Pengertian Tari, Sejarah, Fungsi, Unsur, Jenis dan Contohnya


Materi Tari Sejarah Fungsi Unsur Jenis Contoh

Pengertian Tari, Sejarah, Fungsi, Unsur, Jenis dan Contohnya. Penjelasan materi Tari lengkap dengan fungsi, jenis-jenis dan sejarahnya. Seni tari merupakan salah satu kebudayaan Indonesia yang di di wariskan turun-temurun dari nenek moyang di negeri ini. Jenis tari di Indonesia ada banyak ragam dan jenisnya, apabila di telusuri dari sabang sampi merauke ada puluhan bahkan mungkin lebih yang tersebar di setiap suku-sukunya. Laman RUMUSPELAJARAN.COM kali ini akan memberikan penjelasan lebih spesifik apa itu seni tari dan contoh-contohnya.

Tari di masyarakat sudah sangat umum sekali, bahkan dalam setiap acara, event maupun kegiatan sering kali imenggunakan seni tari sebagai tampilan. Dalam artikel ini akan pula menerangkan pengetian tari menurut para ahli seperti Aristoteles, John Weaver, Atik dan masih banyak lainya. Bagi sobat pelajar yang mungkin bercita-cita menjadi seorang penari sangat tepat mampir di laman RUMUS PELAJARAN untuk mempelajari pengetahuan tentang seni tari.

Nah sobat, jika sebelumnya telah kita pelajari bersama pelajaran pengertian norma secara umum, pengertian norma menurut para ahli, fungsi, tujuan, manfaat hingga macam-macam norma dan dilanjutkan dengan materi arti surat meliputi fungsi dan jenis-jenis surat. Maka akan baik sekali jika pada kesempatan kali ini kita bahas bersama unsur Tari dalam materi pengertian Tari.

Pengertian Tari

Seni tari banyak sekali penggemarnya, kilah lihat di televisi ada banyak macam tari di Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Namun pada pembahasan kali ini kita akan membahas definisi umum maupun arti seni tari menurut para ahli.

1. Aristoteles

Filsuf Yunani bernama Aristoteles tidak hanya memiliki ketertarikan pada ilmu fisika, biologi, dan politik. Filsuf terkenal ini juga tertarik pada bidang seni, seperti puisi, teater, dan musik. Aristoteles mengartikan seni tari sebagai suatu gerak ritmis yang dapat menghadirkan karakter manusia saat mereka bertindak.

2. John Weaver

Weaver merupakan seorang berkebangsaan Inggris dan dikenal sebagai master dalam tari balet, koreografer, dan bapak pantomim dalam sejarah Inggris. Menurut beliau, seni tari adalah gerak-gerak teratur yang elegan, dibentuk secara harmonis dari sikap yang elok, dan melawan postur tubuh yang anggun.

3. Curt Sachs

Menurut Sachs adalah pakar musik berkebangsaan Jerman yang telah mempelajari musik sejak usia belia. Walaupun lebih dominan dalam seni musik, Sachs juga memiliki satu buku yang membahas seni tari, berjudul Word History of the Dance (1937). Menurut beliau, seni tari adalah pelafalan jiwa manusia melalui gerak berirama yang memiliki nilai estetika.

4. Judith Mackrell

Mackrell adalah seorang kritikus tari, dan juga menulis banyak artikel berkaitan dengan seni gerak tubuh ini. Dalam artikelnya yang diunggah dalam media online Britannica.com dengan judul Dance (2017), seni tari adalah gerak-gerak tubuh yang ritmis, seiring dengan musik dan dilakukan dalam sebuah ruang, dengan tujuan mengekspresikan ide atau emosi, melepaskan energy, atau hanya untuk kesenangan semata.

5. Atik Soepandi

Beliau merupakan salah satu penulis dalam bidang seni yang aktif menulis sejak tahun 1970 hingga tahun 2000. Soepandi dikenal memiliki ketertarikan dalam bidang seni daerah, khususnya musik tradisional. Pengertian seni tari menurut beliau adalah ekspresi jiwa manusia melalui gerak-gerak ritmis dan melodi yang indah.

