Pengertian Ekosistem, Komponen, Macam dan Contohnya


Pengertian Ekosistem Definisi Komponen Macam dan Contohnya

Pengertian Ekosistem, Komponen, Macam dan Contohnya. Pembahasan materi mengenai ekosistem yang meliputi definisi, pengertian menurut para ahli, komponen-komponen, tipe, macam, jenis dan contoh ekosistem yang dapat menambah wawasan sobat semua.

Pada artikel sebelumnya telah kami hadirkan materi mengenai definisi sitoplasma dan juga cara reproduksi jamur. Kami yakin terdamparnya sobat di blog ini karena sedang mencari referensi materi biologi tentang definisi ekosistem.

Sangat pas sekali karena hari ini RUMUSPELAJARAN.COM akan mencoba membahas apa yang dimaksud dengan ekosistem. Oke langsung saja mari menuju materi ekosistemekosistem berikut ini.

Pengertian Ekosistem

Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tidak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.

Selain itu ekosistem juga dapat disebut dengan suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi.

Pengertian Ekosistem Menurut Para Ahli

Untuk menambah referensi mengenai definisi ekosistem, mari simak penjelasan ekosistem menurut para ahli biologi berikut ini.

Soemarwoto (1983)

Menurut Soemarwoto, ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk karena adanya hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya.

Odum (1993)

Menurut Odum, ekosistem adalah suatu unit fungsional dasar dalam ekologi, yang di dalamnya terdapat sebuah organisme (hewan, tumbuhan, manusia), serta lingkungannya (lingkungan biotik dan abiotik) yang mana antara keduanya saling memengaruhi satu sama lain.

A.G. Tansley (1935)

Menurut A.G. Tansley, ekosistem adalah suatu unit Ekologi (An Ecological Unit) yang sistemnya terdapat sebuah struktur-struktur dan fungsinya sendiri-sendiri, serta mampu mempengaruhi suatu timbal balik diantaranya.

UU Lingkungan Hidup (1997)

Sedangkan menurut undang-undang lingkungan hidup, ekosistem adalah suatu tatanan hidup yang menjadi satu yang utuh serta menyeluruh antara semua unsur lingkungan hidup dan saling mempengaruhi.

PELAJARI JUGA: CIRI-CIRI HEWAN OMNIVORA

Komponen Pembentukan Ekosistem

Terdapat dua (2) komponen dalam ekosistem, yaiu biotik dan abiotik. Berikut adalah penjelasannya.

1. Biotik

Biotik merupakan suatu istilah yang umumnya digunakan untuk menyebut sesuatu yang hidup (organisme). Komponen biotik adalah suatu komponen yang berfungsi untuk menyusun suatu ekosistem selain komponen abiotik atau tidak bernyawa.

Berdasarkan peran dan fungsinya, makhluk hidup dibedakan menjadi dua macam, antara lain sebagai berikut.

Heterotrof / Konsumen

Komponen heterotrof ini terdiri dari organisme yang menggunakan bahan-bahan organik yang telah disediakan oleh organisme lain sebagai makanannya.

Komponen heterotrof juga dikenal dengan konsumen makro (fagotrof), hal itu dikarenakan makanan yang dimakan berukuran lebih kecil. Beberapa golongan yang termasuk kedalam heterotrof antara lain adalah manusia, hewan, jamur, dan mikrob.

Pengurai / Dekomposer

Pengurai atau dekomposer merupakan organisme yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati. Pengurai juga dikenal sebagai konsumen makro (sapotrof) pasalnya makanan yang dimakan berukuran lebih besar.

Organisme ini menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan melepaskan bahan-bahan yang sederhana yang bisa digunakan kembali oleh produsen.

Bakteri dan jamur termasuk kedalam golongan pengurai. Selain itu, ada juga pengurai yang disebut dengan detritivor, yakni hewan pengurai yang memakan sisa-sisa bahan organik, contohnya adalah kutu kayu.

