Pengertian Tanah, Jenis, Fungsi, Konsep, Karakteristik, Proses, Faktor dan Komponen


Materi Tanah Jenis Fungsi Konsep Karakteristik Proses Faktor Komponen

Pengertian Tanah, Jenis, Fungsi, Konsep, Karakteristik, Proses, Faktor dan Komponen. Penjelasan materi tentang Tanah meliputi apa saja jenis-jenisnya, fungsi, konsep dan komponenya. Selanjutnya akan kami apa saja karakteristik tanah, bagaimana proses dan juga beberapa faktor pembentuknya. Mungkin banyak sobat pelajar banyak yang belum tahun arti tanah secara umum dan disini akan kami jelaskan beberpa pengertian tanah menurut para ahli. Tentunya akan ada beberapa sifat-sifat tanah yang akan bisa sobat pelajar di laman pendidikan rumuspelajaran.com ini.

Konsep tanah yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini ada beberapa macam diantaranya meliputi sebagai pijakan bumi, media pertumbuhan, sebagai sumber daya alam dan lain sebagainya. Nah, selanjutnya akan ada pembahasan tentang karakteristik tanah itu sendiri yang akan kita bahas satu per satu mulai tanah podzol, pasir, padas, humus dan mergel yang kemudian untuk penjelasanya bisa sobat baca di artikel ini.

Ada juga pembahasan yang menarik lagi selain diatas yakni mengenai faktor dan proses pembentukan tanah itu sendiri meliputi waktu, organisme, iklim dan lainya bisa sobat temukan penjelasan dibawah nanti. Pada kesempatan sebelumnya di laman pendidikan RUMUSPENDIDIKAN.COM. telah membahas materi pelajaran lainya seperti materi pengertian Erosi secara umum dan menurut para ahli lengkap dengan penjelasan jenis-jenis erosi, penyebab, dampak, proses dan juga pencegahanya.

Selanjutnya sobat bisa juga menambah ilmu pengetahuan mengenai jenis-jenis angin, faktor, sifat dan juga macam-macamnya. Di laman ini akan dibawah juga mengenai apa saja yang dapat mencemari tanah dan juga permasalahan-permasalahan yang terjadi pada tanah. Inilah materi pelajaran Geografi yang akan membahas satu per satu mengenai definisi tanah lengkap dengan prose, jenis, fungsi, karakteristik serta komponen-komponenya,.

Pengertian Tanah

Tanah dapat diartikan bagian kerak bumi yang tersusun dari mineral dan bahan organik. Bisa dibilang tanah sangat vital peranannya bagi semua kehidupan di bumi karena tanah mendukung kehidupan tumbuhan dengan menyediakan hara dan air sekaligus sebagai penopang akar.

Perlu diketahui jika struktur tanah yang berongga-rongga juga menjadi tempat yang baik bagi akar untuk bernapas dan tumbuh. Bagi sebagian besar hewan darat, tanah menjadi lahan untuk hidup dan bergerak. Selain itu tanah juga menjadi habitat hidup berbagai mikroorganisme.

Ilmu yang mempelajari berbagai aspek mengenai tanah dikenal sebagai ilmu tanah dan dari segi klimatologi, tanah memegang peranan penting sebagai penyimpan air dan menekan erosi, meskipun tanah sendiri juga dapat tererosi. Tanah terbentuk dengan komposisi berbeda-beda pada satu lokasi dengan lokasi yang lain. Air dan udara merupakan bagian dari tanah.

Pengertian Tanah Menurut Para Ahli

Dibawah ini akan kami berikan ada banyak definisi tanah dari orang-orang yang ahli ilmu tanah yang telah kita bahas diatas dan ilmu tanah dibagi menjadi dua cabang utama, dintaranya adalah:

Pedologi

Di mana pada kajian ini mempelajari tanah sebagai objek geologi. Pedologi terdiri atas pemerian tanah (inventarisasi sifat dan perilaku tanah); genesis tanah (asal dan perkembangan tanah); sistematik (klasifikasi tanah berdasarkan pedogenesis, sebaran, dan fungsi); dan ekologi tanah (tanah sebagai lingkungan pertumbuhan tanaman, ternak, dan manusia).

