Sejarah Kerajaan Mataram Islam, Sejarah Singkat, Pendiri, Nama Raja, Silsilah, Kejayaan, Sistem Pemerintahan dan Peninggalanya


Sejarah Kerajaan Mataram Islam Sejarah Singkat Pendiri Nama Raja Silsilah Kejayaan Sistem Pemerintahan Peninggalan

Sejarah Kerajaan Mataram Islam, Sejarah Singkat, Pendiri, Nama Raja, Silsilah, Kejayaan, Sistem Pemerintahan dan Peninggalanya. Materi pembahasan mengenai bagaimana sejarah singkat kerajaan Mataran di Indonesia. Pada pelajaran sejarah ini kita akan bahas satu per satu mulai dari pendirian kerajaan, nama-nama raja Mataram islam. Selanjuntnya bisa kita lanjutkan mengenai silsilah kerajaan, kejayaan serta sistem yang dijalankan pemerintahan kerjaan Mataraan saat itu.

Kerajaan Mataram islam ini berdiri sejak abad ke-17 an yang saat itu berada di Pulau jawa dengan sistem kesultanan. Kerajaan ini di pimpin turun-temurun dari dinasti keturunan ke Ageng sela hingga yang paling akhir. Menarik sekali memang membahas mengenai sejarah kerjaan Mataram ini sebab akan ada beberapa masa pembentukan kerajaan, kejayaan dan juga konflik.

Nama-nama raja akan sering dijadikan soal dalam pelajaran sejarah, untuk itu bisa di ingat dan dicatat bila perlu nama-nama raja Kerajaan Mataran islam ini. Pelajari juga sejarah zaman neolitikum meliputi jenis, kepercayaan, ciri-ciri, kebudayaan dan cara hidupnya serta materi pelajaran revolusi indonesia meliputi teks proklamasi kemerdekaan, latar belakang, kronologi dan dampaknya. Nah, selanjutnya mari kita pelajari lebih detail siapa raja Mataram islam pertama sampai terakhir, nama pendiri, silsilah maupun peninggalan kerajaan mataram islam ini.

Sejarah Kerajaan Mataram Islam

Sejarah awal mula sejarah kerajaan Mataram Islam yaitu pada saat kesultanan Mataram atau bisa disebut juga Mataram Islam atau Mataram Baru merupakan suatu negara Islam pada abad ke-17 berbentuk kesultanan di pulau Jawa. Kerajaan ini berdiri pada abad ke-16, namun baru menjadi sebuah negara berdaulat di abad ke-17 yang dipimpin suatu dinasti keturunan Ki Ageng Sela dan Ki Ageng Pamanahan atau disebut Wangsa Mataram.

Mulanya kerajaan ini mempunyai wilayah Alas Mentaok pemberian Sultan Hadiwijaya kepada Ki Ageng Pamanahan atas jasanya, Kadipaten ini di bawah Kesultanan Pajang, Raja berdaulat pertama adalah Danang Sutawijaya (Panembahan Senapati), putra dari Ki Ageng Pamanahan.

Kerajaan ini mengalami masa keemasannya pernah menyatukan pulau Jawa (kecuali wilayah Kesultanan Banten dan Kesultanan Cirebon) dan sekitarnya, termasuk pulau Madura.

Indonesia saat memerangi VOC di Batavia untuk mencegah semakin berkuasanya firma dagang itu, namun ironinya menerima bantuan VOC pada masa akhir menjelang keruntuhannya.

Jejak sejarah kerajaan Mataram berbasis agraris/pertanian dan tak bisa dipungkiri jika kerjaan tersebut sangat berjasa sekali bagi negara kita saat ini. Saat ini kerajaan ini bisa dilihat dari kampung Matraman di Jakarta, sistem persawahan di Pantura Jawa Barat, penggunaan Carakan dalam literatur bahasa Sunda, politik feodal di Pasundan, serta beberapa pembagian wilayah administrasi yang masih berlaku hingga sekarang.

Setelah Ki Ageng Pemanahan wafat pada tahun 1575 dan setelahnya Sutawijaya diangkat menjadi bupati di Mataram. Setelah menjadi pemimpin, Sutawijaya ternyata tidak puas hanya menjadi bupati dan ingin menjadi raja yang menguasai seluruh Jawa. Untuk menjadi raja akhirnya ia membuat sistem untuk memperkuat pertahanan Mataram. Namun, hal tersebut tercium oleh Hadiwijaya, sehingga ia mengirim pasukan untuk menyerang Mataram.

