Pengertian Inflasi, Penyebab, Jenis, Dampak, Cara Mengatasi, Faktor, Rumus Menghitung dan Contohnya


Materi Inflasi Penyebab Jenis Dampak Cara Mengatasi Faktor Rumus Menghitung Contoh

Pengertian Inflasi, Penyebab, Jenis, Dampak, Cara Mengatasi, Faktor, Rumus Menghitung dan Contohnya. Penjelasan materi tentang inflasi lengkap dengan macam atau jenis, dampak, penyebab, dan cara mengatasi inflasi. Inflasi merupakan kejadian atau gejala ekonomi yang tidak bisa dihilangkan secara tuntas dalam suatu negara ataupun perusahaan. Pada bagian perusahaan keuangan adalah hal pertama yang akan mengalami dampak dari adanya inflasi tersebut. Inflasi juga akan memberi dampak yang besar jika tidak segera dilakukan pencegahan dengan kebijakan yang tepat.

Inflasi memang berkebalikan dengan deflasi, untuk pengertian inflasi ialah kondisi dimana terjadi peningkatan harga, sedangkan deflasi ialah kondisi dimana terjadi penurunan harga secara umum. Hal tersebut pernah terjadi di beberapa negara salah satunya Jepang beberapa tahun belakangan ini. Perlu diketahui jika kenaikan harga yang bersifat sementara tidak bisa diartikan kedalam inflasi sebagai contoh kenaikan harga-harga menjelang hari raya Idul Fitri, tahun baru maupun saat hari besar lainya. Pada umumnya inflasi terjadi ketika jumlah uang yang beredar di masyarakat lebih banyak daripada yang dibutuhkan.

Ada banyak jenis-jenis inflasi yang bisa sobat baca di dalam artikel ini, pada kesempatan sebelumnya situs pendidikan rumuspelajaran.com telah membahas materi tentang pengertian NKRI meliputi definisi, fungsi, tugas, tujuan dan pengertian lembaga sosial menurut para ahli, ciri, karakter, syarat, fungsi dan macam-macamnya.

Dalam suatu negara kestabilan harga dalam masyarakat sangat penting untuk berlangsungnya kehidupan yang adil dan makmur. Bila suatu negara terkenal Inflasi lalu langkah-langkah atau cara mengatasinya bisa sobat temukan di postingan kali ini yang diberikan. Biasanya pemerintah memiliki beberapa jenis kebijakan untuk bisa mengatasi dan mengendalikan inflasi.

Inflasi dapat merugikan berbagai pihak karena mengurangi besarnya nilai riil dari mata uang tersebut. Peran/posisi yang terkena dampak tersebut salah satunya Pegawai negeri sipil, untuk pembahasanya ketika Pegawai negeri sipil (a) dan pensiunan (c) adalah orang-orang yang memiliki penghasilan tetap. Ketika inflasi terjadi maka dengan jumlah uang yang sama yang mereka terima, kemampuan mereka untuk membeli suatu barang akan berkurang, sehingga mereka dirugikan oleh adanya inflasi. Untuk lebih jelasnya apa definisi inflasi, jenis, macam dan cara mengatasi inflasi bisa sobat pelajadi artikelnya dibawah ini.

Pengertian Inflasi

Inflasi merupakan suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (continue) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang.

Pengertian Inflasi Menurut Para Ahli

Ada banyak pengertian inflasimenurut para ahli menurut ahli ekonomi dan selain penjelasan diatas para pakar memiliki pendapat yang berbeda beda dalam mendefinisikan apa definisi inflasi. Berikut kumpulan pengertian inflasi menurut para ahli secara lengkap untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan ekonomi.

1.Parkin dan Bade

Inflasi adalah pergerakan ke arah atas dari tingkatan harga. Secara mendasar ini berhubungan dengan harga, hal ini bisa juga disebut dengan berapa banyaknya uang (rupiah) untuk memperoleh barang tersebut.