Edafologi

ilmu kesuburan tanah, mempelajari tanah sebagai benda pendukung kehidupan. Edafologi (ilmu tanah terapan)berhubungan dengan pemanfaatan tanah untuk pertanian, silvikultur, dan hortikultur; pemahaman kesuburan tanah untuk memperoleh pertumbuhan tanaman yang lebih baik serta memperbaiki dan mempertahankan kesuburan (produktivitas).

Kata tanah (Soil) berasal dari bahasa Perancis kuno yang merupakan turunan dari bahasa Latin Solum yang berarti lantai atau dasar.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

  • Permukaan bumi atau lapisan bumi yang di atas sekali.
  • Keadaan bumi di suatu tempat.
  • Permukaan bumi yang diberi batas.
  • Bahan-bahan dari bumi, bumi sebagai bahan sesuatu (pasir,batu cadas, dll)
  • Tanah adalah produk tranformasi mineral dan bahan organik yang terletak di permukaan sampai ke dalam tertentu yang dipengaruhi oleh faktor-faktor genetis dan lingkungan.

Henry D. Foth

Tanah berarti bagian permukaan terpisah dari bumi dan bulan sebagaimana dibedakan dari batuan yang padat.

Prof. Dr. Ir. H. Sarwono Hardjowigeno, M.Sc

Tanah adalah kumpulan dari benda alam di permukaan bumi yang tersusun dalam horison-horison, terdiri dari campuran bahan mineral, bahan organik, air dan udara dan merupakan media untuk tumbuhnya tanaman.

J.J. Berzelius

Tanah ialah sebagai laboratorium kimia tempat proses dekomposisi dan reaksi kimia yang berlangsung secara tersembunyi.“Swedia, 1803”

Justus Von Liebig

Mengajukan teori keseimbangan hara tanaman “theory balanchesheet of plan naturation” yang menganggap tanah sebagai tabung reaksi dimana dapat diketahui jumlah dan jenis hara tanamannya.“Jerman, 1840”

Friedrich Fallou

Tanah dianggap sebagai hasil pelapukan oleh waktu yang menggerogoti batuan keras dan lambat laun mengadakan dekomposisi. “1855”

Dokuchaiev

Pengertian tanah harus dihubungkan dengan iklim dan dapat digambarkan sebagai zone-zone geografi yang luas, yang dalam skala peta dunia tidak hanya dihubungkan dengan iklim, tetapi juga dengan lingkungan tumbuhan. “Rusia, 1877”

A.S. Thaer

Permukaan planet terdiri atas bahan remah dan lepas yang disebut tanah, yang merupakan akumulasi dan campuran berbagai bahan, seperti unsur-unsur; Si, Al, Ca, Mg, Fe dan lain-lain. “1909”

Humphry Davy

Tanah ialah sebagai laboratorium alam yang menyediakan unsur hara bagi tanaman.“Inggris, 1913”

C.F. Marbut

Tanah merupakan lapisan paling luar kulit bumi yang biasanya bersifat tak padu dan mempunyai sifat tebal mulai dari selaput tipis sampai lebih dari 3 meter yang berbeda dari bahan dibawahnya dalam hal; warna, sifat fisik, sifat kimia dan sifat biologinya.“Rusia, 1914”

Ramman

Tanah sebagai bahan batuan yang sudah dirombak menjadi partikel-partikel kecil yang telah berubah secara kimiawi bersama-sama dengan sisa-sisa tumbuhan dan hewan yang hidup di dalam dan diatasnya.“Jermana, 1917”

Jenis Tanah

Tanah terbentuk melalui proses alami dan berlangsung sangat lama. Selain itu terdapat hubungan antara perkembangan lapisan tanah dan perkembangan tumbuh-tumbuhan, hewan, manusia. Jenis tanah memiliki perbedaan antara satu tempat dengan tempat lainnya.

Tanah Aluvial

Tanah aluvial adalah jenis tanah yang terjadi karena endapan lumpur biasanya yang terbawa karena aliran sungai. Tanah ini biasanya ditemukan dibagian hilir karena dibawa dari hulu. Tanah ini biasanya bewarna coklat hingga kelabu.

Karakteristik : Tanah ini sangat cocok untuk pertanian baik pertanian padi maupun palawija seperti jagung, tembakau dan jenis tanaman lainnya karena teksturnya yang lembut dan mudah digarap sehingga tidak perlu membutuhkan kerja yang keras untuk mencangkulnya.

