang meningkatkan walaupun terkadang fakta menunjukkan situasi yang berbeda. Penghitungan dan orientasi yang tepat turut menyumbang terjadinya deflasi, produsen tidak lagi memikirkan jumlah permintaan barang tersebut.

PELAJARI JUGA: PENGERTIAN PASAR MODAL, TUJUAN, MANFAAT, INSTRUMEN, JENISNYA DAN DEFINISI INTEGRASI SOSIAL, PROSES, SYARAT SERTA MANFAATNYA

Permintaan masyarakat yang menurun akan suatu barang akhirnya akan membuat produsen kalang kabut memikirkan cara menghabiskan barang jualannya.

Ciri-ciri Deflasi

Ciri-ciri terjadinya ini bisa terjadi akibat beberapa gejala dibawah ini seperti:

  1. Penurunan produksi dan kesempatan kerja
  2. Penurunan harga
  3. Perbaikan neraca perdagangan
  4. Penurunan harga secara umum

Jenis-jenis Deflasi

Ada dua jenis Deflasi yaitu strategis dan sirkulatif, untuk penjelasanya bisa sobat baca di bawah ini:

1. Deflasi Strategis

Derflasi strategis yaitu deflasi yang terjadi karena penerapan kebijakan pengendalian terhadap gejala konsumsi berlebihan demi mengkonsumsi kenaikan harga pasar.

2. Deflasi Sirkulasi

Deflasi sirkulasi adalah deflasi yang terjadi pada saat transisi dari kesuksesan perekonomian menjadi kemerosotan perekonomian. Pada deflasi ini terjadi ketidakseimbangan antara daya produksi dan konsumsi sehingga harga pasar pun mengalami penurunan.

Dampak Deflasi

Apabila deflasi berlangsung di suatu perusahaan atau negara maka bisa memengaruhi keberlanjutan bisnis yang jalankan, berikut dampak positif dan negatif akibat deflasi.

1. Dampak Positif Deflasi

Berikut ini beberapa dampak positif akibat terjadinya deflasi:

  1. Nilai mata uang menguat
  2. Munculnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menabung untuk memenuhi kebutuhan masa depan
  3. Konsumen cenderung lebih banyak menghemat saat berbelanja

2. Dampak Negatif dari Deflasi

Berikut ini beberapa dampak negatif akibat terjadinya deflasi:

  1. Menurunnya Pendapatan Sektor Bisnis: Kondisi deflasi di suatu negara menyebabkan banyak pelaku bisnis bersaing untuk menjual harga untuk menarik konsumen. Hal ini berakibat penurunan dalam laba bisnis dan jika kondisi ini terus dibiarkan itu akan memaksa bisnis untuk menghentikan kegiatan mereka karena tidak ada biaya produksi.
  2. PHK Besar-besaran: Dari definisi deflasi dan penyebabnya telah dikatakan bahwa ada peningkatan produksi tetapi tidak disertai dengan peningkatan permintaan publik. Akibatnya perusahaan yang kehilangan uang karena keuntungan rendah akan memutuskan untuk melakukan PHK besar-besaran terhadap karyawan mereka untuk mengurangi pengeluaran tenaga kerja.
  3. Penurunan Investasi dan Harga Saham: Apabila bisnis terus menderita kerugian karena deflasi, investor akan menarik modal mereka karena takut mereka tidak akan mendapat manfaat. Tentu saja ini tidak terlalu baik untuk kelangsungan bisnis Anda.

Cara Mengatasi Deflasi

Setelah membahasi pengertian Deflasi, jenis dan dampaknya, selanjutnya mari kita lihat solusi untuk mengatasi Deflasi yang bisa sobat rumuspelajaran.com pelajari dibawah ini.

1. Menurunkan Tingkat Suku Bunga

Poin pertama untuk mengatasi deflasi adalah dengan menurunkan tingkat suku bunga. Tujuannya untuk menambah jumlah uang yang beredar dalam masyarakat. Dengan begitu, masyarakat akan memilih untuk menyimpan uang nya sendiri, dan keinginan untuk membeli barang akan meningkat.

