Pengertian Zat Padat, Ciri, Sifat, Tekanan, Rumus dan Contohnya


Pengertian Zat Padat Definisi Ciri Sifat Tekanan Rumus Pemuaian dan Contohnya

Pengertian Zat Padat, Ciri, Sifat, Tekanan, Rumus dan Contohnya. Pembahasan materi tentang zat padat yang meliputi definisi, ciri, sifat, tekanan pada zat padat, serta rumus pemuaian dan contoh benda zat padat, sehingga dapat menambah wawasan sobat dalam bidang pelajaran fisika.

Kami yakin terdamparnya sobat di blog ini karena sedang mencari referensi tentang definisi zat cair, entah itu hanya untuk menambah wawasan saja atau untuk mengerjakan tugas sekolah. Sebelumnya telah kami hadirkan materi pelajaran tentang pengertian daya dan juga lapisan-lapisan atmosfer.

Harus sobat ketahui bahwa zat sendiri terbagi menjadi tiga golongan yaitu zat padat, zat cair dan zat gas. Seperti judul diatas, hari ini tim RUMUSPELAJARAN.COM akan mencoba mengulas materi tentang zat padat

Baiklah langsung saja mari kita bahas materi pelajaran fisika tentang zat padat mulai dari pengertian zat padat, ciri-ciri zat padat, sifat zat padat, tekanan pada zat padat, rumus pemuaian zat padat dan juga contoh zat padat yang ada di sekitar kita.

Pengertian Zat Padat

Zat padat adalah zat atau benda yang mempunyai bentuk dan volume (ruang yang ditempati) tertentu.

Terdapat dua cara utama partikel-partikel padat dapat tersusun atau terbentuk, yaitu dalam baris-baris teratur dan rapi atau dalam susunan yang tidak tentu (abstrak). Zat padat yang partikel-partikelnya tersusun dengan teratur atau rapi disebut sebagai kristal.

Beberapa contoh zat padat kristal, yaitu sebagian besar logam, intan, es, dan kristal garam.

Sedangkan zat padat yang partikel-partikelnya tersusun secara acak disebut sebagai amorf. Umumnya, tampilan dan tekstur yang dimiliki oleh amorf adalah mengkilap dan elastis.

Beberapa contoh zat padat amorf adalah lilin, kaca, karet, dan plastik.

Zat padat tidak mudah untuk dimampatkan atau zat padat tidak bisa dikecilkan hanya dengan menekannya. Hal itu dikarenakan partikel dari zat padat ini tersusun secara berdekatan dan menyatu.

Partikel individu pada zat padat tidak bergerak dengan cepat untuk mengalahkan gaya tarik menarik diantara partikel. Akan tetapi, partikel-partikel tersebut tetap bergetar hanya saja terikat dan rapat pada tempatnya.

PELAJARI JUGA: PERBEDAAN STATISTIK DAN STATISTIKA

Ciri-ciri Zat Padat

Terdapat beberapa ciri-ciri zat padat untuk membedakannya dengan jenis zat lainnya. Salah satu adalah memiliki bentuk dan volume yang tetap.

Sebagai contoh adalah bola yang bentuknya bulat. Apabila bola tersebut kita pindahkan ke dalam ember maka bentuk bola tersebut akan tetap bulat.

Selain itu, volume yang ada di dalam bola juga akan selalu tetap meskipun telah berpindah ke dalam ember.

Hal itu dikarenakan gaya tarik-menarik antar partikel dalam zat padat sangatlah kuat.

Untuk lebih jelasnya silahkan lihat tabel ciri-ciri zat padat dibawah ini.

1BentukTetap
2Volumetetap
3Letak partikelBerdekatan
4Gerakan partikelTidak bebas
5Gaya partikelSangat kuat
6Susunan partikelSangat berdekatan
7Tidak dapat dimampatkan

Sifat Zat Padat

Selain ciri diatas, zat padat juga mempunyai beberapa sifat yang harus sobat ketahui. Adapun sifat-sifat zat pada antara lain sebagai berikut:

  • Bentuk gerakannya bergetar dan berputar ditempatnya saja.
  • Tidak mengikuti bentuk wadah yang ditempati.
  • Memiliki bentuk yang tetap.
  • Memiliki volume yang tetap.
  • Memiliki molekul atau partikel yang tak bisa bergerak bebas, serta tidak mudah terpisah.
  • Molekul atau partikelnya tersusun teratur dan berdekatan (rapat).
  • Memiliki gaya tarik menarik antar molekul yang sangat kuat.

Tekanan pada Zat Padat

Tekanan adalah besaran gaya yang bekerja dalam suatu benda tiap satuan luas bidang tekanan.