Tipe dekomposisi ada tiga, antara lain sebagai berikut:

  • Aerobik: oksigen adalah penerima elektron/oksidan
  • Anaerobik: oksigen tidak terlibat. Bahan organik sebagai penerima elektron/oksidan
  • Fermentasi: anaerobik namun bahan organik yang teroksidasi juga sebagai penerima elektron.

2. Abiotik

Abiotik (komponen tak hidup) adalah komponen fisik dan kimia yang merupakan medium atau substrat tempat berlangsungnya kehidupan, atau lingkungan tempat hidup.

Sebagian besar komponen abiotik bervariasi dalam ruang dan waktunya. Komponen abiotik bisa berupa bahan organik dan senyawa anorganik.

Faktor yang memengaruhi distribusi organisme, antara lain sebagai berikut:

  • Suhu, mamalia dan unggas memerlukan energi untuk meregulasi temperatur dalam tubuhnya.
  • Air, organisme di gurun beradaptasi terhadap ketersediaan air di gurun.
  • Garam, konsentrasi garam dapat memengaruhi kesetimbangan air dalam organisme melalui osmosis.
  • Cahaya matahari, Intensitas dan kualitas cahaya memengaruhi proses fotosintesis.
  • Tanah dan batu, beberapa karakteristik tanah yang meliputi struktur fisik, pH, dan komposisi mineral membatasi penyebaran organisme berdasarkan pada kandungan sumber makanannya di tanah.
  • Iklim, kondisi cuaca dalam jangka waktu lama dalam suatu area juga dapat mempengaruhi organisme.

Macam-macam Ekosistem

Secara umum ada tiga macam atau tipe ekosistem, yakni ekositem akuatik (air), ekosistem teresterial (darat), dan ekosistem buatan. Berikut adalah penjelasan dari ketiga tipe ekosistem tersebut.

1. Ekosistem Akuatik (Air)

Ekosistem air atau akuatik sendiri meliputi:

  • Ekosistem pantai

Dinamakan demikian karena yang paling banyak tumbuh di gundukan pasir adalah tumbuhan Ipomoea pes caprae yang tahan terhadap hempasan gelombang dan angin. Tumbuhan yang hidup di ekosistem ini menjalar dan berdaun tebal.

  • Ekosistem sungai

Sungai merupakan suatu badan air yang mengalir ke satu arah. Air sungai dingin dan jernih serta mengandung sedikit sedimen dan makanan. Aliran air dan gelombang secara konstan memberikan oksigen pada air.

Suhu air dapat bervariasi tergantung dengan ketinggian dan garis lintang. Ekosistem sungai biasanya dihuni oleh hewan seperti ikan kucing, gurame, kura-kura, ular, buaya, dan lumba-lumba.

  • Ekosistem air tawar

Ekosistem air tawar memiliki ciri-ciri seperti variasi suhu tidak menyolok, penetrasi cahaya kurang, dan terpengaruh oleh iklim dan cuaca.

Tumbuhan yang paling banyak adalah jenis ganggang, sedangkan lainnya tumbuhan biji. Hampir semua filum hewan terdapat dalam air tawar. Organisme yang hidup di air tawar pada umumnya telah beradaptasi.

  • Ekosistem air laut

Habitat laut (oseanik) ditandai dengan salinitas (kadar garam) yang tinggi dengan ion CI- mencapai 55% terutama di daerah laut tropik, hal itu dikarenakan suhunya tinggi dan penguapan besar.

Di daerah tropik, suhu laut sekitar 25 °C. Perbedaan suhu bagian atas dan bawah tinggi, oleh karena itu terdapat batas antara lapisan air yang panas di bagian atas dengan air yang dingin di bagian bawah yang disebut daerah termoklin.

  • Ekosistem terumbu karang

Ekosistem ini terdiri dari coral yang berada dekat pantai. Efisiensi ekosistem ini sangat tinggi. Hewan-hewan yang hidup di karang memakan organisme mikroskopis dan sisa organik lain.