Persebaran : Tanah ini banyak tersebar di Indonesia dari sumatera, Kalimantan, Sulawesi, papua dan jawa.

Tanah Andosol

Tanah ini merupakan salah satu jenis tanah vulkanik dimana terbentuk karena adanya proses vulkanisme pada gunung berapi. Tanah ini sangat subur dan baik untuk tanaman.

Karakteristik : Warna dari tanah andosol coklat keabu-an. Tanah ini sangat kaya dengan mineral, unsure hara, air dan mineral sehingga sangat baik untuk tanaman. Tanah ini sangat cocok untuk segala jenis tanaman yang ada di dunia. persebaran tanah andosol biasanya terdapat di daerah yang dekat dengan gunung berapi.

Persebaran : Di Indonesia sendiri yang merupakan daerah cincin api banyak terdapat tanah andosol seperti di daerah jawa, bali, sumatera dan nusa tenggara.

Tanah Entisol

Tanah entisol merupakan saudara dari tanah andosol namun biasaya merupakan pelapukan dari material yang dikeluarkan oleh letusan gunung berapi seperti debu, pasir, lahar, dan lapili.

Karakteristik : Tanah ini juga sangat subur dan merupakan tipe tanah yang masih muda. Tanah ini biasanya ditemukan tidak jauh dari area gunung berapi bisa berupa permukaan tanah tipis yang belum memiliki lapisan tanah dan berupa gundukan pasir seperti yang ada di pantai parangteritis Jogjakarta.

Persebaran : Persebaran tanah entisol ini biasanya terdapat disekitar gunung berapi seperti di pantai parangteritis Jogjakarta, dan daerah jawa lainnya yang memiliki gunung berapi.

Tanah Grumusol

Tanah grumusol terbentuk dari pelapukan batuan kapur dan tuffa vulkanik. Kandungan organic di dalamnya rendah karena dari batuan kapur jadi dapat disimpulkan tanah ini tidak subur dan tidak cocok untuk ditanami tanaman.

Karakteristik : Tekstur tanahnya kering dan mudah pecah terutama saat musim kemarau dan memiliki warna hitam. Ph yang dimiliki netral hingga alkalis. Tanah ini biasanya berada di permukaan yang tidak lebih dari 300 meter dari permukaan laut dan memiliki bentuk topografi datar hingga bergelombang. Perubahan suhu pada daerah yang terdapat tanah grumusol sangat nyata ketika panas dan hujan.

Persebaran : Persebarannya di Indonesia seperti di Jawa Tengah (Demak, Jepara, Pati, Rembang), Jawa Timur (Ngawi, Madiun) dan Nusa Tenggara Timur. Karena teksturnya yang kering maka akan bagus jika ditanami vegetasi kuat seperti kayu jati.

Tanah Humus

Tanah humus merupakan tanah yang terbentuk dari pelapukan tumbuh-tumbuhan. Mengandung banyak unsur hara dan mineral dan sangat subur.

Karakteristik : Tanah Humus sangat baik untuk melakukan cocok tanam karena kandungannya yang sangat subur dan baik untuk tanaman. Tanah ini memiliki unsur hara dan mineral yang banyak karena pelapukkan tumbuhan hingga warnanya agak kehitam hitaman.

Persebaran : Tanah ini terdapat di daerah yang ada banyak hutan. Persebarannya di Indonesia meliputi daerah Sumatera, Kalimantan, Jawa, Papua dan sebagian wilayah dari Sulawesi.

Tanah Inseptisol

Tanah Inseptisol terbentuk dari batuan sedimen atau metamorf dengan warna agak kecoklatan dan kehitaman serta campuran yang agak keabu-abuan. Tanah ini juga dapat menopang pembentukan hutan yang asri.

Karakteristik : Ciri-ciri tanah ini adalah adanya horizon kambik dimana horizon ini kurang dari 25% dari horizon selanjutnya jadi sangatlah unik. Tanah ini cocok untuk perkebunan seperti perkebunan kelapa sawit.Serta untuk berbagai lahan perkebunan lainnya seperti karet.

Persebaran : Tanah inseptisol tersebar di berbagai derah di Indonesia seperti di sumatera, Kalimantan dan papua.