2. Nopirin

Inflasi adalah proses kenaikan harga-harga umum barang-barang secara terus menerus selama peride tertentu.

3. A. P. Lahnerinflasi

Inflasi adalah suatu keadaan yang di mana sudah terjadinya kelebihan dari suatu permintaan atas barang-barang di dalam suatu perekonomian dengan cara menyeluruh.

4. Bambang dan Aristanti (2007)

Inflasi adalah proses kenaikan harga-harga umum secara terus menerus. Kejadian inflasi akan mengakibatkan menurunnya daya beli masyarakat. Hal ini terjadi dikarenakan dalam inflasi akan terjadi penurunan tingkat pendapatan.

5. Dwi Eko Waluyo

Inflasi adalah salah satu bentuk dari penyakit-penyakit ekonomi yang sering terjadi dan dialami hampir di semua negara. Kecenderungan dari kenaikan suatu harga-harga pada umumnya dan terjadi secara terus-menerus.

6. Gerald J. Thuesen dan W. J. Fabrycky

Pengertian Inflasi adalah suatu keadaan yang menggambarkan suatu perubahan atas tingkat harga di dalam sebuah perekonomian.

7. Investoword

Inflasi adalah kenaikan harga umum keseluruhan barang dan jasa dalam suatu perekonomian yang biasanya diukur dengan indeks harga konsumen (Consumer Price Index) dan Indeks Harga Produsen (Producer Price Index).

8. Marcus

Inflasi adalah sebuah nilai pada saat tingkat dari suatu harga barang atau pun jasa umumnya yang sedang mengalami kenaikan.

9. Mc. Eachern

Inflasi merupakan suatu keadaan yang di mana kenaikan secara terus-menerus di dalam rata-rata tingkat suatu harga. jika tingkat harga itu berfluktuasi, maksudnya dengan keadaan pada bulan ini naik bila pada bulan depannya lagi turun, bila pada saat setiap kenaikan kerja itu bukanlah termasuk dalam suatu inflasi.

10. Nanga

Inflasi adalah suatu gejala ketika tingkat dari 1 harga pada umumnya sedang mengalami kenaikan terus-menerus. Namun, jika keadaan kenaikan pada harga ini terjadi dalam sekali masa saja itu tidak bisa dikatakan dengan terjadi sebuah inflasi.

11. Nopirin

Definisi Inflasi adalah suatu proses dari suatu kenaikan harga pada umumnya dan akan bergerak secara terus-menerus, misalnya pada barang-barang primer kebutuhan sehari-hari.

12. Samuelson dan Nordhaus

Arti inflasi dinyatakan sebagai kenaikan harga secara umum.

13. Rahardja

Defiisi inflasi adalah suatu kecenderungan atas harga yang berguna untuk meningkat secara terus-menerus pada umumnya. Ketika harga barang sedang mengalami kenaikan hampir sebagian besar dari harga barang pada umumnya, itulah yang disebut dengan Inflasi.

14. Rimsky K. Judisseno

Inflasi adalah salah satu kejadian yang dimana di mana moneter yang ditunjukkan dari satu kecenderungan dari naiknya harga barang-barang pada umumnya. Dalam kejadian ini berarti sedang terjadinya penurunan tingkat nilai mata uang.

15. Sadono Sukirno

Inflasi merupakan suatu proses ketika terjadinya suatu kenaikan harga yang berlaku terhadap perekonomian.

17. Sukwiaty, dkk (2009)

Inflasi merupakan proses suatu kejadian dan bukan tinggi rendahnya tingkat harga. Sehingga, jangan menganggap kalau tingkat harga tinggi itu berarti inflasi tinggi. Inflasi terjadi kalau proses kenaikan harga yang terus menerus dan saling pengaruh mempengaruhi.

18. Weston dan Sopeland

Pengertian inflasi adalah suatu keadaan di bidang ekonomi yang sedang diterpa oleh suatu kenaikan di tingkat harga yang paling tinggi serta tidak bisa untuk dicegah atau pun dikendalikan kembali.

