Pengertian Perubahan Kimia, Ciri, Sifat, Jenis, Faktor dan Contohnya


Pengertian Perubahan Kimia Definisi Ciri Sifat Jenis Faktor dan Contohnya

Pengertian Perubahan Kimia, Ciri, Sifat, Jenis, Faktor dan Contohnya. Pembahasan materi perubahan kimia yang meliputi definisi, ciri-ciri, sifat, jenis, faktor serta contoh perubahan kimia bersama RumusPelajaran.com. Lalu apakah yang dimaksud dengan perubahan kimia serta bagaimana ciri-ciri perubahan kimia dan contoh perubahan kimia?

Setelah sebelumnya kita bahas tentang pengertian destilasi dan juga perbedaan dari unsur, senyawa dan campuran maka kali ini akan kami lanjutkan dengan pembahasan mengenai perubahan kimia. Barangakali sobat sedang mencari referensi tentang perubahan kimia entah itu untuk sobat sendiri ataupun untuk adik, kakak maupun mencarikan materi untuk teman sobat.

Namun kami menyakini terdamparnya sobat di blog ini lantaran sedang mencari penjelasan tentang perubahan kimia. Definisi perubahan kimia sendiri adalah perubahan pada zat yang menyebabkan timbulnya zat baru. Perubahan kimia sendiri tentu berbeda dengan definisi perubahan fisika.

Untuk lebih jelasnya langsung saja simak pemabahasan materi pelajaran tentang perubahan kimia yang meliputi pengertian, ciri, sifat, jenis, faktor serta contoh perubahan kima berikut ini.

Pengertian Perubahan Kimia

Perubahan kimia adalah perubahan suatu zat yang terjadi karena reaksi kimia hingga menimbulkan zat baru. Perubahan kimia tak hanya terdapat pada perubahan fisiknya saja, melainkan juga terjadi perubahan pada molekul penyusunnya.

Itulah yang menjadikan perubahan kimia berbeda dengan contoh perubahan fisika, yang mana perubahan fisika tidak menyebabkan timbulnya zat baru. Perubahan kimia bersifat ireversibel yang artinya tidak bisa kembali pada wujud semula. Macam-macam perubahan kimia biasanya terjadi karena suatu proses pembakaran, pengaratan, pembusukan, fermentasi, pemasakan dan pengenziman.

Ciri-ciri Perubahan Kimia

Untuk menentukan apakah peristiwa itu perubahan kimia atau bukan dapat ditandai dengan beberapa karakteristik perubahan kimia. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri dari perubahan kimia:

  • Terbentuknya zat baru.
  • Selain perubahan fisik, terjadi juga perubahan susunan molekul.
  • Sifat partikel zat dan molekul berbeda dengan sebelumnya.
  • Memiliki sifat ireversibel atau tidak bsa kembali pada bentuk sebelumnya.
  • Bisa terjadi karena suatu proses pembakaran, pengaratan, pembusukan, pemasakan dan pengenziman.

Jenis Perubahan Kimia

Perubahan kimia dapat dibedakan dalam beberapa jenis berdasarkan jenis zat yang berubah dan bagaimana perubahan itu terjadi. Berikut ini adalah jenis-jenis perubahan kimia.

1. Perubahan Organik

Perubahan organik dapa diartikan sebagai zat yang dilibatkan berupa senyawa organik atau senyawa kimia yang mengandung unsur karbon.

Sebagai contoh dari perubahan kimia organik ialah pemecahan hidrokarbon berat pada kilang minyak untuk membentuk bensin dari minyak mentah dimana reaksi yang terjadi seperti metilasi, kondensasi, polimerisasi termasuk dalam perubahan organik.

2. Perubahan Anorganik

Perubahan anorganik adalah jenis perubahan kimia yang terjadi dalam senyawa anorganik. Pada umunya senyawa ini mengalami perubahan dengan tidak melibatkan unsur karbon. Oleh karena itu, jenis perubahan ini termasuk untuk reaksi netralisasi asam-basa, redoks, dan lain sebagainya.

3. Perubahan Biokimia

Perubahan biokimia berkaitan dengan perubahan yang melibatkan aktivitas organisme hidup. Pada umumnya perubahan jenis ini melibatkan reaksi dikendalikan oleh arti protein kompleks yang disebut dengan enzim dan dibatasi oleh suatu hormon tertentu.

Perubahan biokimia sendiri meliputi perubahan pada proses fotosintesis, metabolisme karbohidrat dalam tubuh manusia, sintesis protein, dan lain sebagainya.

Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Kimia

Kemudian untuk terjadinya suatu perubahan kimia dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Berikut ini adalah beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya perubahan kimia.