Tanah Laterit

Tanah laterit memiliki warna merah bata karena mengandung banyak zat besi dan alumunium. Di indonesia sendiri tanah ini sepertinya cukup fimiliar di berbagai daerah, terutama di daerah desa dan perkampungan.

Karakteristik : Tanah laterit termasuk dalam jajaran tanah yang sudah tua sehingga tidak cocok untuk ditanami tumbuhan apapun dan karena kandungan yang ada di dalamnya pula.

Persebaran : Persebarannya sendiri di Indonesia meliputi Kalimantan, Lampung, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Tanah Latosol

Tanah Latosol Jenis tanah ini juga salah satu yang terdapat di Indonesia, tanah ini terbentuk dari pelapukan batuan sedimen dan metamorf.

Karakteristik : Ciri-ciri dari tanah latosol adalah warnanya yang merah hingga kuning, teksturnya lempung dan memiliki solum horizon. Persebaran tanah litosol ini berada di daerah yang memiliki curah hujan tinggi dan kelembapan yang tinggi pula serta pada ketinggian berkisar pada 300-1000 meter dari permukaan laut. Tanah latosol tidak terlalu subur karena mengandung zat besi dan alumunium.

Persebaran : Persebaran tanah latosol di daerah Sulawesi, lampung, Kalimantan timur dan barat, Bali dan Papua.

Tanah Litosol

Tanah litosol merupakan tanah yang baru mengalami perkembangan dan merupakan tanah yang masih muda. Terbentuk dari adanya perubahan iklim, topografi dan adanya vulkanisme.

Karakteristik : Untuk mengembangkan tanah ini harus dilakukan dengan cara menanam pohon supaya mendapatkan mineral dan unsur hara yang cukup. tekstur tanah litosol bermacam-macam ada yang lembut, bebatuan bahkan berpasir.

Persebaran : Biasanya terdapat pada daerah yang memiliki tingkat kecuraman tinggi seperti di bukit tinggi, nusa tenggara barat, Jawa tengah, Jawa Barat dan Sulawesi.

Tanah Kapur

Tanah kapur Seperti dengan namanya tanah kapur berasal dari batuan kapur yang mengalami pelapukan.

Karakteristik : Karena terbentuk dari tanah kapur maka bisa disimpulkan bahwa tanah ini tidak subur dan tidak bisa ditanami tanaman yang membutuhkan banyak air. Namun jika ditanami oleh pohon yang kuat dan tahan lama seperti pohon jati dan pohon keras lainnya.

Persebaran : Tanah kapur tersebar di daerah yang kering seperti di gunung kidul Yogyakarta, dan di daerah pegunungan kapur seperti di Jawa Tengah, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur.

Tanah Mergel

Tanah Mergel Hampir sama dengan tanah kapur, jenis tanah ini juga berasal dari kapur, namun dicampur dengan berbagai bahan lainnya yang membedakan adalah ia lebih mirip seperti pasir. Tanah mergel terbentuk dari batuan kapur, pasir dan tanah liat dan mengalami pembentukan dengan bantuan hujan namun tidak merata.

Karakteristik : Tanah ini subur dan bisa ditanami oleh persawahan dan perkebunan. Selain itu juga terdapat banyak mineral dan air di dalamnya.

Persebaran : Tanah ini banyak terdapat di daerah dataran rendah seperti di Solo (Jawa Tengah), Madiun dan Kediri (Jawa Timur).

Pelajari Juga:

Tanah Organosol

Tanah Organosol Tanah organosol terbentuk dari pelapukan benda organic seperti tumbuhan, gambut dan rawa. Biasanya terdapat di daerah yang memiliki iklim basah dan memiliki curah hujan tinggi.

Karakteristik : Ketebalan dari tanah ini sangat minim hanya 0.5 mm saja dan memiliki diferensiasi horizon yang jelas, kandungan organic di dalam tanah organosol lebih dari 30% dengan tekstur lempung dan 20% untuk tanah yang berpasir. Kandungan unsur hara rendah dan memiliki tingkat kelembapan rendah (PH 0,4) saja.

Persebaran : Tanah ini biasanya ditemukan di daerah pantai dan hampir tersebar di seluruh pulau di Indonesia seperti sumatera, papua, Kalimantan, jawa, Sulawesi dan nusa tenggara.