Akhirnya peperangan pecah terjadi pada tahun 1582, dimana prajurit Pajang menderita kekalahan. Di samping itu, keadaan Sultan Hadiwijaya dalam keadaan sakit dan kemudian wafat.

Pendiri Kerajaan Mataram

Silsilah kerajaan Mataram Islam perlu diketahui oleh sobat pelajar semua yakni pernah dipimpin oleh 6 orang raja. Inilah keenam raja Kerajaan Mataram Islam tersebut bisa dibaca dibawah ini:

1. Ki Ageng Pamanahan (1556 – 1584)

Pertama kali Desa Mataram didirikan oleh Ki Ageng Pamanahan di tahun 1556. Desa tersebut dipimpin oleh anaknya yaitu Sutawijaya. Mulanya desa tersebut berupa hutan lebat yang kemudian dibuka dan diberi nama Alas Mentaok. Nah, kemudian Ki Ageng Pamanahan setelah membuka akses dan memberi nama bekas hutan ini dengan sebutan Mataram. Namun, Ki Ageng Pamanahan wafat pada tahun 1584 dan kemudian dimakamkan di Kota Gede, Jogjakarta.

2. Panembahan Senapati (1584 – 1601)

Raja kedua kerajaan Mataran adalah Sutawijaya yang merupakan putra dari Ki Ageng Pamanahan wafat tahun 1584. Sutawijaya adalah menantu dan anak angkat dari Sultan Pajang. Dia tadinya merupakan senapati utama dari kerajaan Pajang, sehingga diberi gelar Panembahan Senapati.

Kejayaan kerajaan Mataram mulai bangkit di bawah kepemimpinan Panembahan Senapati, dan memperluas wilayah kekuasaannya yang wilayahnya mulai dari Pajang, Demak, Tuban, Madiun, Pasuruan dan sebagian besar wilayah Surabaya. Kemudian setelah Panembahan Senapati wafat posisinya dilanjutkan oleh anaknya yaitu Raden Mas Jolang.

3. Raden Mas Jolang (1601 – 1613)

Raden Mas Jolang adalah putra dari Panembahan Senapati dan Putri Ki Ageng Panjawi. Raja kedua kerajaan Mataram ini mempunyai julukan yaitu Panembahan Anyakrawatu. Beliau merupakan pewaris kedua dari Kerajaan Mataram Islam.

PELAJARI JUGA: SEJARAH KERAJAAN BALI, NAMA RAJA, KEHIDUPAN POLEKSESBUD DAN MASA KEJAYAAN

Perlu diketahui sobat RUMUS PELAJARAN , jika masa pemerintahannya terjadi banyak peperangan. Hal ini dilakukan untuk menaklukkan wilayah ataupun karena mempertahankan wilayah. Raden Mas Jolang memerintah selama 12 tahun, beliau wafat di tahun 1613 di desa Krapyak dimakamkan di Pasar Gede.

4. Raden Mas Rangsang (1613 – 1646)

Selanjutnya ada Raja Raden Mas Rangsang atau dikenal sebagai Sultan Agung Senapati Ingalaga Ngabdurrachman yang merupakan raja ke-3 Kerajaan Mataram Islam. Beliau merupakan putra dari Raden Mas Jolang.

Kerajaan Mataram pada masa pemerintahannya mampu mencapai puncak kejayaan. Kerajaan Mataram berhasil menguasai hampir seluruh tanah Jawa. Selain melakukan ekspansi dan menaklukkan beberapa wilayah dengan berperang melawan raja Jawa. Beliau juga mengembangkan Mataram menjadi kerajaan agraris. Lalu Raden Mas Rangsang wafat tahun 1546 dan dimakamkan di Imogiri.

5. Amangkurat I (1646 – 1676)

Raja selanjutnya di Kerajaaan Mataran adalah Sultan Amangkurat yang merupakan anak dari Sultan Ageng. Raja ini mampu memindahkan pusat kerajinan dari kota Gedhe ke Plered tahun 1647.

Perlu diketahui ya sobat pelajata jika pada masa pemerintahan Sultan Amangkurat I Kerajaan Mataram Islam mulai terjadi perpecahan yang disebabkan Sultan Amangkurat I membuat kerja sama tertutup dengan VOC. Sultan Amangkurat I wafat pada tanggal 10 Juli 1677 dan dimakamkan di Telagawangi, Tegal.

