Pengertian Diferensiasi Sosial, Jenis, Ciri, Faktor dan Contohnya


Pengertian Diferensiasi Sosial Definisi Jenis Ciri Faktor dan Contohnya

Pengertian Diferensiasi Sosial, Jenis, Ciri, Faktor dan Contohnya. Pembahasan materi tentang diferensiasi sosial yang meliputi definisi secara umum maupun menurut para ahli, macam-macam diferensiasi sosial, bentuk diferensiasi sosial, fungsi diferensiasi sosial, ciri-ciri diferensiasi sosial, faktor penyebab diferensiasi sosial serta contoh diferensiasi sosial yang ada di sekitar kita.

Pada artikel sebelumnya telah kami hadirkan materi tentang pengendalian sosial dan juga lembaga sosial untuk menambah wawasan sobat dalam pelajaran sosiologi. Sedangkan hari ini tim redaksi RUMUSPELAJARAN.COM akan mencoba membahas tentang definisi diferensiasi sosial.

Karena kami yakin terdamparnya sobat di blog ini lantaran sedang mencari referensi mengenai diferensiasi sosial. Namun sebelum itu ada baiknya jika sobat siapkan buku serta perlengkapan alat tulis terlebih dulu guna mencatat poin-poin penting yang akan sampaikan nanti.

Tidak usah panjang lebar, langsung saja mari simak penjelasan tentang definisi diferensiasi sosial di situs RumusPelajaran.com berikut ini. Jangan lupa catat poin-poin pentingnya agar lebih mudah memahaminya.

Pengertian Diferensiasi Sosial

Diferensiasi Sosial adalah penggolongan atau pengelompokan masyarakat secara horisontal berdasarkan dengan ciri-ciri tertentu. Berbagai perbedaan tersebut tidak bisa diklasifikasikan secara vertikal atau bertingkat seperti halnya pada tingkatan dalam lapisan ekonomi, yang meliputi lapisan tinggi, lapisan menengah dan lapisan rendah. Pengelompokan horisontal yang berdasarkan pada perbedaan ras, etnis (suku bangsa), klan dan agama disebut dengan kemajemukan sosial. Sedangkan penggolongan atau pengelompokan yang didasari dengan perbedaan profesi dan jenis kelamin disebut heterogenitas sosial.

Sedangkan pengertian Diferensiasi sendiri yaitu klasifikasi terhadap perbedaan-perbedaan yang biasanya sama. Maksudnya sama disini adalah menunjukkan pada pengelompokan masyarakat secara horisontal, mendatar, atau sejajar. Asumsinya ialah tidak ada golongan dari pembagian tersebut yang lebih tinggi daripada golongan lainnya.

Pengertian Diferensiasi Sosial Menurut Para Ahli

Berikut ini adalah definisi diferensiasi sosial yang dikemukakan oleh para ahli:

Soerjono Soekanto

Menurut Soerjono Soekanto, pengertian diferensiasi sosial ialah ragam pekerjaan atau profesi, kekuasaan serta prestise dalam suatu kelompok pada masyarakat yang berkaitan erat dengan proses interaksi.

Kotler dan Susanto

Diferensiasi sosial menurut Kotler dan Susanto yaitu sebuah cara untuk merangsang perbedaan yang berguna untuk membedakan penawaran kelompok sosial atas penawaran pesaingnya.

Ciri-ciri Diferensiasi Sosial

Adapun ciri-ciri diferensiasi sosial terbagi menjadi tiga macam, yaitu ciri-ciri fisik, ciri-ciri sosial dan ciri-ciri budaya. Dan berikut adalah penjelasan dari ketoga ciri khas diferensiasi sosial tersebut.

Ciri-ciri Fisik

Penggolongan masyarakat yang didasari dengan adanya perbedaan umum pada fisik seseorang, misalnya adalah bentuk mata, warna dan bentuk rambut, warna kulit, bentuk hidung dan lain sebagainya.

Ciri-ciri Sosial

Penggolongan masyarakat yang terjadi karena perbedaan status sosial pada masyarakat tersebut. Status sosial sendiri dapat diukur dari jabatan, profesi, kekuasaan, gengsi, maupun peranannya dalam bermasyarakat.

