Pengertian Kalimat Efektif, Ciri, Syarat dan Contohnya

Pengertian Kalimat Efektif Defnisi Ciri Syarat Prinsip dan Contohnya

Pembahasan materi kalimat efektif yang meliputi definisi, ciri-ciri, syarat, prinsip, dan contoh kalimat efektif. Mungkin sobat sudah mendengar pelajaran di sekolah seputar kalimat efektif. Jika sobat memperhatikan bapak/ibu guru menerengkan pasti sudah paham apa yang dimaksud dengan kalimat efektif.

Namun tidak menuntut kemungkinan lupa dengan penjelasan guru tersebut. Mungkin karena sobat tidak rajin membaca atau mengulang apa yang telah disampaikan oleh bapak/ibu guru di sekolahan. Sangat pas sekali sobat berkunjung ke blog ini, karena RUMUSPELAJARAN.COM kali ini akan membahas materi kalimat efektif.

Lantas apa pengertian kalimat efektif, serta apa saja yang harus diperhatikan dalam pembuatan kalimat efektif? Untuk menulis kalimat efektif, sobat harus memperhatikan syarat kalimat efektif. Sebelum kami lanjutkan ke contoh kalimat efektif, ada baiknya jika sobat juga mempelajari materi Bahasa Indonesia lainnya seperti jenis-jenis pantun seloka dan juga contoh frasa yang telah kami hadirkan sebelumnya.

Jika sudah siap mari kita langsung menuju ke penjelasan tentang pengertian kalimat efektif, serta ciri-ciri kalimat efektif, syarat kalimat efektif, dan juga contoh kalimat efektif yang benar. Jangan lupa jua siapkan buku dan alat tulis untuk mencatat poin-poin penting pada materi berikut ini.

Pengertian Kalimat Efektif

Pengertian kalimat efektif adalah suatu kalimat yang disusun sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku, seperti unsur-unsur penting yang harus ada pada setiap kalimat (subjek dan predikat); memperhatikan ejaan yang disempurnakan (EYD); serta cara memilih kata (diksi) yang tepat dalam kalimat. Jika suatu kalimat telah memenuhi kaidah-kaidah tersebut maka akan lebih mudah dipahami oleh pembaca atau pendengar.

JS Badudu berpendapat bahwa kalimat efektif merupakan kalimat yang baik karena apa yang dipikirkan atau dirasakan oleh si pembaca (si penulis dalam bahasa tulis) dapat diterami dan dipahami oleh pendengar (pembaca dalam bahasa tulis) sama benar dengan apa yang dipikirkan atau dirasakan oleh si penulis atau si penutur.

Selain itu, kalmat efektif juga dapat di artikan sebagai jenis kalimat yang dapat memberikan efek tertentu dalam komunikasi yang berupa kejelasan informasi. Kalimat efektif tidak menggunakan kata-kata mubazir, namun juga tidak kekurangan kata.

PELAJARI JUGA: CONTOH TAJUK RENCANA SERTA JUGA CONTOH RESENSI FILM, NOVEL, DAN CERPEN

Ciri-ciri Kalimat Efektif

Adapun ciri khas suatu kalimat dinyatakan sebagai kalimat efektif, berikut adalah ciri-ciri kalimat efektif yang harus sobat ketahui:

  • Lebih menekankan ide pokok.
  • Mengacu kepada penghematan penggunaan kata.
  • Menggunakan kesejajaran bentuk bahasa yang dipakai.
  • Menggunakan diksi yang tepat.
  • Memiliki unsur pokok atau penting, minimal Subjek Predikat (SP).
  • Taat kepada tata aturan ejaan yang disempurnakan (EYD).
  • Menggunakan variasi struktur kalimat.
  • Merupakan komunikasi yang berharkat.
  • Kehematan kata.
  • Pilihan kata yang baik.
  • Menggunakan kesepadanan antara struktur bahasa dan jalan pikiran yang logis dan sistematis.
  • Mewujudkan koherensi yang baik dan kompak.
  • Memperhatikan pararelisme.

PELAJARI JUGA: CIRI-CIRI TEKS CERITA ULANG DAN JUGA STRUKTUR TEKS DESKRIPSI

Syarat Kalimat Efektif

Kalimat efektif memiliki syarat atau prinsip yang harus dipenuhi dalam penulisannya. Berikut adalah enam (6) syarat suatu kalimat dikatakan sebagai kalimat efektif.

1. Kesatuan

Berdasarkan pendapat dari Amran Tasai dan Arifin, kesatuan merupakan keseimbangan antara pikiran atau gagasan dan struktur bahasa yang dipakai. Kesatuan gagasan kalimat ini dapat di lihat dari kesepadanan yang kompak dan kepaduan pikiran yang baik.