6. Corrie Hartong

Pakar tari yang satu ini merupakan seorang yang lahir di Belanda, dikenal sebagai guru tari dan koreografer. Hartong memiliki sekolah tarinya sendiri bernama Rotterdam School of Dance yang didirikan pada tahun 1931. Hartong mengartikan seni tari sebagai gerak-gerak badan yang diberi nuansa ritmis dan dilakukan dalam suatu ruang.

7. Yulianti Parani

Parani merupakan seorang koreografer dan juga sejarawan yang lahir di Jakarta pada tahun 1939. Beliau sudah mnegenal tari balet sejak usia 11 tahun, lalu mengembangkan tari balet di Indonesia. Beliau juga mendirikan sekolah balet bernama Nritya Sundara pada tahun 1957. Seni tari, menurut Parani, adalah gerak-gerak ritmis sebagian atau seluruhnya dari tubuh yang terdiri dari pola individual atau kelompok yang disertai ekspresi atau ide-ide tertentu.

8. Bagong Kussudiarja

Beliau merupakan seorang koreografer dan pelukis yang berasal dari Indonesia. Bagong berkarir dalam bidang seni tari di tahun 1954. Beliau juga memiliki pusat latihan tari (PLT) yang didirikan di tahun 1958. Definisi seni tari menurut beliau adalah suatu seni yang berupa gerak ritmis yang menjadi alat ekspresi manusia.

9. Enoch Atmadibrata

Pakar seni yang lahir di Garut ini merupakan salah satu seniman yang dikenal karena karya-karya koregrafinya. Beliau juga menerima penghargaan Satya Lencana Kebudayaan dari Presiden Republik Indonesia tahun 2003. Menurut beliau, seni tari adalah susunan sikap tubuh di dalam ruang, berlandaskan irama dan gerak.

10. Drs. I Gede Ardika

Beliau adalah Menteri Kebudayaan dan Pariwisata pada masa Kabinet Gotong Royong. Beliau memegang jabatan tersebut di tahun 2000 hingga 2011. Beliau mengartikan seni tari sebagai sesuatu yang dapat menyatukan banyak hal hingga semua orang bisa menyesuaikan diri atau menyelaraskan geraknya menurut caranya masing-masing.

11. Walter Sorells

Beliau ini merupakan penulis yang aktif membuat karya tulis dalam bidang tari dan budaya. Sorells aktif menulis di tahun 1950 hingga 1966. Menurut beliau, seni tari adalah setiap mengoleng-olengkan tubuh dan anggotanya asal hal ini dilakukan dengan irama tertentu, ada yang diiringi musik dan ada yang tidak.

12. Hawkins

Menurut Hawkins, seni tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diubah menjadi gerak oleh imajinasi si penciptanya.

13. Irmgrad Bartenieff dan Forrestine Paulay

Bartenieff dan Paulay merupakan dua pakar seni yang sangat cinta pada seni tari. Mereka bergabung dalam Lomax’s Performance Style Project di tahun 1965 dan berkontribusi dalam sebuah buku yang dipublikasikan pada tahun 1968. Menurut kedua pakar iniTari adalah bentuk seni ekpresionostis yang menggambarkan reaksi jiwa seseorang terhadap konflik dan masalah di dunia modern.

14. Kealiinomohoku

Beliau merupakan seorang ahli dalam bidag antropologi tari. Menurut beliau, seni tari adalah seni sesaat dari ekspresi yang dipertunjukkan dengan bentuk serta gaya tertentu lewat tubuh manusia yang bergerak di dalam ruang.

15. Judith Lynne Hanna

Hanna adalah seorang yang banyak berkontribusi pada bidang seni dan pengetahuan sosial, dan juga ahli dalam bidang antropologi. Karya-karya bukunya sudah diterbitkan di Belgia, Kanada, Prancis, Belanda, dan di beberapa negara lainnya. Menurut Hanna, seni tari adalah seni plastis dari gerak yang visual terlihat sepintas.

16. M. A. Theodora Retno Maruh

Beliau adalah maestro tari Jawa klasik gaya Surakarta. Beliau juga merupakan koreografer yang giat mengembangkan seni tari Jawa klasik. Menurut Beliau, seni tari dapat diartikan sebagai suatu karya seni yang tidak akan pernah bersifat kontemporer.

