Pengertian Lembaga Sosial, Jenis, Ciri, Karakteristik, Syarat, Fungsi dan Contohnya


Pengertian Lembaga Sosial Definisi Jenis Macam Ciri Karakteristik Syarat Fungsi dan Contohnya

Pengertian Lembaga Sosial, Jenis, Ciri, Karakteristik, Syarat, Fungsi dan Contohnya. Pembahasan tentang lembaga sosial yang meliputi definisi secara umum maupun pengertian lembaga sosial menurut para ahli, ciri, karakter, syarat, fungsi, macam-macam lembaga sosial dan contoh lembaga sosial bersama situs pendidikan RumusPelajaran.com.

Sebelumnya telah kita bahas pengertian sosiologi dan juga definisi integrasi sosial maka hari ini akan kami lanjutkan dengan pembahasan mengenai lembaga sosial atau lembaga kemasyaratakan. Lalu apakah yang dimaksud dengan lembaga sosial?

Meskipun diantara sobat sudah ada yang paham mengenai apa itu lembaga sosal, kami juga meyakini terdamparnya sobat di blog ini karena sedang mencari referensi penjelasan tentang lembaga sosial baik itu untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan maupun untuk mengerjakan tugas sekolah.

Maka adari itu tim redaksi RUMUSPELAJARAN.COM akan mencoba mengulas materi pelajaran tentang lembaga sosial mulai dari pengertian, jenis, macam, ciri, karakeristik, fungsi, syarat dan juga contoh lembaga sosial. Langsung saja mari simak penjelasan pengertian lembaga sosial berikut ini.

Pengertian Lembaga Sosial

Lembaga sosial adalah suatu lembaga yang diciptakan maupun dibentuk dengan tujuan yang mulia demi terwujudnya kepentingan masyarakat. Lembaga sosial merupakan lembaga yang beroperasi tanpa mengharapkan iming-iming harta maupun keuntungan.

Selain itu, Lembaga sosial juga merupakan suatu lembaga yang memiliki tujuan untuk mempermudah berbagai aspek kehidupan masyarakat yang terdapat di sekitarnya.

Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa lembaga sosial adalah lembaga atau organisasi baik resmi maupun tidak resmi yang diciptakan/dibangun atas landasan sosial serta memiliki tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam masyarakat.

Lembaga sosial sendiri memiliki peran sebagai lembaga pembentuk, pemersatu, pendidik, penghukum, pemerintah sekaligus pengayom masyarakat yang terdapat di sekitar lembaga sosial tersebut.

Pengertian Lembaga Sosial Menurut Para Ahli

Untuk lebih jelas mengenai definisi lembaga sosial, berikut ini beberapa pendapat para ahli tentang lembaga sosial.

W. Hamilton

Yang pertama adalah pengertan lembaga sosial menurut W. Hamilton, yaitu tata cara kehidupan kelompok masyarakat, yang apabila dilanggar akan dijatuhi berbagai derajat sanksi.

Roucek dan Warren

Selanjutnya menurut Roucek dan Warren, lembaga sosial merupakan berbagai macam pola yang telah memiliki posisi yang pasti atau tetap dengan tujuan untuk mempersatukan berbagai kebutuhan manusia yang muncul dari kebiasaan-kebiasaan dengan memperoleh persetujuan dengan berbagai cara yang sudah tidak terelakan lagi.

Selain itu, Roucek dan Warren juga menyampaikan bahwa lembaga sosial adalah lembaga yang bertujuan untuk memenuhi konsep kesejahteraan masyarakat serta menghasilkan sebuah struktur.

Paul Horton dan Chester L.Hunt

Kemudian lembaga sosial menurut Paul Hourton dan Chester L. Hunt adalah sistem norma-norma sosial dan hubungan-hubungan yang menyatukan nilai-nilai dan prosedur-prosedur tertentu dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar suatu masyarakat.

Peter L. Berger

Pengertian lembaga sosial menurut Peter L. Berger adalah suatu prosedur yang menyebabkan perbuatan manusia ditekan oleh pola tertentu dan dipaksa bergerak melalui jalan yang dianggap sesuai dengan keinginan masyarakat.

