Pengertian Tata Surya, Susunan, Teori, Sejarah, Struktur, Nama Planet dan Gambar


Pengertian Tata Surya Susunan Teori Sejarah Struktur Nama Planet Gambar

Pengertian Tata Surya, Susunan, Teori, Sejarah, Struktur, Nama Planet dan GambarPembahasan materi tata surya lengkap dengan sejarah, teori susunan beserta gambarnya. Materi pelajaran tata surya ini akan mulai diberikan kepada siswa/siswi kelas 6. Mempelajari materi pembelajaran tata surya memang sangat menyenangkan, sebab sobat pelajar akan diajak untuk mengetahui lebih jauh betapa besarnya tata surya kita. Pada pembahasan kali ini lama pendidikan rumuspelajaran.com akan memberikan secara detail apa makna planet, susunanya dan juga
anggota tata surya beserta contohnya.

Menurut para ahli tata surya terbagi menjadi beberapa bagian yang nantinya akan kita bahas secara lebih lengkap dengan beberapa argumen serta hipotesanya. Dan asal sobat tahu jika matahari merupakan pusat dari planet-planet yang berada di alam tata surya. Bagi yang belum tahu ternyata Tata Surya kita dibagi menjadi Matahari, empat planet bagian dalam, sabuk asteroid, empat planet luar, dan di luar adalah sabuk Kuiper dan disc tersebar. Menarik bukan, Awan Oort diperkirakan berada di wilayah terjauh sekitar seribu kali di luar bagian terluar.

Perlu kita ketahui juga hansaat ini menurut penelitian NASA ada delapan planet besar yang mengitari matahari dengan lebih dari 160 buah bulan. Dan 5 atau lebih planet katai (dwarf planet), serta jutaan asteroid dan komet. Ternyata memang luar biasa ya ciptaan Tuhan ini, untuk itu kita wajib bersyukur bisa hidup di Bumi yang kaya akan sumber daya alamnya. Secara bersama-sama, semua benda langit tersebut membentuk tata surya yang menempati ruang angkasa dengan diameter 15 triliun kilometer.

Pada kesempatan sebelumnya RUMUSPELAJARAN.COM membahas mengenai Pembahasan tentang hewan omnivora yang meliputi ciri-ciri dan contoh hewan omnivora beserta penjelasannya dan materi pelajaran tentang hewan karnivora atau binatang pemakan daging yang meliputi pengertian, definisi, ciri-ciri, habitat dan contoh hewan karnivora.

Pada ulangan bisanya siswa akan di berikan pertanyaan seputar nama-nama anggota tata surya, pengertian dan urutanya. Materi tata surya juga akan di berikan saat tingkat pendidikan SMP, SMA dan tentu apabila ingin mengetahui lebih jauh mengenai luar angkasa sobat bisa kuliah dan mengambil jurusan Geografi. Apabila banyak yang belum tahu nama planet-planet dalam tata surya kita berada di urutan mana bisa langsung meneruskan membacanya di artikel ini.

Pengertian Tata Surya

Arti tata surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil/katai, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya.

Sistem tata surya bagi sobat pelajar yang belum tahu ada 8 planet dengan orbit berbentuk elips, satelit alami, komet, asteroid, dan meteorid. Semua planet tersebut selalu mengelilingi matahari dengan revolusi dan lintasannya sendiri.

Proses planet dapat mengelilingi matahari dikarenakan adanya gaya gravitasi matahari. Sistem tata surya kita memiliki planet yang berurutan sesuai jarak planet tersebut dengan matahari.

Pengertian Tata Surya Menurut Para Ahli

Sebagai ilmu pengetahuan saja jika hipotesis/teori tentang asal usul tata surya sebelumnya telah diusulkan oleh para ahli di bidangnya seperti Hipotesis Nebula yaitu Pierre-Simon Laplace yang akan dijelaskan dibawah ini.

Hipotesis Nebula

Nebula Hipotesis pertama kali diusulkan oleh Emanuel Swedenborg (1688-1772) pada 1734 dan disempurnakan oleh Immanuel Kant (1724-1804) di 1775. Sebuah hipotesis serupa dikembangkan oleh Pierre Marquis de Laplace secara independen pada tahun 1796.

Gaya gravitasi yang menyebabkan kabut itu menyusut dan berputar dalam arah tertentu, suhu kabut memanas, dan akhirnya menjadi bintang raksasa (matahari).

Hipotesis planetisimal

Hipotesis planetisimal pertama kali dikemukakan oleh Thomas C. Chamberlin dan Forest R. Moulton pada tahun 1900. Hipotesis planetisimal mengatakan bahwa tata surya kita terbentuk sebagai hasil dari bintang lain lewat cukup dekat dengan Matahari, pada awal pembentukan matahari.

Hipotesis pasang surut

Hipotesis pasang surut pertama kali diusulkan oleh James Jeans pada tahun 1917. Planet dianggap terbentuk oleh pendekatan bintang lain ke matahari.