2. Menerapkan Kebijakan Moneter

Selanjutnya adalah dengan menerapkan kebijakan moneter. Kebijakan moneter adalah kebijakan yang dilakukan bank Sentral dengan tujuan untuk menambah jumlah uang yang beredar di dalam masyarakat. Salah satu cara yang dilakukan adalah politik diskonto yakni kebijakan dalam bentuk menurunkan suku bunga. Sehingga masyarakat akan menarik uang nya di bank.

3. Menerapkan Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal ini merupakan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah dengan tujuan untuk menambah jumlah uang yang beredar dalam masyarakat.

4. Menerapkan Kebijakan Non Moneter

Kebijakan ini sangat efektif dalam mengatasi masalah deflasi karena mengandung sejumlah langkah yang dapat menambah jumlah uang yang beredar dalam masyarakat.

Contoh Deflasi

Akibat terjadinya delflasi pada perusahaan maupun negara mungkin bisa mengakibatkan ketidakstabilan terhadap daya beli barang di masyarakat, nah di bawah ini beberapa contoh nyata akibat terjadinya deflasi.

  • Perekonomian negara Jepang pernah mengalami deflasi spiral selama 30 tahun terakhir. Dimulai pada tahun 1989 ketika Bank of Japan menaikkan suku bunga dan menyebabkan gelembung meledak. Selama dekade itu, ekonomi tumbuh kurang dari 2 persen per tahun. Kelebihan pekerja menurunkan produktivitas. Kebanyakan orang Jepang memang rajin menabung untuk masa depan keluarganya. Ketika mereka melihat tanda-tanda resesi, mereka berhenti mengeluarkan uang.
    Jepang telah melaporkan data ekonomi yang menurun pada tahun 2012 dan menjadi tantangan bagi pemerintahan baru negara tersebut. Produk industri anjlok pada November seiring dengan permintaan ekspor yang terus melemah.
  • Harga konsumen menurun, menunjukan bahwa deflasi berlanjut akibat masih sulitnya untuk mendorong permintaan domestik. Jepang tengah berupaya untuk memacu permintaan domestik untuk mengimbangi penurunan ekspor, yang telah menurun sejak enam bulan lalu. Langkah itu dilakukan untuk menopang pertumbuhan.
  • Perluasan revolusi industri dunia. Selama akhir abad ke-19, produsen memanfaatkan teknologi baru yang memungkinkan mereka meningkatkan produktivitas mereka. Akibatnya, pasokan barang dalam perekonomian meningkat secara substansial dan karenanya, harga barang-barang tersebut menurun. Meski kenaikan tingkat produktivitas setelah “Revolusi Industri” merupakan perkembangan positif bagi perekonomian, namun hal tersebut juga menyebabkan periode deflasi.
  • Menyusul krisis keuangan Asia pada akhir 1997, Hong Kong mengalami deflasi jangka panjang yang tidak berakhir hingga kuartal ke-4 tahun 2004. Banyak mata uang di Asia Timur devaluasi setelah krisis. Dolar Hong Kong bagaimanapun, dipatok terhadap dolar AS, yang mengarah ke penyesuaian, bukan deflasi harga konsumen. Situasinya didominasi oleh China dan “kepercayaan konsumen lemah” di Hong Kong. Deflasi ini disertai oleh kemerosotan ekonomi yang lebih parah daripada dunia yang mendevaluasi mata uang mereka setelah krisis keuangan Asia.
  • Selama Perang Dunia I, mata uang Pound Sterling Inggris telah dihapus dari standar emas. Motivasi perubahan kebijakan ini untuk membiayai Perang Dunia I; salah satu hasilnya adalah inflasi dan kenaikan harga, dengan penurunan nilai tukar internasional untuk Pound. Ketika Pound kembali ke standar emas setelah perang itu dilakukan atas dasar harga emas sebelum perang, yang, karena itu lebih tinggi dari pada Pound. Inggris mengalami deflasi sekitar 10% pada tahun 1921, 14% pada tahun 1922, dan 3 sampai 5% pada awal 1930an.

Demikian materi tentang pengertian Deflasi lengkap dengan penjelasan penyebab, faktor, ciri-ciri, jenis, dampak dan cara mengatasi deflasi. Semoga dengan adanya materi deflasi ini bisa menambah pengetahuan ekonomi terhadai sobat rumuspelajaran.com yang sedang mengemban pendidikan sekolah saat ini. Jangan lupa pelajari juga materi bahasa indonesia tentang pengertian puisi dan juga contoh pantun di halaman lainnya.