W.G. Summer

Pengertian lembaga sosial menurut W.G. Summer, jika dilihat dari sudut kebudayaan dapat diartikan sebagai cita-cita, perbuatan, sikap serta berbagai perlengkapan kebudayaan, yang mempunyai sifat kekal dan memiliki tujuan untuk memenuhi semua kebutuhan masyarakat.

W.G. Summer juga menyampaikan bahwa yang paling penting dari lembaga sosial adalah agara terdapat keteraturan dan juga integrasi dalam masyrakat.

Alvin L. Bertrand

Alvin L. Bertrand berpendapat bahwa lembaga sosial pada hakikatnya merupakan sebuah sekumpulan/golongan dari berbagai norma sosial (struktur-strukur sosial) yang telah dicipakan atau dibentuk agar bisa melaksanakan fungsi masyarakat dengan baik dan mudah.

Alvin L. Bertrand juga menyampaikan bahwa lembaga-lembaga tersebut meliputi sekumpulan/segolongan norma dan bukan norma yang berdiri sendiri/mandiri.

Mayor Polak

pengertian lembaga sosial menurut Mayor Polak adalah sistem peraturan dan adat istiadat yang mempertahankan nilai-nilai penting.

Robert Mac Iver dan CH. Page

Pengertian lembaga sosial menurut Robert Mac Iver dan CH. Page adalah berbagai bentuk prosedur yang mapan, serta menjadi ciri atau karakteristik untuk aktivitas kelompok. Kemudian kelompok yang melakukan berbagai patokan itu disebut sebagai asosiasi.

Leopold Von Wiese dan Becker

Pengertian lembaga sosial menurut Leopold Von Wiese dan Becker adalah jaringan proses antar manusia dan antar kelompok yang berfungsi untuk memelihara hubungan itu serta pola-polanya sesuai dengan minat dan kepentingan individu dan kelompok tersebut.

Soerjono Soekanto

Pengertian Lembaga sosial menurut Soerjono Soekanto adalah himpunan dari beragam norma dari segala tindakan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok dalam kehidupan masyarakat.

Koentjaraningrat

Dan yang terakhir adalah arti lembaga sosial menurut Koentjaraningrat adalah sebuah sistem tata kelakuan dalam hubungan yang memiliki pusat pada beragam aktivitas yang memiliki tujuan guna kompleksitas kebutuhan khusus di dalam kehidupan masyarakat.

Jenis Lembaga Sosial

Adapun macam-macam lembaga sosial yang ada di lingkungan masyarakat. Berikut ini adala jenis-jenis lembaga sosial yang membedakan satu sama lain.

1. Lembaga Keluarga

Keluarga adalah satu unit sosial yang paling kecil di dalam masyarakat serta menjadi lembaga pertama yang menaungi seorang individu setelah mereka dilahirkan.

Peranan keluarga sangatlah penting didalam kehidupan masyarakat, pasalnya kepribadian seseorang akan dibentuk mulai dari keluarga.

Sedangkan untuk proses terciptanya sebuah keluarga pada umumnya adalah melalui perkawinan atau pernikagan yang sah menurut agama, adat ataupun pemerintah dengan proses seperti dibawah ini:

  • Dimulai dengan terdapat interaksi antara pria dengan wanita.
  • Interaksi dilaksanakan secara berulang-ulang, kemudian menjadi hubungan sosial yang lebih intim sehingga berlangsunglah proses perkawinan.
  • Sesudah perkawinan, maka terciptalah bibit keturunan , dan selanjutnya terbentuk keluarga inti.

2. Lembaga Pendidikan

Lembaga Pendidikan adalah sebuah lembaga yang berperan sebagai tempat berlangsungnya pembelajaran yang ditempuh seseorang guna mengubah dan mengatur tingkah lakunya menjadi individu yang lebih baik.

Menurut Horton dan Hunt, lembaga pendidikan berhubungan dengan fungsi yang nyata atau manifes adalah sebagai berikut:

  • Untuk mempersiapkan anggota masyarakat dalam mencari nafkah.
  • Mengembangkan bakat seorang individu baik itu untuk kepuasan pribadi maupun untuk kepentingan masyarakat.
  • Melestarikan kebudayaan.
  • Menanamkan bakat atau keterampilan yang diperlukan untuk partisipasi dalam demokrasi.

