Pengertian Topologi Star, Ciri, Cara Kerja, Kelebihan dan Kekurangannya

Pengertian Topologi Star Definisi Ciri Karakeristik Cara Kerja Kelebihan dan Kekurangannya

Pembahasan materi topologi star yang melipui definisi, karakteristik, cara kerja, serta beberapa kelebihan dan kekurangan topologi star, sehingga sobat bisa lebih memahami maksud dari salah satu jenis topologi jaringan komputer ini. Mengingat ada banyak macam-macam topologi jaringan yang digunakan untuk menggabungkan dua atau lebih komputer.

Salah satunya adalah topologi star aau topologi bintang ini. Selain topologi ini, ada juga topologi tree atau juga topologi mesh yang telah kami bahas sebelumnya. Dan masih banyak lagi macam-macam topologi jaringan komputer yang dapat sobat pelajari di website RUMUSPELAJARAN.COM.

Sebelum lanjut ke materi tentang topologi star ini, tidak ada jeleknya jika sobat menyiapkan buku dan alat tulis atau media lainnya untuk mencatat poin-poin penting pada materi pelajaran kali ini.

Jika sudah mari langsung saja menuju ke pembahasan materi seputar topologi star yang meliputi pengertian, ciri khas atau karakteristik, cara kerja, serta beberapa keunggulan dan kelemahan topologi bintang atau topologi star.

Pengertian Topologi Star

Topologi Star adalah suatu cara atau metode yang digunakan untuk mengkoneksikan dua atau lebih komputer dengan jaringan yang berbentuk bintang (star). Topologi star atau topologi bintang merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna, sehingga semua node atau titik terhubung dengan node tengah tersebut.

Alasan diberi nama topologi bintang (star) karena secara desain rakitannya berbentuk mirip seperti bintang dengan satu pusat server yang terletak di tengah.

Prinsip kerja dari topologi ini ialah dengan akses kontrol terpusat. Dimana semua link akan melewati pusat dan kemudian data disalurkan ke seluruh node atau node tertentu yang dikehendaki server pusat.

Dalam istilah teknologi informasi, simpul pusat dikenal sebagai stasiun primer, sedangkan untuk node-node yang terkoneksi lainnya dikenal sebagai stasiun sekunder atau client.

Jenis jaringan ini biasanya diterapkan sebagai topologi jaringan komputer di beberapa perusahaan yang menganut alur koordinasi terpusat. Hal ini bertujuan agar seluruh data yang ditransfer dapat disaring terlebih dahulu melalui server pusat, setelah itu baru dikirimkan ke node lain.

PELAJARI JUGA: PENGERTIAN SOFTWARE DAN JUGA JENIS-JENIS HARDWARE

Cara Kerja Topologi Star

Lantas bagaimana cara kerja dari topologi bintang atau topologi star ini? Sebagai contoh pada sebuah perusahaan mempunyai jaringan komputer dengan tipe topologi star, yaitu beberapa komputer terhubung ke perangkat pusat hub atau switch.

Perangkat pusat hub akan menyimpan daftar Content Addressable Memory (CAM) dalam memorinya. Kemudian CAM akan menyimpan seluruh alamat perangkat komputer yang terkoneksi dengan switch.

Untuk lebih jelasnya mari lihat contoh kasus topologi star dibawah ini.

Contoh Gambar Topologi Star

Pada gambar di atas dapat dilihat kalau hub tidak mempunyai memori untuk kebutuhan menyimpan data perangkat yang terkoneksi dengannya. Sehingga, pada saat komputer A mentransfer pesan ke komputer B, maka hub akan mengidentifikasi terlebih dahulu seluruh alamat komputer yang terkoneksi dengannya.

Prosedur tersebut disebut dengan Address Resolution Protocol atau disingkat dengan ARP. Dengan cara ini hub mampu menemukan alamat paket yang akan dituju, lalu meneruskannya.

Beda lagi jika memakai switch. Apabila komputer A mau mentransfer data ke komputer B, maka komputer A tersebut akan mentransfer pesan ke perangkat switch.

Setelah itu switch akan memeriksa atau mengidentifikasi alamat yang akan dituju dengan menggunakan daftar Content Addressable Memory (CAM). Kemudian hub akan melanjutkan pesan tersebut ke komputer B.

Ciri-ciri Topologi Star

Untuk mengenali topologi star dapat dilihat pada karakteristiknya, dimana pada topologi bintang (star) masing-masing perangkat komputer host mempunyai kabel tersendiri yang terhubung langsung dengan perangkat pusat hub, switch, multipoint repeater, atau bahkan Multistation Access Unit (MAU) menggunakan sistem point-to-point.

Kebanyakan jenis topologi jaringan ini diterapkan pada kantor atau rumah. Jenis kabel yang digunakan oleh topologi jaringan star umumnya adalah Unshielded Twisted Pair (UTP), namun ada juga yang memakai jenis kabel coaxial dan fiber optic cable.

Untuk lebih jelasnya mari lihat beberapa ciri-ciri topologi star berikut ini:

  • Jika salah satu node mengalami kerusakan, maka jaringan tidak akan terganggu.
  • Mudah untuk dikembangkan karena setiap node memiliki kabel yang terkoneksi langsung ke central node.
  • Bisa memakai Kabel Lower karena hanya menangani satu trafik node, biasanya memakai kabel UTP.
  • Setiap titik atau node berkomunikasi secara langsung dengan central node. Trafik data mengalir dari node ke central node dan kembali lagi.

Kelebihan dan Kekurangan Topologi Star

Setiap tipe topologi jaringan komputer pasti memiliki keunggulan atau kelemahannya masing-masing, begitu juga dengan topologi star. Berikut adalah beberapa kelebihan dan kekurangan topologi star.

Kelebihan Topologi Star

Mungkin alasan topologi star banyak digunakan karena beberapa kelebihan seperti berikut ini:

  • Jarang sekali terjadi masalah lalu lintas jaringan.
  • Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
  • Paling fleksibel.
  • Akses Kontrol terpusat.
  • Tingkat keamanan termasuk tinggi.
  • Penambahan dan pengurangan station bisa dilakukan dengan mudah.
  • Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan atau kerusakan pengelolaan jaringan.
  • Kerusakan pada satu saluran hanya akan berpengaruh pada jaringan di saluran tersebut dan station yang terpaut.

Kekurangan Topologi Star

Selain kelebihan diatas, topologi star juga memiliki beberapa kelemahan, antara lain sebagai berikut:

  • Biaya jaringan lebih mahal dibandingkan dengan topologi bus atau topologi ring.
  • HUB/SWITCH jadi elemen kritis karena kontrol terpusat.
  • Apabila node tengah terjadi kerusakan, maka seluruh rangkaian akan berhenti.
  • Memerlukan banyak kabel, pasalnya setiap komputer harus disambungkan ke central point.
  • Apabila memakai HUB dan lalu lintas data padat bisa menyebabkan jaringan lambat.
  • Peran hub sangat sensitif sehingga ketika terjadi masalah dengan hub maka jaringan tersebut akan down.
  • Jaringan tergantung pada terminal pusat.

Demikianlah pembahasan materi seputar pengertian topologi star, ciri atau karakeristik, cara kerja, serta kelebihan dan kekurangan topologi bintang. Jangan lupa pelajari juga materi fungsi aplikasi serta beberapa perbedaan internet dan intranet yang telah kami sajikan di halaman lainnya.