Kondensasi hipotesis

Kondensasi hipotesis awalnya dikemukakan oleh astronom Belanda yang bernama GP Kuiper (1905-1973) pada tahun 1950. The kondensasi hipotesis menjelaskan bahwa tata surya terbentuk dari bola kabut raksasa yang berputar membentuk cakram raksasa.

Hipotesis Twin Star

Twin bintang hipotesis awalnya diusulkan oleh Fred Hoyle (1915-2001) pada tahun 1956. Hipotesis pertama menunjukkan bahwa tata surya kita berupa dua bintang ukuran yang sama dan berdekatan dengan salah satu dari mereka meledak meninggalkan fragmen kecil.

Hipotesis protoplanet

Teori ini diusulkan oleh Carl Van Weizsaecker, GP Kuipper dan Subrahmanyan Chandarasekar. Teori protoplanet, mengelilingi matahari adalah awan gas yang membentuk gumpalan yang evolusioner secara bertahap menjadi gumpalan padat.

Susunan Tata Surya

Dalam pelajaran SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi tata surya kita akan mendapati 8 planet yang berbeda beda. Berbeda berdasar jarak ukuran maupun jumlah satelitnya. Nah, berikut ini adalah urutan planet yang telah diumumkan NASA berdasarkan jarak planet dari matahari,yaitu:

  1. Merkurius
  2. Venus
  3. Bumi
  4. Mars
  5. Yupiter
  6. Saturnus
  7. Uranus
  8. Neptunus

Sejarah Tata Surya

Dalam pelajaran Geografi SD dan SMP mungkin belum dijelaskan secara rinci sejarah asli Tata Surya, namun ketika masuk ke jenjang pendidikan lebih tinggi seperti SMA maupun perguruan tinggi ada beberapa ahli Astronomi menerangkan apa itu Tata Surya:

Lima planet terdekat ke Matahari selain Bumi (Merkurius, Venus, Mars, Jupiter dan Saturnus) telah dikenal sejak zaman dahulu karena mereka semua bisa dilihat dengan mata telanjang. Banyak bangsa di dunia ini memiliki nama sendiri untuk masing-masing planet.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pengamatan pada lima abad lalu membawa manusia untuk memahami benda-benda langit terbebas dari selubung mitologi. Galileo Galilei (1564–1642) dengan teleskop refraktornya mampu menjadikan mata manusia “lebih tajam” dalam mengamati benda langit yang tidak bisa diamati melalui mata telanjang.

Karena teleskop Galileo bisa mengamati lebih tajam, ia bisa melihat berbagai perubahan bentuk penampakan Venus, seperti Venus Sabit atau Venus Purnama sebagai akibat perubahan posisi Venus terhadap Matahari. Penalaran Venus mengitari Matahari makin memperkuat teori heliosentris, yaitu bahwa Matahari adalah pusat alam semesta, bukan Bumi, yang sebelumnya digagas oleh Nicolaus Copernicus (1473–1543). Susunan heliosentris adalah Matahari dikelilingi oleh Merkurius hingga Saturnus.

Teleskop Galileo terus disempurnakan oleh ilmuwan lain seperti Christian Huygens (1629–1695) yang menemukan Titan, satelit Saturnus, yang berada hampir 2 kali jarak orbit Bumi-Jupiter.

Perkembangan teleskop juga diimbangi pula dengan perkembangan perhitungan gerak benda-benda langit dan hubungan satu dengan yang lain melalui Johannes Kepler (1571–1630) dengan Hukum Kepler. Dan puncaknya, Sir Isaac Newton (1642–1727) dengan hukum gravitasi. Dengan dua teori perhitungan inilah yang memungkinkan pencarian dan perhitungan benda-benda langit selanjutnya

Pada 1781, William Herschel (1738–1822) menemukan Uranus. Perhitungan cermat orbit Uranus menyimpulkan bahwa planet ini ada yang mengganggu. Neptunus ditemukan pada Agustus 1846. Penemuan Neptunus ternyata tidak cukup menjelaskan gangguan orbit Uranus. Pluto kemudian ditemukan pada 1930.

Pada saat Pluto ditemukan, ia hanya diketahui sebagai satu-satunya objek angkasa yang berada setelah Neptunus. Kemudian pada 1978, Charon, satelit yang mengelilingi Pluto ditemukan, sebelumnya sempat dikira sebagai planet yang sebenarnya karena ukurannya tidak berbeda jauh dengan Pluto.

Para astronom kemudian menemukan sekitar 1.000 objek kecil lainnya yang letaknya melampaui Neptunus (disebut objek trans-Neptunus), yang juga mengelilingi Matahari. Di sana mungkin ada sekitar 100.000 objek serupa yang dikenal sebagai Objek Sabuk Kuiper (Sabuk Kuiper adalah bagian dari objek-objek trans-Neptunus). Belasan benda langit termasuk dalam Objek Sabuk Kuiper di antaranya Quaoar (1.250 km pada Juni 2002), Huya (750 km pada Maret 2000), Sedna (1.800 km pada Maret 2004), Orcus, Vesta, Pallas, Hygiea, Varuna, dan 2003 EL61 (1.500 km pada Mei 2004).