Ciri-ciri Budaya

Penggolongan masyarakat yang terjadi karena perbedaan pandangan hidup masyarakat satu dengan yang lainnya. Ciri kebudayaan juga dapat dilihat dari perbedaan kepercayaan atau agama ataupun norma yang dianut dalam masyarakat tersebut seperti adat istiadat, kesenian, pakaian, bahasa dan lain sebagainya.

Jenis-jenis Diferensiasi Sosial

Jenis diferensiasi sosial sendiri terbagi menjadi tiga, antara lain adalah diferensiasi tingkatan (rank differentiation), diferensiasi fungsional (functional differentiation), dan diferensiasi adat (custom differentiation). Berikut ini adalah penjelasannya.

1. Diferensiasi Tingkatan (Rank Differentiation)

Diferensiasi tingkatan atau yang dikenal juga dengan rank differentiation ini biasanya berlangsung di dalam penyaluran barang maupun jasa yang diperlukan oleh suatu daerah. Sehingga dapat menimbulkan barang atau jasa tersebut mempunyai perbedaan harga.

Perbedaan harga itu bisa terjadi penyalurannya melawati beragam tangan agar bisa sampai tujuan.

2. Diferensiasi Fungsional (Functional Differentiation)

Kemudian untuk functional differentiation dapat kita lihat dalam suatu lembaga sosial. Disana ada pembagian kerja yang berbeda-beda, sehingga dapat menyebabkan tiap individu diharuskan untuk melaksanakan kewajiban yang sesuai dengan fungsinya.

3. Diferensiasi Adat (Custom Differentiation)

Sedangkan custom differentiation merupakan norma atau aturan yang bersifat mengikat dalam suatu masyarakat. Dengan adanya norma tersebut diharapkan dapat mengatur ketertiban yang berlangsung pada masyarakat.

Perbedaan-perbedaan sosial yang ada pada masyarakat bukan menjadi sebuah konflik, namun dengan adanya perbedaan justru akan memenuhi kedudukan atau tingkatan yang ada sesuai dengan hak masing-masing pada masyarakat tersebut.

Bentuk-bentuk Diferensiasi Sosial

Berikut ini adalah beberapa bentuk dari diferensiasi sosial yang ada di dalam kehidupan masyarakat.

1. Diferensiasi Suku

Diferensiasi suku adalah perbedaan antar suku. Baik suku yang satu maupun suku lainnya pasti memiliki berbedaan dan juga persamaan pandangan pada hubungan bermasyarakat dan bernegara.

Meskipun ada perbedaan di dalam adat yang dihasilkan. Namun perbedaan tersebut tidak akan memberikan sikap yang berarti seperti perpecahan apabila setiap anggota masyarakat menyadarinya.

2. Diferensiasi Adat

Diferensiasi dalam adat istiadat dapat terjadi karena akibat dari adanya kebutuhan masyarakat dalam hal aturan, nilai dan juga norma. Hal tersebut berfungsi untuk mengatur pola dalam perilaku masyarakat supaya terhindar dari disintegrasi sosial.

3. Diferensiasi Ras

Ras adalah segelongan atau sekelompok manusia yang berbeda dengan kelompok lainnya. Perbedaan itu berdasarkan dengan ciri fisik bawaan ras tersebut. Pada umumnya ciri fisik tersebut merupakan dasar dari pembagian ras yang meliputi ciri dari kualitas dan juga kuantitas.

Ciri kualitas meliputi dari warna kulit, bentuk rambut, bentuk bibir, serta bentuk lipatan mata. Sedangkan untuk ciri kuantitas sendiri meliputi dari bentuk badan, berat badan, dan juga indeks kepala.

Adapun contoh dari diferensiasi ras yaitu manusia purba, maupun bentuk fisik dari masyarakat Indonesia yang dikenal dengan multikutuarismenya.

4. Diferensiasi Agama

Diferensiasi agama adalah pengelompokan atau penggolongan masyarakat yang didasari dari agama atau kepercayaannya. Diferensiasi agama sendiri lahir ketika masyarakat dalam realitasnya terdiri dari individu yang memeluk agama yang berbeda-beda.

Biasanya setiap agama akan memberikan arahan atau petunjuk kepada umatnya tentang bagaimana tata cara hidup yang baik dan benar. Maka dari itu agama disini mempunyai sifat yang setara atau sejajar antara satu dengan yang lain.