Tanah Oxisol

Tanah oxisol merupakan tanah yang kaya akan zat besi dan alumunium oksida. Tanah jenis ini juga sering kita temui di daerah tropis di Indonesia dari daerah desa hingga perkotaan.

Karakteristik : Ciri-ciri dari tanah oxisol ini antara lain adalah memiliki solum yang dangkal dan ketebalannya hanya kurang dari 1 meter saja. warnanya merah hingga kuning dan memiliki tekstur halus seperti tanah liat.

Persebaran : Biasanya terdapat di daerah beriklim tropis basah dan cocok untuk perkebunan subsisten seperti tebu, nanas, pisang dan tumbuhan lainnya.

Tanah Padas

Tanah padas sebenarnya tidak juga bisa dibilang sebagai tanah karena sangat keras hampir seperti dengan batuan.

Karakteristik : Hal ini dikarenakan kandungan air didalamnya hampir tidak ada karena tanah padas sangat padat bahkan tidak ada air. Unsur hara yang ada di dalamnya sangat rendah dan kandungan organiknya sangat rendah bahkan hampir tidak ada. Tanah padas tidak cocok digunakan untuk bercocok tanam.

Persebaran : Jenis tanah ini tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia secara merata.

Tanah Pasir

Tanah pasir Seperti dengan namanya tanah pasir merupakan pelapukan dari batuan pasir. Tanah ini biasanya banyak di daerah sekitar pantai atau daerah kepulauan.

Karakteristik : Tanah pasir tidak memiliki kandungan air dan mineral karena teksturnya yang sangat lemah. Tanah pasir akan sangat mudah ditemukan di daerah yang berpasir di Indonesia. Sebagai negara kepulauan, Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah tanah pasir terluas di dunia. Jenis tanaman yag cocok untuk tanah ini adalah umbi-umbian.

Persebaran : Hampir seluruh wilayah di Indonesia memiliki persebaran tanah pasir.

Tanah Podsol

Tanah podsol memiliki berbagai campuran tekstur mulai pasir hingga bebatuan kecil.

Karakteristik : Ciri-ciri dari tanah podsol antara lain tidak memiliki perkembangan profil, warnanya kuning hingga kuning keabuan serta memiliki tekstur pasir hingga lempung. Kandungan organiknya sangat rendah karena terbentuk dari curah hujan yang tinggi tapi suhunya rendah.

Persebaran : Persebaran tanah ini antara lain meliputi Kalimantan utara, Sulawesi utara dan papua serta daerah lainnya yang tidak pernah kering alias selalu basah.

Tanah Podsolik Merah Kuning

Tanah Podsolik Tanah ini sangat mudah ditemukan di seluruh wilayah Indonesia karena persebarannya yang hampir rata.

Karakteristik : Tanah ini bewarna merah hingga kuning dan kandungan organic serta mineralnya akan sangat mudah mengalami pencucian oleh air hujan. Oleh karena itu untuk menyuburkan tanah ini harus ditanami tumbuhan yang memberikan zat organic untuk kesuburan tanah serta pupuk baik hayati maupun hewani.

Tanah ini dapat digunakan untuk perkebunan dan persawahan serta dapat ditemukan di Sumatera, Sulawesi, Papua, Kalimantan dan Jawa terutama jawa bagian barat.

Tanah Liat

Tanah liat ialah jenis tanah yang terdiri dari campuran dari aluminium serta silikat yang memiliki diameter tidak lebih dari 4 mikrometer. Tanah liat terbentuk dari adanya proses pelapukan batuan silika yang dilakukan oleh asam karbonat dan sebagian diantaranya dihasilkan dari aktivitas panas bumi.

Karakteristik : Tanah liat tersebar di sebagian besar wilayah Indonesia secara merata. Biasanya digunakan untuk membuat kerajinan hingga keperluan lainnya. Tanah liat biasanya memiliki warna abu abu pekat atau hampir mengarah ke warna hitam, biasanya terdapat di bagian dalam tanah ataupun di bagian permukaan.

Persebaran : Tanah liat hampir tersebar secara merata di seluruh wilayah di Indonesia, hanya yang membedakannya adalah kedalaman tanah tersebut. Selain 18 Jenis tanah ada 10 jenis tanah lainnya yang ada di Indonesia ataupun di dunia.

