Pengertian Teks Eksplanasi, Ciri, Jenis, Struktur, Tujuan, Kaidah Kebahasaan dan Contohnya

Pengertian Teks Eksplanasi Definisi Ciri Jenis Struktur Tujuan Kaidah Kebahasaan dan Contohnya

Pembahasan materi teks eksplanasi yang meliputi definisi, ciri-ciri, struktur, tujuan, unsur kebahasaan, serta contoh teks eksplanasi agar lebih memudahkan sobat untuk memahami maksud dari teks eksplanasi dalam pelajaran bahasa indonesia.

Setelah mengetahui arti teks eksplanasi, sobat juga dapat membedakan dengan beberapa jenis teks lainnya seperti teks editorial atau teks eksposisi, dan tipe teks lainnya. Bagi sobat yang mendapatkan tugas membuat teks eksplanasi dari bapak/ibu guru di sekolah mungkin bertanya-tanya teks eksplanasi dibentuk oleh unsur apa saja, serta bagaimana cara membuatnya.

Sebelum membuatnya tentu sobat juga harus paham dulu definisi teks eksplanasi. Tenang saja, sobat tidak perlu khawatir karena hari ini RUMUSPELAJARAN.COM akan mencobat mengulas materi seputar teks eksplanasi seperti dibawah ini.

Pengertian Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi secara umum diartikan sebuah teks yang berisi tentang proses mengapa serta bagaimana terjadinya suatu peristiwa alam, ilmu pengetahuan, budaya, sosial atau peristiwa yang lainnya.

Mengingat setiap peristiwa yang terjadi di lingkungan, baik itu peristiwa alam atau sosial, selalu mempunyai hubungan sebab-akibat serta proses.

Sedangkan secara etimologi, istilah eksplanasi berasal dari bahasa Inggris “explanation” yang artinya adalah penjelasan atau keterangan.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan atau menerangkan proses terjadinya suatu peristiwa, seperti fenomena alam, sosial, budaya, dan kejadian yang lainnya.

Teks eksplanasi mengandung fakta yang dirancang secara kronologis (sebab-akibat). Peristiwa yang dituliskan di dalam teks ini berdasarkan dengan keilmuan atau bersifat ilmiah, yang mana mengacu kepada fakta, realita, teori, dan hasil penelitian.

Tujuan Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi bertujuan untuk memberikan penjelasan mengenai tahapan, langkah, maupun proses (bagaimana), serta memberikan alasan (mengapa) suatu peristiwa dapat terjadi.

Ciri-ciri Teks Eksplanasi

Mengingat ada banyak sekali jenis teks, maka untuk membedakan teks eksplanasi dengan teks lainnya sobat haru mengetahui ciri khas dari teks eksplanasi. Adapun ciri-ciri teks eksplanasi seperti berikut ini:

  • Memiliki sifat informatif.
  • Memuat informasi data.
  • Isinya berupa informasi faktual atau informasi yang berdasarkan fakta.
  • Informasi faktual yang dimaksud ialah suatu informasi yang bersifat keilmuan atau ilmiah. Misalnya adalah Sains.
  • Memiliki struktur yang meliputi penyataan umum, urutan sebab akibat, serta interpretasi.
  • Menggunakan “sequence markers”. Misal: Pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya atau juga menggunakan kata: Pertama, berikutnya, terakhir.
  • Tidak berupaya untuk mempengaruhi pembaca agar percaya pada hal yang dibahas.

Jenis-jenis Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi secara umum dikelompokan menjadi dua jenis, antara lain sebagai berikut.

1. Teks Eksplanasi Tentang Alam

Teks eksplanasi tentang alam dimana topiknya berkaitan dengan bencana alam seperti tsunami, gempa, tanah longsor, angin topan, gerhana bulan, serta bencana yang lainnya yang berhubungan dengan fenomena atau kejadian alam.

2. Teks Eksplanasi Tentang Sosial

Sedangkan jenis teks ini isinya tentang peristiwa yang berlangsung di lingkungan sekitar kita, misalnya adalah rumah roboh, kemiskinan, pengangguran, adanya demo, padamnya aliran listrik, dan lain sebagainya.

Pada teks ini dapat dijabarkan menjadi banyak topik, misalnya adalah mengenai budaya, permasalahan perekonomian masyarakat dan lain sebagainya.

PELAJARI JUGA: JENIS-JENIS TEKS ULASAN DAN JUGA STRUKTUR TEKS CERITA ULANG

Struktur Teks Eksplanasi

Berikut adalah struktur pembangun teks eksplanasi yang harus sobat perhatikan ketika ingin menulis teks eksplanasi.

1. Pernyataan Umum

Berisi tentang penjelasan terkait latar belakang serta tinjauan umum fenomena yang akan dibahas, bisa berupa definisi, klasifikasi, asal usul, serta sejarah.

Penjelasan umum yang dituliskan dalam teks ini berupa gambaran secara umum tentang apa, mengapa, serta bagaimana proses peristiwa alam tersebut bisa terjadi.

2. Deretan Penjelas

Berisi tentang penjelasan proses atau sebab terjadinya suatu fenomena yang juga meliputi akibat serta dampak yang dihasilkan oleh peristiwa tersebut.

3. Interpretasi

Berisi tentang penafsiran penulis terkait fenomena tersebut dengan sudut pandang tertentu yang lebih luas serta menyeluruh. Selain itu pada baigian ini juga menjelaskan korelasi peristiwa yang mengirinya.