Rumus dari besar tekanan:

P=F/A

Keterangan:

P= Tekanan (N/m²)
F= Gaya tekan (N)
A= Luas bidang tekan (m²)

Satuan tekanan dalam standar internasional yaitu pascal (Pa) atau N/m².

Semakin besar gaya tekan, semakin besar juga tekanannya. Semakin luas bidang tekan, maka semakin kecil juga tekannya.

Berdasarkan rumus di atas, maka dapat disimpulkan bahwa:

  • Semakin besar gaya tekan yang diberikan, maka semakin kecil juga tekanan yang dihasilkan
  • Semakin kecil luas permukaan bidang tekan, maka semakin besar juga tekanan yang dihasilkan.

Berikut ini adalah 5 contoh penerapan tekanan pada zat padat dalam kehidupan sehari-hari.

Mata kapak dibuat tajam ujungnya: Ujung yang tajam bertujuan untuk memperbesar tekanan agar memudahkan dalam membelah kayu.

Alas sepatu salju dibuat lebih lebar: Alas yang lebar memperkecil tekanan sehingga memudahkan berjalan di atas salju.

Ban mobil khusus untuk medan berat berlumpur dibuat besar: Ban yang besar untuk memperkecil tekanan agar memudahkan mobil melaju dan tidak terperosok di atas medan berat berlumpur.

Ujung Jarum dan paku dibuat runcing: Ujung yang runcing memperbesar tekanan sehingga memudahkan jarum untuk menancap ke kain dan paku untuk menancap ke kayu.

Bentuk kaki bebek lebar dan berselaput: Bentuk kaki bebek yang lebar dan berselaput memperkecil tekanan kaki pada tanah. Hal ini memudahkan bebek untuk berjalan dan tidak terperosok di atas lumpur.

Rumus Pemuaian Zat Padat

Rumus pemuaian zat padat sendiri terdapat tiga rumus, antara lain adalah sebagai berikut.

1. Pemuaian Panjang

Pemuaian panjang merupakan pemuaian yang akan membuat suatu benda menjadi lebih panjang karena peningkatan suhu.

Dalam hal ini perubahan luas dan volume bisa diabaikan sehingga hanya terjadinya pada benda yang panjang namun tipis.

Rumus pemuaian panjang:

L=L0+L0.α.ΔT

L=L0 (1+α.ΔT)

Keterangan:

L= Panjang akhir benda (m)
L0= Panjang mula-mula (m)
α= Koefisien muai panjang (/0C)
ΔT= Perubahan suhu (C0)

2. Pemuaian Luas

Pemuaian luas merupakan pemuaian yang akan membuat suatu benda menjadi lebih luas karena peningkatan suhu. Pemuaian ini hanya bisa terjadi dalam benda luas yang tipis seperti plat logam.

Rumus pemuaian luas:

A=A0+A0.α.ΔT

A=A0 (1+α.ΔT)

Keterangan:

A= Luas akhir benda (m)
A0= Luas mula-mula (m)
α= Koefisien muai panjang (/0C)
ΔT= Perubahan suhu (C0)

3. Pemuaian Volume

Pemuaian volume merupakan pemuaian yang akan menambahkan volume terhadap suatu benda karena adanya peningkatan suhu. Pemuaian ini terjadi pada benda yang volumenya tidak dapat diabaikan seperti halnya logam yang berbentuk kubus.

Rumus pemuaian volume:

V=V0+V0.α.ΔT

V=V0 (1+α.ΔT)

Keterangan:

V= Volume akhir benda (m)
V0= Volume mula-mula (m)
α= Koefisien muai panjang (/0C)
ΔT= Perubahan suhu (C0)

Contoh Zat Padat

Berikut adalah beberapa contoh benda-benda yang termasuk ke dalam jenis zat padat:

  • Paku
  • Plastik
  • Koin
  • Beras
  • Karet
  • Arang
  • Lilin
  • Batok kelapa
  • Pasir
  • Batu
  • Dadu
  • Jagung
  • Gelas
  • Kerikil
  • Tulang
  • Keramik
  • Styrofoam
  • Gigi
  • Emas
  • Buku
  • Alumunium

Demikianlah materi pelajaran tentang pengertian zat padat, serta ciri, sifat, tekanan, rumus dan contoh benda zat padat. Semoga bermanfaat bagi sobat yang sedang mencari referensi mengenai zat padat. Jangan lupa pelajari juga materi pelajaran definisi gelombang elektromagnetik dan juga fungsi jangka sorong yang telah kami sajikan di halaman lainnya.