6. Amangkurat II (1677 – 1703)

Amangkurat I mengangkat Amangkurat II Sebelum wafat sebagai penerusnya dan Amangkurat II aslinya mempunyai nama Raden Mas Rahmat. Beliau merupakan pendiri serta raja pertama dari Kasunanan Kartasura. Kasunanan Kartasura merupakan lanjutan dari Kerajaan Mataram Islam. Amangkurat II merupakan raja Jawa pertama yang menggunakan pakaian dinas berupa pakaian Eropa. Sehingga rakyat menjulukinya Sunan Amral (Admiral).

Masa Kejayaan Kerajaan Mataram

Kerajaan Mataram jaya saat dibawah kepemimpinan Raden Mas Rangsang jika dilihat dari silsilahnya. Namun dalam sejarah malah menyatakan bahwa masa kejayaan Kerajaan Mataram Islam adalah di masa pemerintahannya Sultan Agung Hanyokrokusumo atau yang sering dipanggil Sultan Agung.

Sultan Agung Hanyokrokusumo merupakan pejuang kemerdekaan Indonesia. Beliau ikut berperang mempertahankan Indonesia dari tangan penjajah Belanda. Menurut sumber sejarah, masa kejayaan Kerajaan Mataram Islam ini adalah pada tahun 1613 sampai dengan 1646.

Kejayaan Kerajaan Mataram Islam mampu menambah perluasan wilayah kekuasaan Mataram Islam mencakup Pulau Jawa,  namun sampai ke Pulau Madura serta Pulau Kalimantan.

Kehidupan Politik, Ekonomi, Sosial dan Budaya Kerajaan Mataram Islam

Selanjutnya Rumuspelajaran.com akan membahas mengenai bagaimana kehidupan politik, ekonomi pada jaman tersebut dan juga sosial dan bagaimana budayanya.

Untuk masa kehidupan politik jaman kerajaan mataram islam adalah dimulai pemerintahan Sutawijaya pada tahun 1586. Pada masa tersebut mengelami pemberontakan dibagian pesisir pantai utara Jawa. Untuk memperluas wilayahnya Panembahan Senapati mampu menundukan wilayah sampai ke Surabaya, Pasuruan, Ponorogo, Madiun, Panarukan, Blambangan, Galuh dan juga Cirebon.

Kemudian di tahun 1595, daerah Galuh dan juga Cirebon mampu ditaklukan okeh Kerajaan Mataram Islam. Diakhir masa kepemimpinan Panembahan Senapati, Kerajaan Mataram Islam mampu menundukan wilayah kekuasaan mulai dari Pasuruan, Jawa Timur hingga Galuh, Jawa Barat.

Adapun kehidupan ekonomi pada masa kerajaan mataran islamn sudah begitu baik diantaranya mampu mengubah sektor pertanian sebagai sumber utamanya. Terpenting bidang pertanian itu berada di Jawa bagian tengah dengan komoditas utamanya yang berupa beras. Sehingga pada abad ke-17, Kerajaan Mataram mampu menjadi pengeskpor beras terbesar yang ada di Nusantara.

Ciri kehidupan pada masa tersebut memang menganut sistem feodal yang berdasar atas sistem agraris. Dan ujungnya para pejabat dan bangsawan diberikan imbalan yang berupa tanah lungguh dengan tujuan untuk dijadikan sebagai sumber utama ekonomi.

Pelajari Juga:

Sedangkan untuk kehidupan Sosial Budayanya juga sudah sangat baik yakni menganut beberapa aturan yang bisa dipahami dan dianut dengan baik. Sebagai contoh untuk sistem pemerintahannya, raja adalah pemegang kekuasaan yang tertinggi, lalu diikuti dengan sejumlah pejabat petinggi kerajaan lainnya.

Di dalam bidang keagamaan terdapat penghulu, khotib, naid, serta surantana yang memiliki tugas dalam memimpin kegiatan upacara-upacara keagamaan. dan di bidang pengadilan terdapat jabatan jaksa yang memiliki tugas dalam menjalankan segala bentuk pengadilan di dalam kerajaan atau istana.

Sedangkan untuk Budayanya pada masa Sultan Agung menghasilkan sebuah karya sastra yang sangat terkenal dan disebut sebagai kitab sastra Gending.