Selain itu, fungsi laten dalam lembaga pendidikan diantanyara adalah sebagai berikut:

  • Mengurangi kontrol atau pengendalian orang tua. Dengan lewat pendidikan sekolah, orang tua akan melimpahkan tugas dan juga wewenangnya dalam hal mendidik anak terhadap sekolah tersebut.
  • Memfalisitasi media untuk pembangkangan. Sekolah mempunyai potensi dalam menanamkan nilai pembangkangan yang ada di masyarakat. Hal ini bisa kita lihat dengan terdapat paham yang berbeda antara sekolah dengan masyarakat mengenai suatu hal, sebagai contoh pendidikan seks dan sikap terbuka.
  • Mempertahankan sistem kelas sosial. Pendidikan sekolah diharapkan bisa mensosialisasikan pada para anak didiknya guna menerima perbedaan prestise, privilese, serta status yang terdapat dalam masyarakat. Sekolah juga diharapkan akan menjadi saluran mobilitas siswa ke status sosial yang lebih tinggi atau paling tidak sesuai dengan status kedua orang tuanya.
  • Memperpanjang masa remaja. Pendidikan sekolah bisa juga untuk memperlambat masa dewasa seseorang sebab siswa masih bergantung secara ekonomi terhadap orang tuanya.

Sedangkan menurut David Popenoe, ada empat (4) macam dari fungsi pendidikan. Berikut ini adalah fungsi pendidikan dari David Popenoe:

  • Mengajarkan dan memilih peranan sosial.
  • Sekolah akan mengajarkan corak kepribadian.
  • Transmisi (pemindahan) kebudayaan.
  • Sumber inovasi sosial.
  • Menjamin integrasi sosial.

3. Lembaga Ekonomi

Pada dasarnya lembaga ekonomi memiliki tujuan serta fungsi untuk memenuhi kebutuhan pokok manusia demi melanjutkan kelangsungan hidup di dalam masyarakat.

Untuk lebih jelasnya berikut ini adalah beberapa fungsi dari lembaga ekonomi:

  • Memberikan pedoman mengenai cara pengupahan.
  • Memberikan pedoman mengenai harga jual beli barang.
  • Memberikan pedoman mengenai cara pemutusan hubungan kerja.
  • Memberikan pedoman guna melaksanakan pertukaran barang atau yang disebut juga dengan barter.
  • Memberikan pedoman tentang cara menggunakan tenaga kerja.
  • Memberikan pedoman guna memperoleh bahan pangan.
  • Memberikan identitas untuk masyarakat.

4. Lembaga Agama

Lembaga Agama adalah suatu sistem kepercayaan/keyakinan serta praktik keagamaan dalam masyarakat yang sudah dirancang dan telah dibakukan.

Utntuk lebih jelasanya berikut ini kami sampakan beberapa fungsi dari lembaga agama:

  • Sebagai pedoman hidup.
  • Sebagai sumber kebenaran.
  • Sebabagai pengatur hubungan manusia dengan manusia serta manusia dengan Tuhannya.
  • Tuntutan prinsip yang benar dan yang salah.
  • Pedoman pengungkapan perasaan kebersamaan di dalam agama yang diwajibkan untuk senantiasa berbuat baik kepada sesama.
  • Pedoman keyakinan manusia untuk selalu berbuat baik diikuti dengan kepercayaan bahwa perbuatannya itu adalah kewajiban dari Tuhan serta percaya bahwa perbuatannya itu akan mendatangkan pahala, meski perbuatan yang dilakukan sederhana.
  • Pedoman tentang keberadaan yang pada hakikatnya makhluk hidup di dunia merupakan ciptaan Tuhan semata.
  • Pengungkapan estetika manusia yang cenderung akan lebih menyukai keindahan sebab kecantikan atau keindahan adalah salah satu bagian dari jiwa manusia.
  • Pedoman yang digunakan untuk rekreasi dan hiburan. Dalam mencari kepuasan batin lewat rekreasi serta hiburan, tanpa melanggar kaidah agama yang ada.

