Pengertian Past Perfect Tense, Rumus, Macam, Fungsi dan Contoh Kalimat


Pengertian Past Perfect Tense Rumus Macam Fungsi Contoh Kalimat

Pengertian Past Perfect Tense, Rumus, Macam, Fungsi dan Contoh Kalimat. Penjelasan materi past perfect tense untuk sobat RUMUSPELAJARAN.COM yang meliputi definisi, rumus, jenis, fungsi dan contoh penggunaannya dalam kalimat positif, negatif dan interogatif (kalimat tanya).

Tenses merupakan bahasan yang cukup luas dalam pelajaran bahasa inggris. Banyaknya jenis tense ini sering kali membuat banyak orang kebingungan untuk membedakannya. Mulai dari macam ragamnya yang hampir mirip satu sama lain, bagaimana formula penulisannya, hingga kapan tense tersebut digunakan dalam sebuah kalimat yang benar.

Nah sobat, jika sebelumnya telah kita pelajari bersama berbagai hal mengenai past continuous tense dan dilanjutkan dengan materi present perfect continuous tense. Maka akan baik sekali jika pada kesempatan kali ini kita bahas bersama jenis tense lainnya, yakni PAST PERFECT TENSE.

Pengertian Past Perfect Tense

Past perfect tense adalah suatu bentuk kata kerja yang digunakan untuk menjelaskan bahwa suatu kejadian sudah selesai pada suatu titik di masa lampau sebelum aksi lainnya terjadi.

Pelajari juga: materi tentang present perfect tense dan bedakan pula dengan present continuous tense sehingga semakin jelas perbedaannya dengan pokok pembahasan kali ini.

Adapun kejadian yang sudah selesai di masa lalu itu dapat terjadi berulang kali ataupun hanya sekali saja. Namun lebih dari itu, jenis tense yang satu ini juga bisa digunakan untuk membentuk kalimat conditional sentence tipe 3 dan reported speech.

Rumus Past Perfect Tense

Sebuah kalimat past perfect tense dapat dibentuk dengan tambahan auxiliary verb “had”, dan past participle (verb-3). Adapun had digunakan baik untuk singular maupun plural subject. Sementara itu, untuk past participle dibentuk dengan menambahkan -ed, -en, -d, -t, -n, atau -ne pada base form berupa regular verb. Sedangkan penerapannya pada base form berupa irregular verb, maka bentuk past participle menjadi tidak konsisten.

Maka untuk membentuk sebuah kalimat past perfect tense, sobat dapat menggunakan rumus sebagai berikut:

S (singular/plural) + had + past participle

Macam-macam Past Perfect Tense

Dan berikut ini adalah jenis-jenis Past Perfect Tense, lengkap dengan rumus untuk kalimat positif, negatif, dan interogatif (tanya) beserta penerapannya dalam contoh kalimat.

1. Past Perfect Tense Affirmative / Positive (Positif +)

Rumus Past Perfect Tense Positif

Untuk membentuk sebuah kalimat past perfect tense positif maka dibutuhkan rumus seperti berikut ini:

S + had + past participle (V-3)

Contoh Kalimat Past Perfect Tense Positif

Berikut ini adalah contoh penulisan kalimat past perfect tense positif:

My father had slept.

They had come.

2. Past Perfect Tense Negative (Negatif –)

Rumus Past Perfect Tense Negatif

Untuk membentuk sebuah kalimat past perfect tense negatif maka dibutuhkan rumus seperti berikut ini:

S + had + not + past participle (V-3)

Contoh Kalimat Past Perfect Tense Negatif

Berikut ini adalah contoh kalimat past perfect tense negatif:

My father had not slept.

They had not come.

3. Past Perfect Tense Interogative (Interogatif / Tanya ?)

Rumus Past Perfect Tense Interogatif

Untuk membentuk sebuah kalimat past perfect tense interogatif maka dibutuhkan rumus seperti berikut ini:

had + S + past participle (V-3) ?

Contoh Kalimat Past Perfect Tense Interogatif

Berikut ini adalah contoh kalimat past perfect tense interogatif (berupa kalimat tanya):

Had my father slept?

Had they come?