Serta menyusun adanya kitab undang-undang baru yang digunakan sebagai panduan yang berasal dari hukum islam dengan Hukum Adat Jawa yang lebih dikenal sebagai Hukum Surya Alam.

Peninggalan Kerajaan Mataram

Penyebab runtuhnya Kerajaan Mataram Islam adalah faktor Internal dan Eksternal. Dan kemunduran Kerajaan Mataram Islam diawali ketika Sultan Agung merebut Batavia untuk menguasai seluruh Jawa dari Belanda. Akibat haus kekuasaan tersebut dan mengakibatkan kekalahan menyebabkan kehidupan ekonomi rakyat terbengkalai, karena sebagian rakyat dikerahkan untuk berperang.

Faktor Eksternal :

  • Letusan gunung Merapi yang mengeluarkan lahar. Lahar tersebut menimbun candi-candi yang didirikan oleh kerajaan sehingga candi rusak.
  • Pada tahun 927 – 929 M terjadi krisis politik.
  • Adanya campur tangan VOC dalam sistem pemerintahan
  • Adanya pertimbangan ekonomi.
  • Masuknya agama Islam, Adipari dari daerah pedalaman yang beragama Islam merasa tidak terikat oleh kekuasaan kerajaan
  • Majapahit sehingga mereka tidak taat dan setia kepada penguasa yang beragama Hindu.

Faktor Internal :

  • Tidak ada pembentukan pemimpin baru
  • Perang saudara melemahkan kekuatan, perang paregreg menimbulkan malapetaka bagi rakyat dan kaum bangsawan

Ditambah lagi dengan adanya perseteruan Wangsa Syailendra dengan Jawa terus berlanjut bahkan ketika Wangsa Isana berkuasa. Ketika Mpu Sindok memulai periode di Jawa Timur, pasukan Sriwijaya datang menyerang. Pertempuran terjadi di daerah Anjukladang atau Nganjuk, Jawa Timur. Peperangan dimenangkan oleh pihak Mpu Sindok.

Setelah membaca satu per satu sub pembahasan diatas tibalah ujung dari kerajaan Mataran ini, walaupun kerajaan ini perbah mengalami masa kejayaan yang luar biasa. Dan pastinya Kerajaan Mataram Islam mempunyai beberapa peninggalan yang bisa dijadikan sebagai pengingat diantaranya adalah:

  1. Sastra Ghending karya Sultan Agung,
  2. Tahun Saka
  3. Kerajinan Perak
  4. Kalang Obong, yaitu tradisi kematian orang kalang dengan cara membakar beberapa peninggalan orang yang telah meninggal
  5. Kue kipo adalah makanan khas masyarakat kota gede, makanan ini konon katanya telah ada sejak jaman kerajaan mataram islam
  6. Pertapaan Kembang Lampir, tempat Ki Ageng Pemanahan bertapa untuk mendapatkan wahyu kerajaan Mataram Islam
  7. Segara Wana dan Syuh Brata, yaitu meriam-meriam yang diberikan oleh Belanda atas perjanjiannya dengan kerjaan Mataram saat masa kepemimpinan Sultan Agung.
  8. Puing – puing candi Hindu dan Budha yang terdapat di aliran Sungai Opak dan juga aliran sungai Progo
  9. Batu Datar yang terletak di Lipura lokasinya tak jauh di barat daya kota Yogyakarta
  10. Pakaian Kiai Gundil atau lebih dikenal sebagai Kiai Antakusuma
  11. Masjid Agung Negara yang dibangun pada tahun 1763 oleh PB III.
  12. Masjid Jami Pakuncen yang didirikan oleh sunan Amangkurat I
  13. Gapura Makam Kota Gede, yang merupakan perpaduan antara corak hindu dan islam.
  14. Masjid yang berada di Makam Kota Gede.
  15. Bangsal Duda
  16. Rumah Kalang
  17. Makam dari Raja- Raja Mataram yang berlokasi di Imogiri
  18. Gerbang Makam Kota Gede

Itulah ulasan materi Sejarah Kerajaan Mataram Islam mulai dari sejarah singkat, nama-nama raja, silsilah, masa keejayaan, sistem pemerintahan dan beberapa peninggalan penting kerajaan Mataram. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan sobat pelajar semua ya. Pelajari materi tentang seni rupa dan unsur-unsur di dalamnya serta sejarah tari, fungsi dan jenis-jenisnya.