17. Waterman

Menurut beliau, seni tari terdiri dari gerak-gerak tubuh secara artistic yang secara kultural dipola serta distilasi.

18. Kamala Devi Chattopadhyaya

Beliau merupakan tokoh reformasi yang sangat terkenal di India, bahkan dunia. Tidak hanya aktif dalam bidang sosial, beliau juga cukup ahli dalam bidang seni. Menurut beliau, seni tari adalah suatu insting atau desakan emosi di dalam diri manusia yang mendorong seseorang untuk menemukan ekspresi pada gerak-gerak ritmis.

19. La Meri

Pakar seni yang satu ini memiliki keahlian dalam tari etnis Amerika, koreografi, dan guru. Di masa mudanya, beliau mulai mempelajari seni tari dengan mempelajari tari balet. Seni tari menurut beliau adalah ekspresi simbolis dalam wujud lebih tinggi yang harus diinternalisasikan untuk menjadi bentuk yang nyata.

20. M. Jazuli

Menurut Jazuli, seni tari adalah gerak-gerak tubuh yang selaras dan seirama dengan bunyi music yang dapat digunakan untuk mengungkapkan maksud dan tujuan tertentu.

21. S. Humardani

Beliau mengartikan seni tari sebagai ungkapan ekspresif dalam bentuk gerak yang ritmis dan indah.

22. Soedarsono (1933)

Beliau merupakan seniman berkebangsaan Indonesia. Beliau merupakan guru besar dalam bidang Seni dan Sejarah Budaya di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gajah Mada. Beliau mendefiniskan seni tari sebagai ungkapan ekspresif jiwa manusia dalam gerak-gerak yang indah dan ritmis.

23. Andre Levinson

Levinson merupakan jurnalis seni tari berkebangsaan Prancis. Menurut beliau, seni tari adalah gerak tubuh yang berkesinambungan melewati ruang yang telah ditentukan sesuai dengan ritme tertentu serta mekanisme, yang radar.

24. Soeryodiningrat

Menurut beliau, seni tari adalah gerak anggota tubuh yang selaras dengan bunyi music atau gamelan diatur oleh irama sesuai denan maksud tujuan tari.

25. Margaret H’Doubler

Beliau mulai mengajar seni tari di musim panas tahun 1917. Menurut beliau, seni tari adalah ekspresi gerak ritmis dari keadaan-keadaan perasaan yang secara estetis dinilai, yang lambing-lambang geraknya dengan sadar dirancang untuk kenikmatan serta kepuasan dari pengalaman-pengalaman ulang, ungkapan, berkomunikasi, melaksanakan, serta dari penciptaan bentuk-bentuk.

26. Suadarsa Pringgo Broto

Tari adalah ketentuan bentuk-bentuk gerakan tubuh dan ruang.

27. Suryo

Tari adalah ekspresi subyektif yang diwujudkan dalam bentuk obyektif.

28. Franz Boas

Boas merupakan blasteran Jerman Amerika yang ahli dalam bidang antropologi. Tidak hanya bidang tersebut, beliau juga berkontribusi dalam seni tari. Menurut beliau, seni tari adalah gerak-gerak ritmis setiap bagian tubuh, lambaian lengan, gerak dari torso atau kepala, atau gerak-gerak dari tungkai serta kaki.

29. Susanne Langer

Langer merupakan seorang filsuf dan penulis berkebangsaan Amerika. Menurut beliau, seni tari berarti gerak-gerak tubuh yang dibentuk secara ekspresif yang diciptakan manusia untuk dapat dinikmati.

30. Dr. J Verkuyl

Verkuyl mendefiniskan seni tari sebagai gerak-gerak tubuh dan anggotanya yang disusun sedemikian rupa, hingga berirama.

31. John Martin

Martin merupakan seorang kritikus tari yang memulai karirnya di tahun 1927. Seni tari menurut beliau adalah gerak sebagai pengalaman yang paling awal dari kehidupan manusia.

32. Wikipedia

Tari merupakan gerak tubuh yang secara berirama senada dengan alunan musik yang dilakukan di tempat dan waktu tertentu untuk keperluan pergaulan, mengungkapkan perasaan, maksud, dan pikiran. Bunyi-bunyian yang disebut musik pengiring tari mengatur gerakan penari dan matu emperkuat maksud yang ingin disampaikan.