Sifat yang sejajar inilah yang nantinya akan menimbulkan anggapan tentang struktur sosial di dalam jenis diferensiasi sosial agama. Contonya adalah di dalam Agama Kristen Khatolik dengan Kriten Protestan, semuanya sama-sama mempunyai anggapan atau pandangan yang sama secara sosialnya.

5. Diferensiasi Budaya

Selanjutnya adalah diferensiasi budaya yang merupakan sebuah perbedaan pada struktur sosial budaya yang tidak memberikan pandangan lebih baik antara budaya satu dengan budaya yang lainnya.

Disini masyarakan mempunya pandangan agar perbedaan budaya tidak perlu ditonjolkan. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga keseimbangan hidup secara sosial.

6. Diferensiasi Klan

Diferensiasi klan adalah sebuah perbedaan yang berlandaskan dari keturunan. Namun yang perlu diberi pemahaman dalam perbedaan ini yaitu setiap orang mempunyai jalur atau nasib dalam kehidupan. Akan tetapi secara pandangan tidak ada perbedaan dalam segi ini.

Contoh dari diferensiasi klan adalah pandangan bahwa setiap individu yang berasal dari keturunan ningrat akan terjamin kehidupan. Begitu pula sebaliknya, bagi setiap individu yang bukan dari keturunan ningrat merupakan golongan masyarakat yang tidak lebih baik atau hina.

Padahal pandangan tersebut di dalam diferensiasi sosial, sudah di implementasikan di Indonesia dan hasilnya memberikan kesempatan yang sama, serta tidak ada perbedaan diantara keduanya.

7. Diferensiasi Hukum

Untuk menjaga kesimbangan yang ada di dalam kehidupan masyarakat, perlu adanya pemahaman bahwasannya secara hukum masyarakat tidak memiliki perbedaan. Pasalnya setiap orang mempunyai kesataraan hukum yang sama.

Baik orang yang miskin dengan orang yang kaya, semuanya wajib untuk melakukan apa yang telah menjadi aturan sosial dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat.

8. Diferensiasi Pekerjaan

Variasi dari pekerjaan atau profesi sesorang disebut dengan istilah diferensiasi. Pekerjaan ini berhubungan dengan sebuah keahlian atau keterampilan khusus yang dimiliki oleh seorang individu.

Maka dari itu, tidak ada pekerjaan yang Iebih baik maupun lebih tinggi kedudukannya antara satu pekerjaan dengan pekerjaan lainnya. Pasalnya setiap orang yang menduduki posisi di dalam suatu pekerjaan sesuai dengan keahlian yang dimiliki oleh orang tersebut.

Adapun berbagai macam profesi atau pekerjaan di dalam masyarakat, seperti: polisi, guru, dokter, wartawan, tentara, serta arsitek dan lain sebagainya.

9. Diferensiasi Gender

Diferensiasi gender merupakan penggolongan sosial yang berdasarkan dengan perbedaan peran antara laki-laki dengan perempuan secara budaya. Namun apabila kita cermati lagi, baik itu laki-laki maupun perempuan, keduanya sama-sama mempunyai kedudukan dan juga hak yang sama. Mulai dari segi politik, agama, serta segala sesuatu yang berhubungan dengan sistem kehidupan dalam masyarakat.

Adapun contoh dari diferensiasi sosial gender pada kehidupan masyarakat ini adalah dalam bidang perpolitikan. Dalam hal ini keduanya mempunyai kedudukan yang sama.

Meskipun di dalam perpolitikan itu sendiri mempunyai istilah politik identitas. Namun hal seperti itu tidak memberikan pengaruh yang besar antara kedua gender tersebut.

10. Diferensiasi Fisik

Diferensiasi Fisik adalah pengelompokan masyarakat yang di berdasarkan dari perbedaan ciri fisik yang meliputi warna kulit, kontur wajah dan lain sebagainya.

11. Diferensiasi Psikologis

Diferensiasi psikologis merupakan pengelompokan masyarakat yang berdasarkan dari keadaan yang terjadi pada tiap anggota masyarakat. Sehingga dapat mengakibatkan pembangunan pada suatu daerah tersebut menjadi tidak seimbang, hal itu dikarenakan tidak meratanya persebaran dari sumber dayanya.

12. Diferensiasi Umur

Diferensiasi umur merupakan penggolongan masyarakat yang berdasarkan dari umur, bahkan di dalam masyarakat beranggapan bahwa semakin tua seseorang, maka semakin tinggi pula kedudukan sosial yang ia miliki pada masyarakat.