5. Lembaga Politik

Lembaga politik merupakan lembaga yang bertugas untuk menangani semua masalah administrasi serta tata tertib umum demi terwujudnya ketentraman dan juga keamanan dalam masyarakat.

Lembaga politik sendiri memiliki lembaga pembantu diantaranya yaitu: sistem hukum dan perundang-undangan, kepolisian, angkatan bersenjata, kepegawaian, kepartaian dan hubungan diplomatik.

Sedangkan bentuk institusi atau pranata politik yang mengatur semua kegiatan di atas disebut sebagai negara.

Untu lebih jelasnya berikut ini kami hadirkan beberapa fungsi dari lembaga politik:

  • Sebagai pelembagaan norma lewat undang-undang yang telah disebutkan oleh badan-badan legislatif.
  • Melaksanakan undang-undang yang sudah disepakati.
  • Bertugas menyelesaikan konflik yang tengah terjadi di antara para masyarakat yang berkaitan.
  • Menyelenggarakan pelayanan seperti perawatan kesehatan, pendidikan, kesejahteraan dan yang lainnya.
  • Melindungi para masyarakat atau warga negara dari berbagai serangan bangsa lain.
  • Memelihara kesiapsiagaan atau kewaspadaan dalam menghadapi datangnya bahaya.

6. Lembaga Hukum

Lembaga hukum dalam fungsinya merupakan sebagai alat pengatur hubungan antar masyarakat agar terwujudnya keadilan sosial, baik lahir maupun batin, serta sebagai alat untuk menyelesaikan sengketa dalam kehidupan masyarakat berbagai kalangan.

Untuk lebih jelasnya berikut ini adalah beberapa fungsi dari lembaga hukum dalam kehidupan masyarakat:

  • Sebagai penentuan wewenang secara terperinci siapa yang bisa melakukan penegakkan hukum, siapa yang harus menaatinya dan siapa yang akan memilih sanksi yang tepat dan adil. Sebagai contohnya pada konsep hukum konstitusi negara.
  • Sebagai alat atau media penyelesaian sengketa, sebagai contoh persengekataan harta waris bisa cepat selesai dengan ketetapan hukum waris yang telah diatur dalam hukum perdata.
  • Sebagai alat penggerak pembangunan, daya yang mengikat serta memaksa dari hukum bisa dipakai atau didayagunakan guna menggerakkan pembangunan. Dengan begitu hukum mampu membawa masyarakat ke arah yang lebih maju.
  • Sebagai media yang mengatur tata tertib dalam hubungan masyarakat. Dalam arti, hukum memiliki fungsi untuk menunjukkan manusia mana yang baik, dan mana yang buruk, sehingga segala halnya bisa berjalan dengan teratur dan tertib.
  • Memelihara keterampilan atau kemampuan masyarakat dalam hal menyesuaikan diri dengan keadaan kehidupan yang berubah-ubah, yakni dengan cara merumuskan kembali berbagai hubungan esensial antara tiap-tiap anggota dalam masyarakat.
  • Sebagai sarana dalam mewujudkan keadilan sosial lahir sekaligus batin. Hukum bisa memberi keadilan, dalam arti bisa menentukan siapa yang salah, dan siapa yang benar, bisa memaksa supaya segala aturan bisa ditaati (mengikat) dengan ancaman sanksi untuk siapa saja yang melanggar aturan tersebut.

7. Lembaga Budaya

Dan yang terakhir adalah Lembaga budaya , yang mana lembaga budaya merupakan lembaga publik pada sebuah negara yang berperan dalam pengembangan budaya, ilmu pengetahuan, lingkungan, seni, serta pendidikan pada masyarakat di suatu daerah atau negara.

Sedangkan unuk fungsi dari adanya lembaga budaya itu sendiri adalah untuk melestarikan budaya yang ada di Indonesia.

Ciri dan Karakter Lembaga Sosial

Meskipun suatu lembaga sosial adalah sebuah konsep yang abstrak, namun ia juga memiliki sejumlah ciri dan karakter yang dapat dikenali.

