Pengertian Kalimat Langsung dan Tidak Langsung, Tata Cara Penulisan, Ciri, Fungsi, Contohnya


Pengertian Kalimat Langsung dan Tidak Langsung Tata Cara Penulisan Ciri Fungsi Contohnya

Pengertian Kalimat Langsung dan Tidak Langsung, Tata Cara Penulisan, Ciri, Fungsi, Contohnya. Pembahasan materi tentang definisi kalimat langsung dan kalimat tidak langsung yang meliputi cara penulisan, ciri-ciri, fungsi serta contoh-contoh kalimat langsung dan tidak langsung yang sering kita gunakan didalam kehidupan sehari-hari, sehingga kita dapat mengetahui apa yang menjadi perbedaan dari kalimat langsung dan tidak langsung.

Didalam bahasa Indonesia sendiri banyak seklai macam-macam atau jenis kalimat seperti kalimat tunggal, kalimat majemuk, dan kalimat deskripsi. Namun tak jarang pula ada yang belum belum paham tentang kalimat langsung dan kalimat tidak langsung.

Mungkin ini adalah alasan sobat terdampar di blog ini lantaran sedang mencari referensi tentang kalimat langsung dan kalimat tidak langsung. Sangat pas sekali kali karena hari ini tim redaksi RUMUSPELAJARAN.COM akan mencoba membahas materi bahasa indonesia mengenai definisi kalimat langsung dan tidak langsung.

Pada artikel sebelumnya juga telah kita bahas tentang definisi teks diskusi, teks eksposisi dan juga contoh teks ulasan maka dari itu akan kami lanjukan dengan pembahasan kalimat langsung dan kalimat tidak langsung. Berikut ini adalah penjelasannya.

Pengertian Kalimat Langsung

Kalimat langsung merupakan salah satu jenis kalimat dari hasil sebuah kutipan lewat pernyataan seseorang atau pembicaraan seseorang secara langsung yang sama persis seperti apa yang dikatakannya, tanpa penambahan ataupun pengurangan kata.

Pengertian Kalimat Tidak Langsung

Kalimat tidak langsung ialah kalimat yang memberitahukan atau melaporkan kembali perkataan orang lain dalam bentuk kalimat berita. Yaitu disampaikan dengan cara tidak langsung atau tidak menggunakan tanda petik.

Ciri-ciri Kalimat Langsung

Berikut ini adalah ciri-ciri dari kalimat langsung yang harus sobat ketahui:

  • Ditandai dengan tanda petik di awal dan akhir kalimat.
  • Huruf pertama harus menggunakan huruf kapital.
  • Kalimat petikan dengan kalimat pengiringnya dipisahkan menggunakan tanda baca koma (,).
  • Kalimat langsung yang berurutan harus menggunakan tanda baca titik dua (:) di bagian awal depan kalimat langsung.
  • Pola susunan yang sering digunakan dalam kalimat langsung yaitu:
    • Kalimat pengiring lalu diikuti dengan kalimat kutipan.
    • Kalimat kutipan lalu diikuti kalimat pengiring.
    • Diawali dengan menggunakan kalimat kutipan lalu kalimat pengiring dan terakhir yaitu kalimat kutipan lagi.
  •  Cara membaca kalimat langsung menggunakan nada atau intonasi yang sedikit ditekan.

Ciri-ciri Kalimat Tidak Langsung

Untuk membedakan apakah itu kalimat tidak langsung atau kalimat langsung, maka sobat harus memahami ciri-ciri kalimat tidak langsung dengan baik dan benar.

Berikut ini adalah ciri-ciri kalimat tidak langsung:

  • Berbeda dengan kalimat langsung, pada kalimat tidak langsung penulisanya tidak menggunakan tanda petik.
  • Nada atau intonasi yang digunakan yaitu datar dan terkesan menurun pada bagian akhir kalimat.
  • Tokoh yang digunakan mengalami perubahan, yaitu sebagai berikut:
    • Kata ganti pada orang pertama berubah menjadi kata ganti orang ke tiga.
    • Kata ganti pada orang kedua menjadi orang pertama
    • Kata ganti orang secara jamak atau kita berubah menjadi kami dan mereka. Hal ini tergantung pada konteks kalimat yang dibuat.
  • Menggunakan kata penghubung yang disebut dengan konjugasi. Contoh kata penghubungnya adalah: supaya, agar, untuk, tentang dan kata hubung yang lainya.