19. Winardi

Inflasi adalah suatu periode pada masa tertentu, yang terjadi ketika suatu kekuatan dalam membeli terhadap kesatuan moneter menurun. Dalam pengertian Inflasi tersebut bisa timbul jika nilai uang yang d1idepositokan akan beredar lebih banyak dibandingkan atas jumlah barang atau pun jasa yang ditawarkan.

20. Bank Indonesia

Bank Indonesia (BI) mendefinisikan inflasi dalam Inflation Targeting Framework. “Inflasi adalah kecenderungan harga-harga untuk meningkat secara umum dan terus menerus”.

21. Badan Pusat Statistik (BPS)

Pengertian inflasi adalah sebuah nilai ketika tingkat dari harga yang berlaku di dalam suatu bidang ekonomi. Sebagai salah satu dari indikator di dalam melihat kestabilitasian perekonomian satu wilayah tertentu, perkembangan harga jasa dan barang pada umumnya dapat dihitung melalui indeks harga dari para konsumen. Dengan demikian, angka inflasi amatlah mempengaruhi besar kecilnya produksi suatu barang.

22. Wordnet 1,6

Pengertian inflasi adalah peningkatan harga umum secara progresif; “Saat inflasi terjadi, semuanya semakin bernilai kecuali uang”.

23. KBBI

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), inflasi adalah kemerosotan nilai uang (kertas) karena banyaknya dan cepatnya uang (kertas) beredar sehingga menyebabkan naiknya harga barang-barang.

24. Kamus Lengkap Webster’s New Universal

Inflasi adalah peningkatan jumlah mata uang yang beredar yang mengakibatkan penurunan nila mata uang yang tajam dan tiba tiba serta kenaikan harga: Hal ini dapat disebabkan oleh peningkatan jumlah uang kertas yang dikeluarkan atau emas yang ditambang atau peningkatan pengeluaran relatif seperti saat pasokan barang gagal memenuhi permintaan.

25. Kamus Bahasa Inggris American Heritage edisi Ke-IV

Pengertian inflasi adalah peningkatan terus-menerus di tingkat harga konsumen atau penurunan terus-menerus dalam daya beli uang, disebabkan oleh peningkatan mata uang yang tersedia dan kredit di luar proporsi barang dan jasa yang tersedia. Dalam pengertian inflasi ini inflasi didefinisikan sebagai sebuah akibat bukan sebagai sebab.

26. Economicshelp.org

Inflasi berarti peningkatan yang berkelanjutan dalam tingkat harga keseluruhan atau umum (general price level) dalam suatu perekonomian. Inflasi juga berarti adanya peningkatan biaya hidup (cost of living).

Penyebab Inflasi

Menurut Winardi inflasi ialah suatu periode pada masa tertentu ketika kekuatan dalam membeli menurun. Pengertian Inflasi tersebut dapat timbul apabila nilai uang yang didepositokan beredar lebih banyak dibandingkan atas jumlah barang atau pun jasa yang ditawarkan. Berikut adalah beberapa penyebab terjadinya inflasi.

1.Inflasi Karena Permintaan (Demand Pull inflation)

Inflasi ini bisa terjadi karena permintaan atau daya tarik masyarakat yang kuat terhadap suatu barang. Inflasi terjadi karena munculnya keinginan berlebihan dari suatu kelompok masyarakat yang ingin memanfaatkan lebih banyak barang dan jasa yang tersedia di pasaran.

Disebabkan karena keinginan yang terlalu berlebihan itu, permintaan menjadi bertambah, sedangkan penawaran masih tetap yang akhirnya mengakibatkan harga menjadi naik.

2. Inflasi Karena Bertambahnya Uang yang Beredar (Quantity Theory Inflation)

Inflasi bisa disebabkan karena bertambahnya uang yang beredar dikemukakan oleh kaum klasik yang menyatakan bahwa ada keterkaitan antara jumlah uang yang beredar dengan harga-harga.