Gerakan tari berbeda dari gerakan sehari-hari seperti berlari, berjalan, atau bersenam. Menurut jenisnya, tari digolongkan menjadi tari rakyat, tari klasik, dan tari kreasi baru. Dansa adalah tari asal kebudayaan Barat yang dilakukan pasangan pria-wanita dengan berpegangan tangan atau berpelukan sambil diiringi musik.
Sejarah Tari

Sejarah Tari di Indonesia

Sebelum bersentuhan dengan pengaruh asing, suku bangsa di kepulauan Indonesia sudah mengembangkan seni tarinya tersendiri, hal ini tampak pada berbagai suku bangsa yang bertahan dari pengaruh luar dan memilih hidup sederhana di pedalaman, misalnya di Sumatra (Suku Batak, Nias, Mentawai), di Kalimantan (Suku Dayak, Punan, Iban), di Jawa (Suku Baduy), di Sulawesi (Suku Toraja, Suku Minahasa), di Kepulauan Maluku dan di Papua (Dani, Asmat, Amungme).

Banyak ahli antropologi percaya bahwa tarian di Indonesia berawal dari gerakan ritual dan upacara keagamaan. Tarian semacam ini biasanya berawal dari ritual, seperti tari perang, tarian dukun untuk menyembuhkan atau mengusir penyakit, tarian untuk memanggil hujan, dan berbagai jenis tarian yang berkaitan dengan pertanian seperti tari Hudoq dalam suku Dayak.

Tarian lain diilhami oleh alam, misalnya Tari Merak dari Jawa Barat. Tarian jenis purba ini biasanya menampilkan gerakan berulang-ulang seperti tari Tor-Tor dalam suku Batak yang berasal dari Sumatra Utara. Tarian ini juga bermaksud untuk membangkitkan roh atau jiwa yang tersembunyi dalam diri manusia, juga dimaksudkan untuk menenangkan dan menyenangkan roh-roh tersebut.

Beberapa tarian melibatkan kondisi mental seperti kesurupan yang dianggap sebagai penyaluran roh ke dalam tubuh penari yang menari dan bergerak di luar kesadarannya.

Tari Sanghyang Dedari adalah suci tarian istimewa di Bali, dimana gadis yang belum beranjak dewasa menari dalam kondisi mental tidak sadar yang dipercaya dirasuki roh suci. Tarian ini bermaksud mengusir roh-roh jahat dari sekitar desa. Tari Kuda Lumping dan tari keris juga melibatkan kondisi kesurupan.

Fungsi Tari

Seperti yang sobat pelajar tahu jika kesenia tari sening di tampilkan dalam hiburan, tontonan dan sambutan, namun tahukan sobat! jika seni tari mempunyai fungsi dan peranan yang kental dalam masyarakat. Apakah sarana seni tari tersebut, mari kita bahas satu per ssatu di bawah.

Sarana upacara

Tari jenis ini sebagai sarana upacara banyak macamnya, seperti untuk upacara keagamaan atau upacara penting lainya. contohnya adalah tari pendet dari Bali yang digunakan saat upacara keagamaan, para penari membawa bokor yang berisi bunga sebagai sesaji untuk persembahan. Selain itu ada tari Gantar dari Kalimantan, disajikan saat upacara adat selamatan untuk Dewi Sri.

Sarana Hiburan

Tari jenis ini tujuannya untuk menghibur penonton, biasanya penonton yang ikut terhibur juga ikut menari karena lagunya enak dan mengasyikkan. Contoh tari hiburan adalah tari Tayub dari Jawa Tengah, ini adalah tari hiburan yang dipertunjukkan sehabis panen. Contoh lainnya ada juga tari Giring-Giring dari Kalimantan, tari Serampang Duabelas dari Sumatera dan tari Maengket.

Sarana Penyaluran Terapi

Tari jenis ini ditunjukkan untuk yang berkebutuhan khusus seperti penyandang cacat fisik. Penyalurannya dilakukan secara langsung dan tidak langsung.