Fungsi Tanah

Selanjutnya akan kami sampaikan mengenai fungsi tanah secara umum dan tumbuhan yang mungkin bisa sobat catat di buku kalian.

Fungsi Tanah Secara Umum

  • Tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran tanaman
  • Penyedia kebutuhan primer tanaman (air, udara, dan unsur-unsur hara)
  • Penyedia kebutuhan sekunder tanaman (zat-zat pemacu tumbuh: hormon, vitamin, dan asam-asam organik; antibiotik dan toksin anti hama; enzim yang dapat meningkatkan kesediaan hara)
  • Sebagai habitat biota tanah, baik yang berdampak positif karena terlibat langsung atau tak langsung dalam penyediaan kebutuhan primer dan sekunder tanaman tersebut, maupun yang berdampak negatif karena merupakan hama & penyakit tanaman.
  • Lokasi pembangunan berbagai infrastruktur, seperti bangunan rumah, kantor, supermarket, jalan, terminal, stasiun dan bandara.
  • Sebagai tempat berdiri tegak nya dan bertumpunya sebuah tanaman.
  • Fungsi yang selanjutnya yaitu untuk penyediaan dan gudangnya air bagi suatu tanaman.

Fungsi Tanah untuk Tumbuhan

1.Tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran

Fungsi atau manfaat dari tanah bagi tanaman yang pertama adalah tanah sebagai tempat tumbuh dan tembat berkembangnya perakaran dan sebagai penyokong tegak tumbuhnya trubus atau bagian atas tanaman serta sebagai penyerap zat- zat yang dibutuhkan oleh tanaman.

2. Penyedia kebutuhan primer tanaman

Tanah berguna sebagai media yang menyediakan kebutuhan primer dari tanaman untuk dapat melaksanakan aktivitas metabolismenya, baik selama pertumbuhan maupun untuk berproduksi. Beberapa kebutuhan primer dari tumbuhan yang disediakan oleh tanah, meliputi air, serta unsur- unsur hara lainnya.

3. Penyedia kebutuhan sekunder tanaman

Kebutuhan sekunder dari tanaman atau tumbuhan ini dengan tujuan agar tanaman tersebut bisa melakukan aktivitasnya secara optimum. Beberapa bahan yang menunjang aktivitas tanaman agar berjalan optimum antara lain zat- zat aditif yang diproduksi oleh biota, terutama oleh mikroflora tanah seperti:

a. zat- zat pemacu tumbuh (hormone, vitamin dan asam- asam organik khas),
b. antiboitik dan juga toksin yang berguna sebagai anti penyakit tanaman yang ada di dalam tanah, serta
c. senyawa atau enzim yang berguna dalam penyediaan kebutuhan primer atau transformasi zat- zat toksin eksternal seperti pestisida dan limbah industri yang berbahaya.

Pelajari Juga:

4. Sebagai habitat biota tanah

Fungsi tanah sebagai habitat biota tanah ini baik yang bersifat positif karena terlibat langsung maupun tidak langsung dalam penyediaan kebutuhan primer dan sekunder tanaman tersebut, maupun yang bersifat negatif karena merupakan hama penyakit pada tanaman.

Konsep Tanah

Berikut ini ada beberapa konsep tanah yang selama ini kita lihat dan rasakan namun mungkin belum kita pahami bahwa tanah mempunyai banyak manfaat.

  1. Tanah sebagai Pijakan Bumi
  2. Tanah sebagai Medium Untuk Pertumbuhan Tanaman
  3. Tanah sebagai Mantel Batuan yang Lapuk
  4. Tanah sebagai Campuran Bahan
  5. Konsep Tanah Teknik
  6. Tanah sebagai Sistem 3 Fase
  7. Tanah sebagai Tubuh yang Terorganisasi
  8. Tanah sebagai Sumber Daya Alam
  9. Tanah sebagai Peralihan Tempat kita Hidup

Karakteristik Tanah

Selanjutnya akan ada beberapa karakteristik tanah yang perlu sobat ketahui dan catat ya.