Berbagai invertebrata, mikro organisme, dan ikan, hidup di antara karang dan ganggang. Herbivora seperti siput, landak laut, ikan, menjadi mangsa bagi gurita, bintang laut, dan ikan karnivora. Adanya terumbu karang di dekat pantai membuat pantai mempunyai pasir putih.

  • Ekosistem laut dalam

Kedalamannya lebih dari 6.000 meter. Biasanya ada lele laut dan ikan laut yang bisa mengeluarkan cahaya. Sebagai produsen terdapat bakteri yang bersimbiosis dengan karang tertentu.

  • Ekosistem lamun

Lamun atau seagrass merupakan satu‑satunya kelompok tumbuh-tumbuhan berbunga yang hidup di lingkungan laut. Tumbuh‑tumbuhan ini biasanya hidup pada habitat perairan pantai yang dangkal.

Seperti rumput di darat, mereka memiliki tunas berdaun tegak dan tangkai‑tangkai yang merayap yang efektif untuk berbiak.

Berbeda dengan tumbuh‑tumbuhan laut lainnya (alga dan rumput laut), lamun berbunga, berbuah dan menghasilkan biji. Mereka juga memiliki akar dan sistem internal untuk mengangkut gas dan zat‑zat hara.

Sebagai sumber daya hayati, lamun banyak dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.

  • Ekosistem estuari

Estuari (muara) adalah tempat bersatunya sungai dengan laut. Estuari biasanya dipagari oleh lempengan lumpur intertidal yang luas atau rawa garam.

Ekosistem estuari mempunyai produktivitas yang tinggi dan kaya akan nutrisi. Komunitas tumbuhan yang hidup di estuari antara lain seperti rumput rawa garam, ganggang, dan fitoplankton. Sedangkan untuk komunitas hewannya antara lain berbagai cacing, kerang, kepiting, dan ikan.

PELAJARI JUGA: PERBEDAAN MONOKOTIL DAN DIKOTIL PADA TUMBUHAN

2. Teresterial (Darat)

Untuk zona dalam ekosistem terestrial ditentukan oleh temperatur dan curah hujan. Ekosistem terestrial bisa dikontrol oleh iklim dan gangguan. Pola ekosistem bisa berubah akibat gangguan seperti petir, kebakaran, atau aktivitas manusia.

  • Sabana

Sabana dari daerah tropik terdapat di wilayah dengan curah hujan 40 sampai 60 inci per tahun, tetapi temepratur dan kelembaban masih tergantung musim.

Sabana terluas di dunia terdapat di Afrika, namun di Australia juga ada sabana yang luas. Hewan yang hidup di sabana antara lain serangga dan mamalia seperti zebra, singa, dan hyena.

  • Padang rumput

Padang rumput berada di daerah yang terbentang dari daerah tropik ke subtropik. Padang rumput mempunyai ciri-ciri seperti curah hujan kurang lebih 25 sampai 30 cm per tahun, hujan turun tidak teratur, porositas (peresapan air) tinggi, dan drainase (aliran air) cepat.

Tumbuhan yang ada terdiri atas tumbuhan terna (herbs) dan rumput yang keduanya sangat tergantung pada kelembapan. Sedangan untuk hewannya antara lain: bison, singa, serigala, anjing liar, zebra, gajah, jerapah, kangguru, serangga, ular dan tikus.

  • Hutan hujan tropis

Hutan hujan tropis berada di daerah tropik dan subtropik. Ciri khas dari hutan ini adalah curah hujan 200 sampai 225 cm per tahun. Spesies pepohonan relatif banyak, jenisnya berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya, hal ini juga tergantung letak geografisnya.

Tinggi pohon utama antara 20 sampai 40 m, cabang-cabang pohon tinggi dan berdaun lebat hingga membentuk tudung (kanopi). Dalam hutan basah terjadi perubahan iklim mikro, yakni iklim yang langsung terdapat di sekitar organisme.