Sarana Pendidikan

Tari jenis ini mempunyai tujuan untuk mendidik anak agar bersikap dewasa dan terjaga dari pergaulan yang melanggar norma-norma.

Sarana Pergaulan

Tari jenis ini merupakan tari yang melibatkan beberapa orang. maka dari itu kegiatan itu bisa berfungsi sebagai sarana pergaulan

Sarana Pertunjukkan

Tari jenis ini dipentaskan atau dipertunjukkan dengan persiapan yang matang dari segi artistik, koreografi, interpretasi, konsepsional dan tema yang menarik. Tari pertunjukkan juga mempunyai peran untuk mengembangkan pariwisata daerah. Salah satu contohnya adalah Sendratari Ramayana yang dipertunjukkan untuk menarik para wisatawan yang datang ke Yogyakarta.

Sarana Katarsis

Katarsis artinya pembersihan jiwa. Seni tari ini sebagai sarana katarsis yang mudah dilaksanakan oleh orang-0rang yang mempunyai penghayatan seni mendalam seperti para seniman.

Unsur Tari

Selanjutnya kita akan membahas mengenai beberapa unsur-unsur seni tari dimana mencakup delapan unsur yang wajib di ketahui sebagai seorang penari.

Gerak (Wiraga)

Unsur tari pertama yaitu gerak atau raga (wiraga), pada dasarnya tairan merupakan gerakan-gerakan yang dikombinasikan menjadi satu kesatuan. Yang termasuk unsur ini meliputi gerak tubuh dari kaki sampai kepala.

Peorang penari haruslah bersifat dinamis dan estetis. Gerak dalam tari dibagi menjadi dua, yakni gerak biasa dan gerak maknawi. Gerak biasa (murni) adalah gerakan yang tidak memiliki makna, sedangkan gerak maknawi memiliki tujuan dan makna khusus di balik gerakannya.

Irama (Wirama)

Unsur kedua seni tari yaitu irama atau wirama. Unsur ini membantu penari dalam mengatur gerak dan menguatkan gerak dalam pertunjukan. Pada umumnya, irama tarian dibentuk oleh alat musik pengiring yang menciptakan ritme dan keharmonisan.

Irama yang disusun harus disesuaikan dengan karakter tokoh yang dibawakan oleh penari. Alat musik pengiring irama bisa berupa alat musik internal dari penari seperti nyanyian atau hentakan, atau alat musik eksternal seperti instrumen gamelan, kecapi, drum, dan sebagainya.

Rasa (Wirasa)

Selanjutnya ada unsur rasa atau wirasa, perlu diketahui jika unsur ini merupakan wujud dan bentuk emosional dari para penari dalam memerankan karakternya. Unsur rasa sangat penting agar sebuah tarian dapat menyampaikan pesan yang ada di dalamnya kepada pemirsa.

Pesan atau rasa yang ada bisa disampaikan lewat gerakan tarian atau bisa juga lewat ekspresi dan mimik wajah dari penari. Pada dasarnya, tarian memang harus memiliki pesan dan makna tertentu guna menyampaikan perasaan jiwa manusia.

Kostum

Unsur penting tari yaitu kostum. Unsur ini sangat penting karena kostum juga menunjang performa penari di atas panggung. Adanya kostum bersifat mutlak, kostum juga harus sesuai dengan tema dan isi tarian yang sedang berlangsung.

Tanpa adanya kostum, tentu tarian akan terasa hambar dan tidak bermakna. Peran kostum pun sangat penting agar pesan pada tarian bisa tersampaikan dengan baik dan tepat. Kostum yang tepat membuat penonton lebih menikmati pertunjukan tariannya.

Rias

Tak kalah penting dari unsur lainya yaitu seorang seni taru harus mempunyai unsur rias. Unsur ini pun tak kalah penting dari unsur kostum. Riasan penari pun harus diperhatikan karena termasuk unsur pendukung dalam pertunjukan tari, baik untuk penari laki-laki maupun penari perempuan.

Rias sendiri merupakan seni untuk mengubah penampilan wajah menjadi lebih sempurna. Dalam pertunjukan tari, riasan penari pun harus disesuaikan dengan tema tarian yang dibawakan sehingga penonton lebih memahami konteksnya.