1. Temperatur

Secara umum jika suhu pada suatu sistem tinggi atau meningkat, maka reaksi atau perubahan kimia yang terjadi juga akan lebih cepat. Begitu pula sebaliknya apabila suhu rendah maka perubahan kimia akan terjadi lebih lambat. Hal itu bisa terjadi karena kenaikan suhu akan mempercepat laju reaksi pada suatu sistem.

2. Konsentrasi

Selanjutnya faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya perubahan kimia adalah konsentrasi dari zat yang berubah. Sehingga dapat diarikan jika konsentrasi zat itu tinggi, maka zat itu akan mengalami perubahan kimia yang lebih tinggi. Pasalnya semakin tinggi konsentrasi maka jumlah partikel yang tersedia untuk bereaksi lebih banyak sehingga perubahan akan semakin besar.

3. Luas Permukaan

Jika luas permukaan zat yang bereaksi semakin besar maka dapat memungkinkan suatu zat untuk bereaksi dengan lebih cepat. Pada umumnya jika ukuran yang lebih kecil, suatu zat akan lebih mudah mengalami perubahan kimia daripada dalam ukuran yang lebih besar.

4. Katalis

Selanjutnya faktor yang mempengaruhi perubahan kimia adala katalis. Dimana katalis sendiri merupakan bahan yang mampu mempercepat reaksi kimia ketika bahan ini ditambahkan. Katalis bekerja dengan menurunkan energi yang dibutuhkan untuk terjadinya reaksi. Dengan adanya katalis, perubahan kimia akan terjadi lebih cepat.

5. Inhibitor

Dan yang terakhir adalah Inhibitor, definisi Inhibitor sendiri merupakan lawan dari katalis. Dengan kata lain inhibitor dapat diartikan sebagai penghambat jalannya reaksi. Jika inhibitor ditambahkan pada suatu zat, maka perubahan yang terjadi pada zat tersebut akan lebih lambat atau bahkan tidak dapat terjadi.

Contoh Perubahan Kimia

Salah satu contoh dari perubahan kimia adalah ketika kayu dibakar dan menjadi arang. Pembakaran kayu menyebabkan batang berubah jadi arang. Selain perubahan pada wujud, susunan partikel kayu pun juga ikut berubah pasalnya terdapat reaksi kimia dari pembakaran dengan api.

Selain itu, arang juga tak bisa dikembalikan lagi menjadi kayu seperti wujud semulanya seperti apa yang menjadi sifat perubaha kimia, yaitu ireversibel.

Untuk lebih lengkapnya berikut ini adalah beberapa contoh-contoh perubahan kimia yang terjadi pada kehidupan sehari-hari:

  • Kertas dibakar menjadi abu
  • Besi berkarat
  • Daun kering diproses menjadi pupuk kompos
  • Pembakaran bahan bakar pada kendaraan bermotor
  • Proses pembusukan buah apel
  • Nasi dibiarkan menjadi basi
  • Proses fotosintesis tumbuhan
  • Kedelai diolah menjadi tempe dan tahu
  • Memanggang kue
  • Ledakan petasan atau kembang api
  • Proses metabolisme makanan pada tubuh
  • Batang kayu dibakar menjadi arang
  • Susu menggumpal menjadi asam
  • Pelarutan perak nitrat dan garam dapur menghasilkan natrium nitrat dan endapan perak klorida
  • Memasak / memanggang daging
  • Proses mencerna gula dengan amilase air liur
  • Memasak telur yang mengubah bagian protein telur dari bening hingga menjadi putih.
  • Pemurnian emas.
  • Daya baterai yang menurun akibat dipakai
  • Elektroplating logam
  • Mencampur baking soda dan cuka dan menghasilkan gas CO2
  • Buah pisang membusuk
  • Proses dari pembuatan roti
  • Susu diolah dan berubah menjadi keju
  • Memakai baterai kimia
  • Perubahan warna kertas lakmus ketika dicelupkan ke larutan asam
  • Singkong difermentasi menjadi tape
  • Garam dapur dilarutkan kedalam air
  • Proses pengubahan pati hingga menjadi glukosa dengan bantuan enzim amilase.
  • Makanan dimakan diproses dalam tubuh menjadi feses
  • Pembentukan sel darah merah pada sumsum tulang

Demikianlah pembahasan mengenai pengertian perubahan kimia, ciri, sifat, jenis, faktor yang mempengaruhi perubahan kimia dan contoh perubahan kimia. Semoga bermanfaat bagi sobat yang sedang membutuhkan referensi tentang perubahan kimia. Jangan lupa pelajari juga materi pelajaran fisika tentang perbedaan rangkaian seri dan paralel serta rumus zat padat, cari dan gas yang telah kami sajikan di halaman lainnya.