Fungsi Penggunaan Past Perfect Tense dan Contoh Kalimat

Setelah sobat mengetahui apa pengertian past perfect tense, macam ragam, dan rumus atau formulanya, maka saatnya sobat mendalami lebih jauh tentang fungsi atau kegunaan past perfect tense ini. Dan berikut ini adalah beberapa fungsi penggunaan past perfect tense dan penerapannya dalam contoh kalimat sehingga mudah sobat pahami.

1. Past perfect tense digunakan untuk menyatakan suatu kejadian di masa lalu yang telah selesai terjadi sebelum past event lainnya. Maka dalam hal ini sobat dapat menggunakan subordinate conjunction berikut ini:

  • after (simple past tense + after + past perfect tense)
  • before, by the time, when (past perfect tense + before / by the time / when + simple past tense)

Namun selain subordinate conjunction, sobat juga dapat menggunakan preposition prior to dan before (sebelum) yang merupakan sinonim. Untuk lebih jelasnya bisa sobat lihat pada contoh kalimat berikut ini.

When she came yesterday, the ramen had run out.
(Ketika dia datang semalam, ramen sudah habis.)

The student had gotten a verbal warning before his parents were called.
(Siswa tersebut telah mendapat peringatan verbal sebelum orangtuanya ditelepon.)

She had already eaten breakfast by the time you picked her up.
(Dia sudah sarapan ketika kamu menjemputnya.)

Prior to the proclamation, Indonesia had been colonized by Dutch for 3.5 centuries.
(Sebelum proklamasi, Indonesia telah dijajah oleh Belanda selama 3,5 abad.)

2. Past perfect tense digunakan untuk menunjukkan seberapa sering suatu kejadian terjadi di masa lalu. Dalam hal ini, time expression (keterangan waktu) yang bisa sobat gunakan biasanya berupa frasa adverbial of number. Contohnya bisa sobat simak berikut ini.

  • twice / two times / three times + before + simple past tense / participle (phrase): three times before getting married (tiga kali sebelum menikah), twice before they got married (dua kali sebelum mereka menikah), three times before I read your review (tiga kali sebelum saya membaca ulasanmu)
  • every day / every two days / every other day until 2019 (setiap hari / setiap dua hari sampai tahun 2012)
  • every summer until 2019 (setiap musim panas hingga tahun 2019)

Contoh Kalimat:

I had read Harry Potter three times before I read your review.
(Saya sudah membaca buku Harry Potter tiga kali sebelum saya membaca ulasanmu.)

They had met two times before married.
(Mereka sudah bertemu dua kali sebelum menikah.)

Haflani had been to the library every two days until 2019.
(Haflani sudah pergi ke perpustakaan setiap dua hari hingga tahun 2019.)

3. Past perfect tense digunakan pada reported speech setelah verb, misalnya:

  • said
  • told
  • asked
  • thought
  • wondered

Untuk lebih jelasnya bisa sobat lihat pada contoh kalimat di bawah ini.

She said that she had listened carefully the instruction.
(Dia mengatakan bahwa dia telah mendengarkan instruksi dengan penuh perhatian.)

You thought she had changed to be better woman.
(Kamu pikir dia telah berubah menjadi wanita yang lebih baik.)

4. Past perfect tense digunakan untuk mengambarkan harapan atau impian yang tidak terwujud melalui conditional sentence tipe 3. Maka dalam hal ini sobat bisa menggunakan rumus conditional sentence tipe 3 berikut ini:

if + past perfect tense + would/should/could/might + have + past participle

Adapun contoh kalimatnya bisa sobat simak berikut ini.

If she had remembered to invite me, I would have attended her party.
(Jika dia ingat mengundang saya, saya akan hadir di pestanya.)
Faktanya: Dia tidak ingat untuk mengundang saya.

Riko would have been the same level with you if he had studied harder.
(Riko akan berasa pada level yang sama denganmu jika dia belajar lebih giat.)
Faktanya: Riko tidak belajar lebih giat.

Bagaimana sobat, sudah cukup paham kan dengan kisi-kisi past perfect tense yang telah disampaikan di atas? Bisa bisa mencatat hal-hal yang sobat anggap penting dan perlu untuk dicatat. Dan jika sobat masih belum paham, sobat bisa mengulanginya untuk mempelajarinya lagi. Setelah sobat mulai paham, maka sobat bisa membedakan atau membandingkannya dengan macam tense lainnya, misalnya saja simple past tense dan juga simple present tense pada kategori mata pelajaran Bahasa Inggris lainnya.