Pola Panggung

Selanjutnya dari unsur tari yaitu tempat diadakannya pertunjukan, termasuk pada pertunjukan tari. Untuk itu pengaturan panggung menjadi unsur tari yang penting dan harus diperhatikan. Dalam hal ini, pola panggung harus disesuaikan sedemikian rupa sehingga membuat pentas lebih baik.

Tata letak atau pola panggung dapat mempengaruhi suatu pertunjukkan, karena di panggung juga akan terdapat berbagai macam properti pendukung pertunjukkan. Panggung dapat membantu menciptakan suasana yang artistik dan meriah.

Properti

Unsur-unsur tari selanjutnya adalah properti. Yang dimaksud properti dalam seni tari adalah semua peralatan yang digunakan untuk pementasan tari. Penggunaan properti tari harus mempertimbangkan jenis, fungsi, dan asas pakai properti secara baik dan benar.

Properti tari pada dasarnya dapat digunakan untuk menunjang gerakan tarian agar lebih artistik dan lebih menarik, misalnya berupa topeng, payung, kipas, tombak, piring, keris, pedang, dan sebagainya. Properti membuat pertunjukan tari lebih berwarna dan lebih bervariasi sehingga membuat penonton puas.

Pola Lantai

Terakhir dari unsur tari yaitu pola lantai. Tentu sebuah tarian akan terlihat lebih berseni jika pola lantainya juga indah. Karena seorang penari tidak mungkin berdiri dalam satu titik saja tapi harus menyesuaikan tempat dan penontonnya.

Pola lantai merupakan pola pijakan dari penari selama di atas panggung. Semakin lincah dan dinamis pola lantai penari, tentu pertunjukan tarian tersebut menjadi lebih unik dan menarik. Sehingga hal ini pun patut untuk diperhatikan pula.

Jenis Tari

Berikut ini jenis-jenis tari yang ada di Indonesia lengkap dengan asal daerahnya.

  • Tari Bali tarian tradisional ini berada dari daerah Bali.
  • Tari Barong Bali tarian tradisional ini berada dari daerah Bali.
  • Tari Bedhaya Sang Amurwabhumi tarian tradisional ini berada dari daerah Yogyakarta.
  • Tari Bidu tarian tradisional ini berada dari daerah Nusa Tenggara Timur.
  • Tari Cakalele tarian tradisional ini berasal dari daerah Maluku.
  • Tari Cokek tarian tradisional ini berasal dari daerah Banten.
  • Tari Gandrung tarian tradisional ini berasal dari daerah Nusa Tenggara Barat.
  • Tari Jaipong tarian tradisional ini berasal dari daerah Jawa Barat.
  • Tari kecak tarian tradisional ini berasal dari daerah Bali.
  • Tari Klasik Keraton Surakarta tarian tradisional ini berasal dari daerah Jawa Tengah.
  • Tari Lenso tarian tradisional ini berasal dari daerah Maluku.
  • Tari Merak tarian tradisional ini berasal dari daerah Jawa Barat.
  • Tari Musyoh tarian tradisional ini berasal dari daerah Papua.
  • Tari Monong tarian tradisional ini berasal dari daerah Kalimantan Barat.
  • Tari Pattudu tarian tradisional ini berasal dari daerah Sulawesi Barat.
  • Tari Pendet tarian tradisional ini berasal dari daerah Bali.
  • Tari Perang tarian tradisional ini berasal dari daerah Kalimantan Timur.
  • Tari Piring tarian tradisional ini berasal dari daerah Sumatera Barat.
  • Tari Reog Ponorogo tarian tradisional ini berasal dari daerah Jawa Timur.
  • Tari Saman tarian tradisional ini berasal dari daerah Nangroe Aceh Darussalam.
  • Tari Sekapur Sirih tarian tradisional ini berasal dari daerah Jambi.
  • Tari Serimpi tarian tradisional ini berasal dari daerah Jawa Tengah.
  • Tari Topeng tarian tradisional ini berasal dari daerah Jakarta.
  • Tari Tor-tor tarian tradisional ini berasal dari daerah Sumatera Utara.
  • Tari Yospan tarian tradisional ini berasal dari daerah Papua.