Menurut pendapat yang disampaikan oleh J.P Gillin di dalam karyanya yang berjudul “Ciri-ciri Umum Lembaga Sosial” (General Features of Social Institution) menjelasakan ciri dan karakter dari lembaga sosial sebagai berikut:

  • Lembaga sosial merupakan organisasi pola-pola pemikiran dan perilaku yang terwujud melalui aktivitas-aktivitas masyarakat dan hasil-hasilnya. Ia terdiri atas kebiasaan-kebiasaan, tata kelakukan, dan unsur-unsur kebudayaan lain yang tergabung dalam suatu unit yang fungsional.
  • Lembaga sosial juga dicirikan oleh suatu tingkat kekekalan tertentu. Oleh sebab itu, lembaga sosial merupakan himpunan norma-norma yang berkisar pada kebutuhan pokok, maka sudah sewajarnya apabila terus dipelihara dan dibakukan.
  • Lembaga sosial mempunyai satu atau beberapa tujuan tertentu. Lembaga pendidikan sudah pasti memiliki beberapa tujuan, demikian juga lembaga perkawinan, perbankan, agama, dan lain-lain.
  • Terdapat alat-alat perlengkapan yang dipergunakan untuk mencapai tujuan lembaga sosial. Sebagai contoh adalah rumah untuk lembaga keluarga serta masjid, gereja, pura, dan wihara untuk lembaga agama.
  • Pada umumnya lembaga sosial juga ditandai oleh lambang-lambang atau simbol-simbol tertentu. Lambang-lambang tersebut secara simbolis menggambar tujuan dan fungsi lembaga yang bersangkutan. Misalnya, cincin kawin untuk lembaga perkawinan, bendera dan lagu kebangsaan untuk negara, serta seragam sekolah dan badge (lencana) untuk sekolah.
  • Lembaga sosial mempunyai tradisi tertulis dan tidak tertulis yang merumuskan tujuan, tata tertib, dan lain-lain. Sebagai contoh, izin kawin dan hukum perkawinan untuk lembaga perkawinan.

Kemudian seorang ahli sosial yang bernama John Conen juga menyampaikan karakteristik dari lembaga sosial. Menurutnya terdapat sembilan ciri khas atau karakteristik lembaga sosial sebagai berikut.

  • Setiap lembaga sosial bertujuan memenuhi kebutuhan khusus masyarakat.
  • Setiap lembaga sosial mempunyai nilai pokok yang bersumber dari anggotanya.
  • Dalam lembaga sosial ada pola-pola perilaku permanen menjadi bagian tradisi kebudayaan yang ada dan ini disadari anggotanya.
  • Ada saling ketergantungan antarlembaga sosial di masyarakat, perubahan lembaga sosial satu berakibat pada perubahan lembaga sosial yang lain.
  • Meskipun antarlembaga sosial saling bergantung, masing-masing lembaga sosial disusun dan di- organisasi secara sempurna di sekitar rangkaian pola, norma, nilai, dan perilaku yang diharapkan.
  • Ide-ide lembaga sosial pada umumnya diterima oleh mayoritas anggota masyarakat, terlepas dari turut tidaknya mereka berpartisipasi.
  • Suatu lembaga sosial mempunyai bentuk tata krama perilaku.
  • Setiap lembaga sosial mempunyai simbol-simbol kebudayaan tertentu.
  • Suatu lembaga sosial mempunyai ideologi sebagai dasar atau orientasi kelompoknya.

Selain itu, Gillin dan Gillin juga berpendapat tentang karakteristik dari lembaga sosial, antara lain sebagai berikut:

  • Sebuah organisasi dari beragam pola pemikiran serta pola perilaku yang terwujud lewat aktivitas kemasyarakatan dan hasil-hasilnya.
  • Memiliki level atau tingkat kekekalan tertentu
  • Memiliki satu atau beberapa tujuan tertentu
  • Memiliki beragam alat perlengkapan untuk mencapai tujuan
  • Memiliki lambang atau simbol
  • Memiliki tradisi tertulis maupun tidak tertulis