A. Tanah Laterit

  • Mengalami pencucian oleh air hujan -> hasil warna pucat dan tidak subur
  • Kadar bahan organik rendah
  • Vegetasi: rumput dan alang – alang

B. Tanah Aluvial

  • Hasil dari proses sedimentasi
  • Tekstur: butiran lepas-lepas
  • Tingkat kesuburan bergantung bahan induk
  • Dimanfaatkan untuk pertanian

C. Tanah Gambut

  • Hasil dari bahan organik yang belum melapuk secara sempurna
  • Tingkat kesuburan rendah
  • Tingkat keasaman tinggi

D. Tanah Margalit

  • Bahan induk: batu gamping, pasir, dan lempung
  • Tingkat kesuburan tinggi
  • Dimanfaatkan untuk pertanian lahan kering

E. Tanah Podzolik

  • Bahan induk: batuan dengan mineral kuarsa yang tinggi
  • Memiliki kadar humus yang tinggi
  • Sifat fisik: mudah basah dan berwarna kuning hingga kuning – kelabu
  • Dimanfaatkan untuk pertanian ladang

F. Tanah Regosol

  • Banyak mengandung batu dan kerikil yang belum melapuk sempurna
  • Belum terlihat horizon-horizon tanah
  • Tingkat kesuburan relatif kurang

G. Tanah Vulkanis

  • Bahan induk: material gunungapi seperti pasir dan debu vulkanis
  • Tingkat kesuburuan tinggi -> banyak mineral hara
  • Dimanfaatkan untuk sektor pertanian dan perkebunan

H. Tanah Litosol

  • Bahan induk: material dari aktivitas vulkanisme
  • Banyak mengandung pasir kasar dan kerikil yang belum melapuk
  • Kandungan unsur hara rendah

I. Tanah Humus

  • Hasil pelapukan sisa-sisa tumbuhan
  • Tingkat kelembapan dan kesuburan yang tinggi
  • Mengandung banyak bahan organik

J. Tanah Grumusol

  • Bahan induk: abu vulkanik dan tanah liat
  • Bahan organik relatif rendah
  • Cukup dapat dimanfaatkan untuk pertanian

Proses Tanah

Selanjutnya kita akan membahas mengenai bagaimana proses pembentukan tanah dan istilah-istilah di dalamnya:

1. Weathering (Pelapukan)

  1. Terjadi di lapisan atas tanah
  2. Adanya aktivitas memecahkan dan dekomposisi dari bahan induk (batuan dan mineral) yang dilakukan oleh unsur iklim (udara, air hujan, sinar matahari, atau salju)
  3. Terjadi dua aktivitas:
    • Pelapukan fisik -> memecah batuan menjadi partikel yang lebih kecil
    • Pelapukan kimiawi -> melibatkan perubahan komposisi kimia dari mineral batuan

2. Leaching (Pencucian)

  1. Adanya perubahan pada komposisi fisik dan kimia pada bahan induk
  2. Hasil pelapukan tersebut terakumulasi oleh tanaman dan membentuk partikel baru seperti tanah liat, bahan organik, lanau, atau senyawa kimia

3. Transformation and Illuviation (Perubahan dan Iluviasi)

  1. Transformasi ini berkaitan dengan pelapukan kimia pada lumpur dan pasir
  2. Terjadinya pembentukan mineral tanah liat dan pembentukan bahan organik yang resisten terhadap pembusukan -> hasil tanah liat tersebut kemudian mengalami pencucian dan disimpan di bagian bawah horizon
  3. Transformasi dibantu oleh tanaman dan hewan
  4. Transformasi dapat meningkatkan kondisi drainase dan komposisi nutrisi

4. Podsolisation and Translocations (Podsolisasi dan Translokasi)

  1. Terjadi ketika larutan asam kuat menghancurkan mineral lempung
  2. Adanya pembentukan bahan mineral dari aluminium, silika, dan besi yang terakumulasi bersama dengan senyawa organik di dalam tanah
  3. Bahan tersebut kemudian mengalami pemindahan di antara lapisan pada profil tanah -> menghasilkan warna yang berbeda-beda pada profil tanah

Faktor Tanah

Setidaknya ada beberapa tahapan dalam pembentukan tanah yang bisa sobat pelajari pada pembahasan di bawah ini.