Contoh Tari

Setelah membahas panjang lebar mengenai sejarah tari, macam, jenis dan juga unsur-unsurnya,. Terakhir laman rumuspelajaran.com akan memberikan beberapa contoh seni tari yang ada saat ini.

1. Tari Bedhaya Ketawang

Adalah tarian yang memiliki makna bahwa penari wanita yang berasal dari negri istana langit. Awal mulanya, tarian ini biasanya hanya untuk acara resmi yaitu menghibur rakyat. Tarian Bedhaya Ketawang ini dilakukan oleh sembilan orang penari wanita. Sembilan wanita ini melambangkan wali songo ataupun arah dari mata angin.

Penari-penari ini mengenakan kostum pengantin adat jawa beserta aksesoris nya. Alat musik yang digunakan untuk mengiringi tarian ini adalah gendhing ketawang atau bisa juga oleh alat musik tradisional seperti gamelan.

2. Tari Ronggeng

Adalah tarian yang berasal dari daerah Jawa Tengah. Tarian ini memiliki ciri khas yaitu pada gerakannya. Karena gerakannya mengandung unsur sensual. Asal mula tarian ronggeng ini adalah tarian yang digunakan untuk upacara, yaitu upacara meminta kesuburan tanah dan diringi oleh alat musik rebab dan gong.

3. Tari Kecak

Siapa yang tidak mengetahui tarian kecak? Semua pasti sudah tahu. Tari kecak adalah tarian dari daerah Bali. Tarian ini menjadi ciri khas dari daerah Bali. Tari Kecak menceritakan tentang Ramayana, penarinya adalah laki-laki. Tarian kecak ini adalah karya dari Wayan Limbak dan Pelukis Jerman bernama Walter Spies tahun 1930 an.

4. Tari Lilin

Adalah tarian khas dari daerah Sumatera Barat. Tari tradisional dari Sumatera Barat ini berasal dari istana pada zaman dahulu. Para penari tarian ini menggunakan piring kecil yang terdapat lilin menyala diatasnya. Tarian ini biasa dimainkan pada malam hari.

Menurut sejarah yang berkembang di masyarakat, tarian ini bermula dari kisah seorang gadis yang telah ditinggalkan oleh tunangannya.

Selama ia ditinggalkan, gadis itu kehilangan cincin tunangannya. Gadis itu mencari-cari cincinnya sampai malam hari. Gadis itu menggunakan lilin yang berada diatas piring kecil.

Saat ia mencari, gerakan tubuhnya yang gemulai, berdoa, dan membungkuk begitu indah. Sehingga menjadikannya sebuah gerakan tarian oleh gadis-gadis desa. Alat musik yang biasanya mengiringi tarian ini adalah biola, gong, kenong, bonang,dan gitar.

5. Tari Saman

Adalah tarian yang berasal dari daerah Aceh. Tarian ini berasal dari suku Gayo dan ditampilkan untuk merayakan peristiwa penting dalam adat di Aceh. Dalam beberapa cerita, dikatakan bahwa tarian saman ini dikembangkan oleh Syekh Saman. UNESCO telah menetapkan tarian saman sebagai daftar representatif budaya tak benda warisan manusia dalam komite ke-6 yaitu komite antar pemerintah untuk perlindungan warisan budaya tak benda pada 24 November 2011.

6. Tari Angsa

Adalah tarian dari daerah Jawa Tengah. Tarian ini bercerita tentang keagungan seorang dewi yang didampingi oleh sekelompok penari angsa. Tarian angsa ini biasanya dilakukan berpasang-pasangan. Gitar, gendang, dang degung adalah alat musik yang mengiringi tarian ini.

Asal mulanya, tarian serimpi ini hanya digunakan untuk acara pergantian raja di istana Jawa Tengah. Tarian ini biasanya dimainkan oleh 4 orang penari wanita. Ada makna dibalik empat penari itu, yakni unsur api, angin, air, dan bumi. Tetapi, seiring dengan perkembangan zaman. Anggota penari bertambah menjadi lima. Pakaian atau kostum yang biasa digunakan adalah pakaian pengantin putri keraton. Dan alat musik yang mengiringi tarian ini adalah musik tradisional gamelan.