Daerah tudung cukup memperoleh sinar matahari, variasi suhu dan kelembapan tinggi, suhu sepanjang hari sekitar 25 °C. Dalam hutan hujan tropis sering terdapat tumbuhan khas, seperti liana (rotan) dan anggrek sebagai epifit. Sedangkan hewan yang ada di hutan ini antara lain, kera, burung, badak, babi hutan, harimau, dan burung hantu.

  • Hutan gugur

Hutan gugur berada di daerah beriklim sedang yang mempunyai empat musim, ciri-cirinya adalah curah hujan merata sepanjang tahun.

Jenis pohon sedikit (10 s/d 20) dan tidak terlalu rapat. Hewan yang hidup di hutan gugur antara lain rusa, beruang, rubah, bajing, burung pelatuk, dan rakun (sebangsa luak).

  • Gurun

Gurun berada di daerah tropik yang berbatasan dengan padang rumput. Ciri-ciri dari ekosistem gurun ini adalah gersang dan curah hujan rendah (25 cm/tahun)

Suhu antara siang dan malam mengalami perbedaan yang sangat besar. Tumbuhan semusim yang hidup di gurun berukuran kecil. Selain itu, di gurun ditemui juga tumbuhan menahun berdaun seperti duri contohnya kaktus, atau tak berdaun dan mempunyai akar panjang serta memiliki jaringan untuk menyimpan air.

Kemudian hewan yang terdapat di gurun antara lain rodentia, semut, ular, kadal, katak, kalajengking, dan beberapa hewan nokturnal lainnya.

  • Tundra

Tundra berada di belahan bumi sebelah utara di dalam lingkaran kutub utara dan di puncak-puncak gunung tinggi.

Pertumbuhan tanaman di daerah ini hanya 60 hari. Contoh tumbuhan yang dominan di daerah ini adalah sphagnum, liken, tumbuhan biji semusim, tumbuhan perdu, dan rumput alang-alang. Pada dasarnya, tumbuhannya dapat beradaptasi dengan keadaan yang dingin.

  • Taiga

Taiga berada di belahan bumi sebelah utara dan di pegunungan daerah tropik, taiga mempunyai ciri-ciri seperti suhu di musim dingin rendah.

Pada umumnya taiga adalah hutan yang tersusun atas satu spesies seperti konifer, pinus, dan sejenisnya. Tumbuhan basah dan semak sedikit sekali, sementara untuk hewannya antara lain moose, beruang hitam, ajag, dan burung-burung yang bermigrasi ke selatan pada musim gugur.

  • Karst (batu gamping/gua)

Awal mula karst berasal dari nama kawasan batu gamping di wilayah Yugoslavia. Zona karst di Indonesia rata-rata memiliki ciri-ciri yang hampir sama yakni, tanahnya kurang subur untuk pertanian, sensitif terhadap erosi, mudah longsor, bersifat rentan dengan pori-pori aerasi yang rendah, gaya permeabilitas yang lamban dan didominasi oleh pori-pori mikro.

Ekosistem karst mempnyai keunikan tersendiri, dengan keragaman aspek biotis yang tidak dijumpai di ekosistem lain.

3. Buatan

Ekosistem buatan adalah ekosistem yang dibuat oleh manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Ekosistem buatan memperoleh subsidi energi dari luar, tanaman atau hewan peliharaan didominasi pengaruh manusia, dan mempunyai keanekaragaman rendah.

Contoh ekosistem buatan adalah:

  • Sawah irigasi
  • Perkebunan sawit
  • Bendungan
  • Ekosistem pemukiman seperti kota dan desa
  • Ekosistem ruang angkasa.
  • Hutan tanaman produksi seperti jati dan pinus
  • Agroekosistem berupa sawah tadah hujan

Demikianlah pembahasan materi ekosistem yang meliputi pengertian, komponen, macam dan contohnya. Semoga bermanfaat bagi sobat yang sedang mencari referensi pelajaran ekosistem. Jangan lupa pelajari juga definisi gymnospermae dan juga klasifikasi angiospermae yang telah kami sajikan di halaman lainnya.