Cara Menulis Kalimat Langsung

Ada beberapa hal yang perlu sobat diperhatikan dengan baik dalam penulisan kalimat langsung, apalagi pada bagian penggunaan tanda bacanya. Berikut ini adalah cara penulisan kalimat langsung yang benar:

Bagian kalimat petikan harus diapit menggunakan tanda petik dua (“) bukan tanda petik satu (‘)

Penggunaan tanda petik pada bagian penutup dipakai setelah tanda baca yang mengakhiri kalimat langsung tersebut.

Adapaun contoh penulisan pada aturan diatas yaitu sebagai berikut:

Saiful mengatakan, “Aku akan pergi ke Malang besok”

Pada aturan kalimat pengiring harus diakhiri dengan tanda koma. Namun terkadang juga bisa menggunakan tanda titik dua dan penggunaan spasi jika kalimat dengan bagian kalimat pengiring terletak sebelum kalimat petikan.

Contohnya: Saiful bertanya, “kalian semua sudah mandi apa belum?”

Apabila menggunakan dua kalimat petikan, penulisan huruf awal kalimat tersebut harus memakai huruf kapital. Kecuali jika awal bagian huruf tersebut menjelaskan tentang suatu tokoh atau nama orang dan sapaan.

Contohnya: ” Cobalah meminta kepada ibu saja”, kata nenek, “dia pasti akan memberikanya untukmu.”

Dan contoh yang kedua adalah sebagai berikut:

Mufus mengatakan, “Aku akan pergi ke barat”
Padahal kata Rina, “Roni pergi ke timur.”

Penjelasan diatas adalah cara penulisan kalimat langsung yang baik dan benar. Dan yang terpenting dalam kalimat langsung adalah pada penggunaan tanda bacanya. Pasalnya jika salah menggunakan tanda bacanya akan mengubah makna yang terkandung didalam kalimatnya tersebut.

Selain itu, tanda baca juga mempunyai fungsi sebagai penentu intonasi bagi pembacanya. Sehingga pembacanya dapat menyampaikan informasi dengan baik dan benar sesuai dengan yang dilakukan oleh sumber.

Cara Penulisan Kalimat Tidak Langsung

Cara menulis kalimat tidak langsung yang baik dan benar adalah sesuai dengan aturan penulisan EYD, terutama adalah hal penggunaan tanda bacanya. Penggunaan tanda baca harus diperhatikan untuk memperoleh penulisan kalimat yang benar.

Sebagai contohnya adalah penggunaan tanda koma untuk memisahkan anak kalimat dengan kalimat inti. Biasanya penulis mendahulukan induk kalimat.

Penulisan kalimat dan semua penggunaan tanda baca harus sesuai dengan aturan didalam bahasa Indonesia. Pasalnya, dalam penulisan kalimat tidak langsung juga sudah mempunyai aturan yang sudah jelas.

Contoh Kalimat Langsung

Berikut ini adalah beberapa contoh kalimat langsung:

  1. “Ibu menyuruh, “belikan bawang diwarung.”
  2. “kamu memang anak yang penurut.” kata ayah kepada ani
  3. Kata Luffy, “aku nanti sore akan pergi ke lapangan.”
  4. “Siapa yang menjadi tersangka dalam kasus tersebut?” tanya wartawan kepada hakim.
  5. “Masuk ke bus jangan dorong-dorongan” Kata bu guru kepada murid-muridnya.
  6. Bapak berkata, “adek harus rajin belajar supaya pintar ya”
  7. “Aku sangat lelah hari ini setelah mencangkul di ladang.” Kata bapak kepada ibu setelah pulang dari ladang.
  8. Kata Andi,”Coba kamu tolong aku untuk mengangkat kursi ini ke sana”
  9. Nenek berkata,”Lia jangan mainan hp terus ya, kamu juga harus belajar”
  10. Kata ketua rombongan,”Terima kasih atas sambutan kalian semua pada kunjungan yang pertama ini”
  11. Kata ibu, “Cepatlah pulang karena hujan lebat akan segera turun.”
  12. “Belikan saya laptop baru!.”Pinta Zoro kepada ayahnya.
  13. Pak guru menegaskan ,”yang penting itu bukan kita maju, tetapi bagaimana cara kita untuk mencapai kemajuan tersebut!”
  14. Rina berkata,”Adikku berhasil memenangkan lomba catur di kampung!.”
  15. “Aku akan kembali nanti malam.” Kata Jito.
  16. “Dwi nanti pulang sekolah bareng ya?.” Kata Marno
  17. Ibu berkata,”Saya akan pergi ke rumah nenek untuk beberapa saat.”
  18. “Apa kamu paham tentang rumus ini?” tanya Alfian
  19. “Dimana nenek tinggal?.” tanya Tari
  20. “Saya belum siap-siap!,” Kata Ratna dari dalam kamarnya “Tunggu lima menit lagi.!”
  21. Bapak berkata,”Kamu tadi dicari Erda sama Randi”
  22. Paman bertanya,”Kapan kamu main ke rumah paman di Semarang?”
  23. Mika berkata,”mampir dulu yuk ke warteg sebentar?”
  24. Kakek berkata,”Aku ingin membeli buah apel itu”
  25. Ibu berkata,”Malam nanti kamu wajib belajar!.”
  26. “Apa badanmu masih sakit?” tanya nenek
  27. Devi berkata,”Aku akan pergi ke bandung besok pagi”