Tarian Modern

Diatas telah rumuspalajaran.com berikan beberapa contoh seni tari tradisionla, sekarang sobat akan menamabh ilmu pengetahuan mengenai tari tradisional.

1. Tari Kuntulan

Tari Kuntulan adalah tarian dari masyrakat daerah Pemalang. Mulai dikenal sejak abad ke 20 yaitu pada saat di Indonesia banyak muncul pergerakan kebangsaan. Dalam tarian ada unsur gerakan-gerakan pencak silat. Perpaduan jurus bela diri terlihat sangat artistik.

2. Tari Merak

Tari Merak adalah ragam tarian kreasi baru yang menceritakan kehidupan binatang yaitu sesuai namanya (Burung Merak). Seniman Sunda Raden Tjetje Somantri yang mengatur tata cara dan gerak yang mengangkat dari kehidupan burung merak. Merak adalah binatang yang bulunya halus, sebesar ayam dan ada seperti mahkota dikepalanya. Pakaian yang dipakai oleh penari memiliki motif seperti bulu merak. Dasar kain dan warna kain melukiskan warna dari bulu merak. Tarian ini biasanya ditarikan berbarengan . Lagu yang mengiringinya adalah lagu macan ucul. Ada banyak tarian kreasi baru yang diciptakan oleh Raden Tjetje, namun tampaknya tarian merak inilah yang paling terkenal di Indonesia dan Luar Negri.

3. Tari Banjar Kemuning

Tari Banjar Kemuning adalah tarian yang diciptaka oleh Agustinus . Tari ini terinspirasi dari desa yang terletak di daerah Sidoarjo. Desa ini adalah daerah pesisir, dan semua masyarakatnya menggantungkan kelangsungan hidupnya menjadi nelayan. Dan tarian ini menceritakan kehidupan istri dari para nelayan yang begitu tegar.

Kostum tarian banjar kemuning ini adalah rok yang bisa melebar, atasan tali leher serta cunduk melintang hingga sanggul kepala. Warna kostumnya adalah warna biruu-kuning. Tetapi kini telah dimodifikasi dengan warna lainnya seperti pink dan ungu. Tarian ini berbeda dengan tarian biasanya, tarian ini sangat sedikit mengenakan aksesoris.

4. Tari Rara Ngingel

Tari Rara Ngingel ini adalah tarian yang dikoreografikan oleh Ida wibowo. Tarian ini menceritakan tentang seorang gadis yang menuju dewasa. Tarian ini ditarikan oleh wanita, tetapi juga bisa ditarikan berpasangan antara wanita dan pria. Gerakan tari Rara Ngingel ini begitu lembut, dan terinspirasi dari gerakan tari Yogyakarta. Dan gerakan yang tegas terinspirasi dari gerak Jawa Barat. Kostum yang dikenakan adalah percampuran dari budaya cina dan jawa. Dapat dilihat dari tusuk konde yang khas di pakai di kepala.

5. Tari Nguri

Tari Nguri adalah tarian kreasi baru yang bertemakan tentang penyambutan dan persembahan. Tarian ini awalnya mengenai suasana kehidupan kerajaan sumbawa. Beberapa wanita akan datang untung menghibur Raja yang sedang ditimpa duka. Seiring berkembangnya zaman, tarian ini menjadi tarian untuk penyambutan tamu dari pusat atau tamu penti

6. Tari Manuk Rawa

Tarian ini adalah tarian yang diciptakan oleh I wayan Dibia dan I wayan Beratha. Tarian ini dimainkan oleh lima sampai tujuh orang wanita. Tarian ini menggambarkan tentang kehidupan atau perilaku dari burung manuk. Gerakannya mengambil dari gerakan tari klasik Bali dan dikombinasikan dengan gerak tari Jawa dan Sunda. Tarian ini adalah tarian yang mengisahkan burung yang di rawa. Tarian ini ditampilkan pada pesta kesenian Bali tahun 1980.

Pelajari Juga:

Demikianlah materi tentang pengertian tari lengkap dengan penjelasan sejarah, fungsi, unsur, jenis dan contohnya. Semoga mampu menambah pengetahuan sobat pelajar RUMUSPELAJARAN.COM dimanapun berada.