13. Diferensiasi Tingkatan

Deiferensiasi tingkatan lahir dikarenakan adanya ketidakseimbangan dalam hal penyaluran sumber daya yang diperlukan menuju suatu daerah.

14. Diferensiasi Geografis

Diferensiasi geografis merupakan penggolongan masyarakat yang berdasarkan dari letak keberadaan atau daerah di dalam suatu negara.

15. Diferensiasi Fungsional

Sedangkan diferensiasi fungsional lahir karena adanya pembagian spesialisasi dalam bidang pekerjaan. Untuk diferensiasi fungsional sendiri dapat kita jumpai dengan mudah di dalam lingkungan masyarakat.

Faktor Diferensiasi Sosial

Di negara Indonesia memiliki banyak sekali perbedaan suku bangsa, etnis, agama, bahasa, kesenian, serta kedaerahan yang dianggap sebagai suatu ciri atau karakteristik dalam kehidupan sosial.

Dengan adanya keberagaman tersebut juga dianggap sebagai ciri khas dari masyarakat Indonesia yang sifatnya majemuk.

Istilah dari kata ‘majemuk’ ini pertama kali dikemukakan oleh Furnivall yang bertujuan untuk menggambarkan masyarakat Indonesia ketika masa Hindia Belanda berlangsung.

Adapun karakteristik dari masyarakat majemuk yang diutarakan oleh Pierre L. Van den Berghe antara lain adalah sebagai berikut:

  • Adanya dominasi politik dalam suatu kelompok atas kelompok yang lain.
  • Memiliki struktur sosial yang terbagi-bagi ke dalam beberapa lembaga yang sifatnya nonkomplementer.
  • Secara relatif, sering mengalami konflik yang terjadi antara kelompok yang satu dengan kelompok lain.
  • Integrasi sosial tumbuh berkembang di atas paksaan (coercion) serta saling bergantung dalam bidang ekonomi.
  • Kurang mengembangkan konsensus atau kesepakatan antara para anggotanya kepada nilai-nilai yang sifatnya dasar.
  • Berlangsung dalam segmentasi ke dalam beberapa bentuk kelompok subkebudayaan yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya.

Meskipun masyarakat Indonesia bersifat majemuk, tetapi manusia pada dasarnya adalah makhluk yang sama dan sederajat. Dan juga adanya keberagaman yang dimiliki oleh bangsa Indonesia tak lepas dari faktor-faktor penyebabnya.

Berikut ini adalah beberapa faktor penyebab adanya keberagaman sosial.

1. Faktor Agama

Fator agama adalah faktor yang mempunyai pengaruh terbesar terhadap norma dan juga nilai. Pasalnya pada setiap agama terdapat pandangan dan ibadah yang berbeda.

2. Faktor lingkungan

Begitu juga dengan faktor lingkungan juga tutut berperan penting dalam pembedaan nilai serta norma yang berlaku pada setiap daerah.

3. Faktor adat istiadat

Faktor adat istiadat adalah nilai yang sifatnya tidak universal. maksudnya adalah tidak setiap masyarakat dapat menerima nilai tersebut. Sehingga nilai antara satu daerah dengan daerah lainnya berbeda-beda.

4. Faktor tradisi atau budaya

Budaya dalam setiap daerah tentunya berbeda-beda, begitu juga dengan norma serta nilai di dalam suatu daerah juga berbeda-beda. Sehingga hubungan antara budaya dengan nilai merupakan sebuah norma atau nilai di dalam suatu masyarakat yang mempunyai perbedaan masing-masing.

5. Faktor Suku

Suku yang ada di negara Indonesia sungguh beragam, misalnya ada Jawa, Sunda, Betawi, Madura, Minang, dan lainnya. Setiap suku tersebut tentunya memiliki nilai dan juga norma yang berbeda-beda.

Demikianlah materi pembahasan tentang pengertian diferensiasi sosial serta bentuk diferensiasi sosial, jenis diferensiasi sosial, fungsi diferensiasi sosial, ciri-ciri diferensiasi sosial, faktor penyebab diferensiasi sosial dan juga contoh diferensiasi sosial. Jangan lupa pelajari juga materi tentang definisi integrasi sosial yang telah kami sediakan di halaman lainnya.