Prinsip kesatuan mempunyai ciri-ciri seperti berkut:

  • Subjek dan predikat yang jelas.

Hindari penggunaan kata depan (di, ke, sebagai, dll) sebelum subjek.

Contoh kalimat:

Di kantor para guru mendiskusikan masalah ujian nasional. (Salah)
Para guru mendiskusikan masalah ujian nasional di kantor. (Benar)

  • Tidak terdapat subjek ganda.

Contoh kalimat:

Pembangunan rumah itu kami dibantu oleh warga desa. (Salah)
Dalam membangun rumah itu, kami dibantu oleh warga desa. (Benar)

  • Tidak menggunakan kata penghubung intrakalimat dalam kalimat tunggal.

Contoh kalimat:

Kami datang agak terlambat. Sehingga kami tidak dapat mengikuti acara pembuka. (Salah)
Kami datang agak terlambat. Oleh karena itu, kami tidak dapat mengikuti acara pembuka. (Benar)

  • Predikat kalimat tidak didahului oleh kata “yang”.

Contoh kalimat:

Bahasa Indonesa yang berasal dari bahasa Melayu. (Salah)
Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu. (Benar)

2. Kehematan

Menurut pendapat Finoza, kehematan merupakan usaha menghindari penggunaan kata yang tidak perlu. Maksud hemat disini adalah tidak memakai kata-kata mubazir, tidak menjamakkan kata yang sudah berbentuk jamak, serta tidak mengulang subjek. Kalimat akan menjadi padat dan berisi jika menghemat kata.

Contoh kalimat kehematan:

Karena ia tidak diundang, dia tidak datang. (Salah)
Karena tidak diundang, dia tidak datang. (Benar)

3. Keparalelan

Amran Tasai dan Arifin berpendapat bahwa keparalelan adalah kesamaan bentuk yang digunakan dalam kalimat tersebut. Sehingga dapat dikatakan apabila pada kata pertama berbentuk verba, maka kata kedua juga harus berbentuk verba.

Contoh kalimat keparalelan:

Sang guru menjelaskan, memaparkan, dan penerapan sebuah aplikasi pada para murid. (Salah)
Sang tutor menjelaskan, memaparkan, dan menerapkan sebuah aplikasi pada para murid. (Benar)

4. Kelogisan

Kelogisan menurut Arifin dan Amran Tasai ialah ide kalimat itu bisa diterima oleh akal dan penulisannya sesuai dengan EYD yang berlaku.

Contoh kalimat efektif kelogisan:

Waktu dan tempat kami persilakan. (Salah)
Bapak guru kami persilakan. (Benar)

5. Kepaduan / Koherensi

Finoza berpendapat bahwa kohorensi atau kepaduan merupakan terjadinya hubungan yang padu antara unsur-unsur pembentukan kalimat. Dengan memenuhi syarat ini, diharapkan nantinya setiap informasi yang diterima tidak terpecah-pecah.

Contoh kalimat kepaduan (kohorensi):

Ayam memakan adik tadi pagi. (Salah)
Adik memakan ayam tadi pagi. (Benar)

Mereka membahas daripada kehendak rakyat. (Salah)
Mereka membahas kehendak rakyat. (Benar)

6. Ketepatan

Ketepatan menurut Finoza ialah kesesuaian atau kecocokan penggunaan unsur-unsur yang membentuk suatu kalimat sehingga mewujudkan pengertian yang bulat dan pasti.

Sebagai contoh kalimat ketepatan, dibawah ini tentang kesalahan dalam penggunaan tanda koma:

Ari lupa bagaimana cara melukis, mengecat dan berjahitan. (Salah)
Ari lupa bagaimana cara melukis, mengecat, dan menjahit. (Benar)

Contoh Kalimat Efektif dalam Paragraf

Berikut adalah contoh kalimat efektif dalam sebuah paragraf, semoga dengan contoh dibawah ini sobat bisa membuat contoh kalimat efektif sendiri.

Adi adalah mahasiswa Universitas Indonesia. Adi bersama temannya kontrak rumah tak jauh dari Stasiun Lenteng Agung. Mereka pergi ke kampus dengan menggunakan transportasi umum berupa KRL Jabodetabek. Bukan hanya Adi, banyak sekali mahasiswa Universitas Indonesia yang suka menggunakan KRL Jabodetabek karena dianggap menghemat waktu dan nyaman.

Demikianlah pembahasan materi pengertian kalimat efektif, ciri, syarat dan contoh kalimat efektif dalam paragraf. Semoga bermanfaat bagi sobat dan setelah membaca materi ini sobat mengetahu bagaimana cara membuat kalimat efektif. Jangan lupa pelajari juga materi definisi puisi dan juga jenis-jenis pantun yang telah kami sajikan di halaman lainnya.