Syarat Lembaga Sosial

Koentjaraningrat berpendapat bahwa aktivitas manusia atau aktivitas kemasyarakatan untuk menjadi lembaga sosial harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Berikut ini adalah persyaratan lembaga sosial:

  • Suatu tata kelakuan yang baku, yang bisa berupa norma-norma dan adat istiadat yang hidup dalam ingatan maupun tertulis.
  • Kelompok-kelompok manusia yang menjalankan aktivitas bersama dan saling berhubungan menurut sistem norma-norma tersebut.
  • Suatu pusat aktivitas yang bertujuan memenuhi kompleks-kompleks kebutuhan tertentu, yang disadari dan dipahami oleh kelompok-kelompok yang bersangkutan.
  • Mempunyai perlengkapan dan peralatan.
  • Sistem aktivitas itu dibiasakan atau disadarkan kepada kelompok-kelompok yang bersangkutan dalam suatu masyarakat untuk kurun waktu yang lama.

Fungsi Lembaga Sosial

Menurut pendapat dari Soerjono Soekanto, lembaga sosial memiliki fungsi sebagai berikut:

  • Memberikan pedoman pada anggota-anggota masyarakat, bagaimana mereka harus bersikap atau bertingkah laku dalam menghadapi masalah-masalah yang muncul atau berkembang di lingkungan masyarakat, termasuk yang menyangkut hubungan pemenuhan kebutuhan.
  • Menjaga keutuhan masyarakat yang bersangkutan.
  • Memberikan pengarahan kepada masyarakat untuk mengadakan sistem pengendalian sosial, yaitu sistem pengawasan masyarakat terhadap anggota-anggotanya.

Berdasarkan pendapat Horton dan Hunt, fungsi lembaga sosial terbagi menjadi dua, yakni fungsi laten dan fungsi manifes. Berikut ini adalah penjelasannya:

  • Fungsi Manifes atau fungsi nyata yaitu fungsi lembaga yang disadari dan di akui oleh seluruh masyarakat
  • Fungsi Laten atau fungsi terselubung yaitu fungsi lembaga sosial yang tidak disadari atau bahkan tidak dikehendaki atau jika diikuti dianggap sebagai hasil sampingan dan biasanya tidak dapat diramalkan.

Contoh Lembaga Sosial

Jika kita cermati banyak sekali lembaga sosial yang sudah ada atau tersebar di kehidupan masyarakat sekarang ini. Dengan adanya lembaga, secara otomatis akan membagi masyarakat ke dalam beberapa golongan atau kelompok yang berbeda. Hal itu disebabkan karena di dalam setiap kelompok masyarakat memang memiliki pemahaman yang berbeda mengenai suatu hal.

Salah satu yang merupakan contoh dari lembaga sosial adalah yayasan pendidikan, dimana yayasan tersebut merupakan salah satu contoh dari lembaga sosial dalam bidang pendidikan atau juga disebut sebagai lembaga pendidikan.

Sekarang ini, banyak sekali yayasan pendidikan yang tersebar di lingkungan masyarakat. Dimana setiap yayasan tersebut biasanya memiliki visi dan misi yang berbeda.

Biasanya yayasan pendidikan akan mendirikan sekolah-sekolah di mana semua tata tertib serta cara mengajarnya telah ditetapkan dengan dilandari visi misi yang telah dibuatnya.

Selain contoh lembaga pendikan yang telah kami sampaikan diatas, ada juga juga contoh dari lembaga agama. Berikut ini adalah contoh-contoh lembaga agama:

  • Islam: Majelis Ulama Indonesia (MUI)
  • Kristen: Persekutuan Gereja-Gereje Indonesia (PGI)
  • Katolik: Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI)
  • Buddha: Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI)
  • Hindu: Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI)

Demikianlah pembahasan materi tentang pengertian sosial serta jenis, ciri, karakteristik, syarat, fungsi dan contoh lembaga sosial yang tersebar di lingkungan masyarakat. Semoga dapat menambah wawasan bagi sobat yang sedang mencari referensi mengenai lembaga sosial ini. Jangan lupa pelajari juga materi pelajaran bahasa indonesia tentang pengertian puisi dan juga struktur cerpen yang telah kami sajikan di halaman lainnya.