Baca juga mengenai Pengertian Keanekaragaman Hayati, Ciri, Tingkat, Manfaat, Contoh dan Pelestarian.

Penemuan 2003 EL61 cukup menghebohkan karena Objek Sabuk Kuiper ini diketahui juga memiliki satelit pada Januari 2005 meskipun berukuran lebih kecil dari Pluto. Dan puncaknya adalah penemuan UB 313 (2.700 km pada Oktober 2003) yang diberi nama oleh penemunya Xena. Selain lebih besar dari Pluto, objek ini juga memiliki satelit.

Struktur Tata Surya

Berikut ini penjelasan mengenai struktur tata surya yang ada saat ini, jika komponen utama sistem Tata Surya merupakan matahari, sebuah bintang deret utama kelas G2 yang hampir didominasi mengandung 99,86 persen massa dari sistem dan seluruh dengan gaya gravitasinya. Jupiter dan Saturnus merupakan dua komponen terbesar yang selalu memutari Matahari, mencakup kira-kira 90 persen massa selebihnya.

Ketika semua objek-objek besar yang mengorbit Matahari terletak pada bidang edaran bumi, yang disebut ekliptika. Semua planet terletak sangat dekat pada ekliptika, sementara komet dan objek-objek sabuk Kuiper biasanya memiliki beda sudut yang sangat besar dibandingkan ekliptika. Planet-planet dan objek-objek Tata Surya juga mengorbit mengelilingi Matahari berlawanan dengan arah jarum jam jika dilihat dari atas kutub utara Matahari, terkecuali Komet Halley.

Hukum Gerakan Planet Kepler menjabarkan bahwa orbit dari objek-objek Tata Surya sekeliling Matahari bergerak mengikuti bentuk elips dengan Matahari sebagai salah satu titik fokusnya. Objek yang berjarak lebih dekat dari Matahari (sumbu semi-mayor-nya lebih kecil) memiliki tahun waktu yang lebih pendek. Pada orbit elips, jarak antara objek dengan Matahari bervariasi sepanjang tahun. Jarak terdekat antara objek dengan Matahari dinamai perihelion, sedangkan jarak terjauh dari Matahari dinamai aphelion. Semua objek Tata Surya bergerak tercepat di titik perihelion dan terlambat di titik aphelion. Orbit planet-planet bisa dibilang hampir berbentuk lingkaran, sedangkan komet, asteroid dan objek sabuk Kuiper kebanyakan orbitnya berbentuk elips.
Nama Planet di Tata Surya

Gambar Tata Surya

Gambar Planet

Perlu sobat ketahui jika di dalam tata surya ada pembagian dua jenis planet yaitu planet luar dan planet dalam.
Planet dalam akan berisi planet merkurius venus bumi dan mars dan planet luar terdapat planet Yupiter saturnus neptunus dan Uranus. Dari beberapa planet tersebut terpisahkan pembatas antara planet luar dan planet dalam berupa serbuk asteroid. Selain planet kita juga memiliki satelit dalamsebagian besar planet di tata surya kita. Mari kita bahas satu persatu bersiaplah.

Merkurius : tidak memiliki satelit alami
Venus : tidak memiliki satelit alami
Bumi : punya 1 satelit alami bernama Bulan
Mars : memiliki 2 satelit alami yaitu Phobos dan Demos
Yupiter : memiliki 16 satelit alami yaitu Metis, Almathea, Thebe, Io, Europa, Andrastea, Ganymede, Calistio, Himalia, Lysithea, Elara, Aananke, Leda, Carme, Pasiphea, Sinope, dan 3 lagi belum ada namanya.
Saturnus : memiliki 21 satelit alami yaitu Atlas, 1980 S27, 1980 S26, Janus, Mimas, Coorbital, Encelandus, Euphemetheus, Tethys, Telesto, Dione, Dione coorbital, 1980 S5, 1980 S6, Rhea, Titan, Hyperion, Calypso, Lapetus, Phoebe.
Uranus : memiliki 15 satelit alami yaitu Umbriel, Titania, Ariel, Oberon, Miranda, Puck, Ophelia, Bianca, Cresida, Cordelia, Desemona, Portia, Rosalin, Juliet, Belinda.
Neptunus : memiliki 8 satelit alami yaitu Triton, Naiad, Thalasa, Nereid, Despina, Galatea, Larissa, Proteus.

Itulah pelajaran Geografi membahas mengenai Pengertian Tata Surya, Susunan, Sejarah, Struktur, Nama Planet lengkap dengan gambar tata surya, semoga bisa menambah ilmu pengetahuan ya. Pelajari materi litosfer lengkap dengan apa fungsi listosfer, manfaat lalu terdapat jenis-jenis serta struktur apa yang membentuk litosfer itu sendiri..