Iklim

Iklik menjadi faktor yang paling penting dalam pembetukan tanah, iklim mengatur laju dan jenis pembentukan tanah
Penentu utama distribusi vegetasi yang terdiri dari:

  1. Suhu, berpengaruh terhadap proses pelapukan bahan induk -> suhu tinggi maka proses pelapukan lebih cepat
  2. Curah hujan, berpengaruh terhadap kekuatan erosi dan pencucian tanah

Organisme

Selanjutnya ada orgasme yang juga mempengaruhi rentang perkembangan tanah yang akibatnya bakteri dan jamur membantu dekomposisi tanaman. Selanjutnya horizon tanah dimanasemakin banyak aktivitas organisme maka horizon tanah semakin tidak terlalu berbeda. Kemudian tutupan vegetasi mempengaruhi sifat humus tanah.

Akar tanaman dapat mengikat partikel tanah dan membantu dalam proses kompresi tanah yang meliputi vegetasi, mikroba, dan hewan

Relief (Topografi)

Relief atau topografi adalah perbedaan tinggi, bentuk, atau kemiringan lereng suatu wilayah dengan kondisi yang relatif dinamis. Ketika kondisi relief dinamis akan berdampak pada ketebalan profil tanah yaitu topografi miring, lapisan tanahnya lebih tipis karena ada erosi; topografi datar, lapisan tanahnya tebal karena ada sedimentasi. Selanjutnya sistem drainase / pengaliran dimana kondisi yang jelek akan menyebabkan tanah menjadi masam

Bahan Induk (Parental Material)

Terdiri atas batuan yang hasilnya tanah mineral dan bahan organik berasal dari campuran dengan bahan mineral menghasilkan hasilnya tanah organik sehingga mempengaruhi laju dan jalan pembentukan tanah. Adanya tiga sifat dalam bahan induk yang dapat mempengaruhi pembentukan tanah, yaitu:

  1. Sifat kimia berkaitan dengan susunan mineral
  2. Sifat fisik berkaitan dengan struktur dan granularitas
  3. Sifat permukaan berkaitan dengan kemudahan reaksi

Waktu

Ternyata waktu sangat mempengaruhi dalam menentukan jenis dan sifat-sifat tanah. Pembentukan tanah membutuhkan waktu relatif lama dan di tunjang dari faktor-faktor lainnya seperti tahapan pada pembentukan tanah dapat memberikan profil tanah yang berbeda-beda

Komponen Tanah

Pembahasan selanjutnya meliputi profil tanah terdiri dari beberapa bagian penting yang sepertinya memerlukan konsentrasi khusus ketika akan menghafalnya.

Pofil tanah diidentifikasikan sebagai dinding / penampang vertikal dari tanah yang memperlihatkan susunan horizon (lapisan tanah) yang berguna untuk mengetahui sifat-sifat tanah. Profil tanah tentunya berbeda antara satu tempat dengan tempat lainnya, contohnya horizon tanah pada daerah tropis dan lembab. Profil tanah terdiri atas horizon O, A, E, B, C, dan R (batuan induk). Penamaan ini ditentukan atas dasar jenis material dan penyusun lapisan tanah tersebut.

A. Horizon O

  • Kadar bahan organik tinggi
  • Fraksi mineral sangat sedikit
  • Ketebalan tergantung akumulasi bahan organik
  • Adanya aktivitas biologi yang tinggi

B. Horizon A

  • Akumulasi bahan organik halus (humus) dan bahan mineral tanah
  • Adanya aktivitas biologi
  • Adanya perakaran tanaman

C. Horizon E (Eluviasi)

  • Adanya proses pencucian sehingga kehilangan unsur liat, Fe, Al, dan bahan organik
  • Didominasi oleh pasir dan debu
  • Warnanya lebih terang

D. Horizon B (Iluviasi)

  • Penimbunan unsur liat, Fe, Alm, humus, karbonat, gipsum, silika, dan seskuioksida
  • Warna lebih merah
  • Strukturnya tanah gumpal

E. Horizon C

  • Hasil dari pelapukan batuan induk
  • Mengandung banyak batuan tidak padat atau pecahan batuan
  • Adanya akar tanaman halus

F. Horizon R (Batuan Induk)

  • Lapisan batuan keras
  • Tidak dapat ditembus oleh akar tanaman
  • Sulit dipecahkan

Demikianlah materi Pengertian Tanah dilengkapi dengan penjelasan jenis-jenis tanah, fungsi, konsep, karakteristik, proses, faktor dan komponenya, Semoga bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan sobat pelajar semua ya.