Contoh Kalimat Tidak Langsung

Dan berikut ini adalah contoh-contoh kalimat tidak langsung:

  1. Sri mengatakan bahwa dia akan main kerumahku nanti sore.
  2. Bapak menyuruhku untuk membelikan rokok diwarung.
  3. Ibu mengatakan padaku bahwa aku harus rajin belajar.
  4. Wartawan bertanya kepada pak hakim siapa yang menjadi tersangka.
  5. Angga berkata kepada bibinya bahwa dia dipanggil oleh nenek untuk makan siang.
  6. Polisi berhasil menangkap basah ke lima perampok dan membawanya ke kantor polisi menggunakan mobil polisi.
  7. Ibu berkata kepadaku bahwa aku jangan main hp saja, tetapi juga harus belajar karena hampir ujian.
  8. Adik pamit kepada ayah, bahwa dia akan pergi mengaji bersama teman-teman.
  9. Ayah berkata kepadaku bahwa aku harus rajin belajar.
  10. Ibu mengatakan bahwa aku harus pulang lebih cepat karena hujan akan turun nanti sore.
  11. Ketua kelompok mengucapkan terima kasih karena kalian sudah datang pada acara kunjungan.
  12. Warno mengatakan kepadaku bahwa nanti malam akan belajar bersama.
  13. Atika menanyakan kapan uangnya saya kembalikan.
  14. Sari minta dibelikan handphone baru.
  15. Pak guru mengatakan bahwa yang penting dalam hidup itu bukan hasilnya, melainkan proses yang dilalui untuk mendapatkan hasilnya.
  16. Bayu mengatakan kepada Linda bahwa nanti sore akan pulang bersama.
  17. Ibu mengatakan bahwa dia akan pergi kerumah nenek untuk beberapa saat.
  18. Pak Joko menanyakan apakah aku mengerti tentang rumus matematika yang tadi dijelaskan atau tidak.
  19. Ratna mengatakan bahwa adiknya juara satu catur didesanya.
  20. Dian menanyakan dimana sekarang aku sekolah.
  21. Paman bertanya kapan aku berkunjung ke Semarang.
  22. Verina mengatakan bahwa dia belum siap dan meminta untuk ditunggu lima menit lagi.
  23. Ayahku berkata bahwa ingin mempunyai mobil sendiri.
  24. Ibu menanyakan kepadaku apakah badanku masih sakit semua.
  25. Galang meminta ku untuk datang kerumahnya di Malang.
  26. Rani mengatakan kepadaku bahwa aku harus segera pulang karena aku dipanggil ayahku.

Fungsi Kalimat Langsung dan Tidak Langsung

Kalimat langsung pada umumnya digunakan untuk menegaskan suatu kalimat. Kalimat langsung juga bisa digunakan untuk memberikan perintah atau mengajukan permintaan kepada seseorang. Bahkan juga digunakan untuk memberikan informasi dkepada orang lain.
Berbagi informasi dengan orang lain menggunakan kalimat langsung atau bahasa langsung, yang sama persis dengan apa yang didapatkan dari sumber utamanyab tidak menambahkan atau menguranginya.

Sedangkan untuk kalimat tidak langsung biasanya digunakan sebagai bahasa untuk menyampaikan berita. Bahasa yang digunakan dalam menyampaikan berita adalah bahasa penyampaian berita dan bukan lagi bahasa asli dari sumbernya.

Demikianlah pembahasan materi kalimat langsung dan tidak langsung yang meliputi definisi tata cara menulis, ciri, fungsi, contoh kalmat langsung dan tidak langsung. Jangan lupa pelajari juga pengertian cerpen dan juga definisi puisi yang telah kami sajikan di halaman lainnya.