4. Simpulan

Merupakan bagian akhir teks yang membahas tentang tanggapan penulis untuk menyikapi peristiwa yang berupa pernyataan reflektif yang bersifat umum.

Perlu dicatat bahwa teks eksplanasi menjelaskan proses atau sebab terjadinya sebuah fenomena secara ilmiah dengan menggunakan bahasa baku yang bersifat universal.
Penjelasan informasi pada teks ini mudah untuk dipahami oleh pembaca umum atau tidak terbatas pada kalangan tertentu saja. Maka dari itu, penulisan serta penggunaan kata di dalam teks ini harus sesuai dengan PUEBI.

Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi

Sama halnya dengan teks deskripsi dan jensi teks lainnya, teks eksplanasi juga memiliki ciri kebahasaan. Berikut adalah beberapa ciri kaidah kebahasaan teks eksplanasi:

  • Fokus pada hal umum (generic), bukan partisipan manusia (nonhuman participants). Misalnya adalah banjir, tsunami, gempa bumi, hujan, dan udara.
  • Dimungkinkan memakai istilah ilmiah.
  • Lebih banyak memakai kata kerja material dan verba relasional (kata kerja aktif).
  • Memakai konjungsi waktu dan kausal. Misalnya penggunaan: sebelum, pertama, bila, jika, kemudian, dan sehingga.
  • Memakai kalimat pasif.
  • Eksplanasi ditulis untuk membuat justifikasi bahwa sesuatu yang dijelaskan secara kausal tersebut benar adanya.

Tahapan Menulis Teks Eksplanasi

Secara umum, pola untuk pengembangan teks eksplanasi terdiri dari dua macam, yaitu:

  • Pola Pengembangan Sebab Akibat.
  • Pola Pengembangan Proses.

Pada penyusunan pola pengembangan proses dapat dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:

  • Tentukan tema (topik)

Dengan menentukan topik atau tema sobat sudah mengerjakan langkah awal untuk menulis teks eksplanasi.

Cara untuk menentukan tema yaitu dengan mencari apa yang akan diulas serta untuk siapa informasi itu akan disampaikan.

  • Membuat dan menyusun kerangka

Tujuan dari pembuatan kerangka adalah untuk menyusun serta mengembangkan informasi yang terkandung di dalam teks.

Apabila sobat akan membuat teks tentang gempa bumi, maka langkah awal yang harus sobat lakukan adalah menjelaskan pengertian, sebab terjadinya gempa bumi, hingga dampak terjadinya gempa tersebut.

Hal itu bertujuan agar tulisan yang sobat buat memiliki struktur yang bagus.

  • Mengembangkan kerangka yang telah disusun

Setelah selesai menyusun kerangka, selanjutnya ialah mengembangkan kerangka itu menjadi informasi yang utuh.

Sobat boleh mengumpulkan informasi dari beragam sumber. Kemudian susun sesuai dengan struktur yang baik dan benar, struktur tersebut meliputi pernyataan umum, termasuk identifikasi fenomena, proses kejadian (fakta – fakta), serta interpretasi (ulasan atau kesimpulan).

PELAJARI JUGA: CIRI-CIRI SELOKA DAN JUGA CONTOH PANTUN

Contoh Teks Eksplanasi

Berikut adalah contoh teks eksplanasi seputar gempa bumi.

Pernyataan Umum

Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi karena pergerakan lapisan batu bumi yang berasal dari dasar atau bawah permukaan bumi. Peristiwa alam itu sering terjadi di daerah yang berada dekat dengan gunung berapi dan juga di daerah yang dikelilingi lautan luas.

Gempa bumi terjadi karena pergeseran lapisan bawah bumi dan letusan gunung yang dahsyat. Selain itu, gempa bumi terjadi begitu cepat dengan dampak yang begitu hebat. Oleh karena itu, akibat yang ditimbulkan sangat luar biasa. Getaran gempa bumi sangat kuat dan merambat ke segala arah sehingga mampu menghancurkan bangunan dan menimbulkan korban jiwa.

Deretan Penjelas (Isi)

Berdasarkan penyebab terjadinya, gempa bumi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu gempa tektonik dan gempa vulkanik. Gempa tektonik tejadi karena lapisan kerak bumi menjadi genting atau lunak sehingga mengalami pergerakan. Teori “Tektonik Plate” berisi penjelasan bahwa bumi kita ini terdiri atas beberapa lapisan batuan. Sebagian besar daerah lapisan kerak ini akan hanyut dan mengapung di lapisan, seperti halnya salju. Lapisan ini bergerak sangat perlahan sehingga terpecah-pecah dan bertabrakan satu dengan yang lainnya. Itulah sebabnya mengapa gempa bumi terjadi. Sementara itu, gempa bumi vulkanik terjadi karena adanya letusan gunung berapi yang sangat dahsyat. Gempa vulkanik ini lebih jarang terjadi jika dibandingkan dengan gempa tektonik.

Interpretasi

Gempa dapat terjadi kapan saja, tanpa mengenal musim. Meskipun demikian, konsentrasi gempa cenderung terjadi di tempat-tempat tertentu saja, seperti pada batas Plat Pasifik. Tempat ini dikenal dengan lingkaran api karena banyaknya gunung berapi.

Demikianlah pembahasan materi pengertian teks eksplanasi, ciri, jenis, struktur, tujuan, kaidah kebahasaan dan contoh teks eksplanasi tentang gempa bumi. Jangan lupa pelajari juga materi tentang jenis-jenis frasa dan contoh kalimat efektif yang telah kami bahas di halaman lainnya.