PELAJARI JUGA: PENGERTIAN CERPEN MENURUT PARA AHLI DAN JUGA STRUKTUR TEKS PANTUN

Apabila jumlah barang tetap namun jumlah uang yang beredar lebih besar dua kali lipat, maka harga barang pun menjadi lebih mahal dua kali lipat.

3. Inflasi Karena Kenaikan Biaya Produksi (Cost Push Inflation)

Inflasi ini disebabkan karena adanya dorongan kenaikan biaya produksi dalam jangka waktu tertentu secara terus menerus. Secara umum inflasi kenaikan biaya produksi ini disebabkan karena desakan biaya faktor produksi yang terus naik.

4. Inflasi Campuran (Mixed Inflation)

Inflasi campuran ini terjadi karena adanya kenaikan penawaran dan permintaan. Hal ini terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan. Ketika permintaan terhadap suatu barang atau jasa bertambah, kemudian mengakibatkan penyediaan barang dan faktor produksi menjadi turun.

Sebagai gantinya atau substitusi untuk barang dan jasa tersebut terbatas atau tidak ada. Keadaan yang tidak seimbang ini akan menyebabkan harga barang dan jasa menjadi naik. Inflasi jenis ini akan sangat sulit diatasi atau dikendalikan ketika kenaikan supply akan suatu barang atau jasa lebih tinggi atau setidaknya setara dengan permintaan.

5. Inflasi Karena Struktural Ekonomi yang Kaku (Structural Theory Inflation)

Menjelaskan penyebab inflasi dari segi struktural ekonomi yang kaku. Produsen tidak bisa mencegah dengan cepat kenaikan permintaan yang diakibatkan oleh pertumbuhan penduduk. Akhirnya permintaan sulit dipenuhi saat ada pertumbuhan jumlah penduduk.

Jenis Inflasi

Nah, selanjutnya sobat rumuspelajaran.com mari kita tambah ilmu pengetahuan masalah inflasi berdasarkan jenisnya. Inflasi terbagi atas beberapa pandangan dalam menentukan jenis-jenis atau macam-macam inflasi seperti jenis-jenis inflasi berdasarkan tingkat keparahan penyebab, asal dan pengaruh terhadap harga barang, berikut jenis dan penjelasanya.

1. Jenis-Jenis Inflasi Berdasarkan Tingkat Keparahannya

  1. Inflasi Ringan ialah inflasi yang belum terlalu mengganggu keadaan ekonomi. Inflasi ringan mampu dikendalikan dengan tingkat nilai dibawah 10% per tahun.
  2. Inflasi Sedang ialah inflasi yang dapat menurunkan kesejahteraan masyarakat bagi penghasilan tetap dengan tingkat laju inflasi sebesar 10%-30% per tahun.
  3. Inflasi Berat ialah inflasi yang mampu mengacaukan perekonomian yang berakibat pada kurangnya minat masyarakat dalam menabung karna bunga bank lebih rendah dari laju angkat inflasi, inflasi berat memiliki laju sekitar 30%-100% per tahun.
  4. Inflasi Sangat Berat atau Hiperinflasi ialah inflasi yang telah mengacaukan kondisi perekonomian dan sulit dikendalikan walapun dengan melakukan kebijakan moneter atau kebijakan fiskal dengan laju inflasi diats 100% per tahun.

2. Jenis-Jenis Inflasi Berdasarkan Penyebabnya

  1. Demand Pull Inflation atau inflasi permintaan ialah inflasi yang timbul akibat dari kenaikan permintaan masyarakat
  2. Cost Push Inflation atau inflasi biaya ialah inflasi yang timbul akibat dari biaya produksi barang dan jasa

3. Jenis-Jenis Inflasi Berdasarkan Asal atau Sumbernya

  1. Inflasi dalam Negeri ialah inflasi yang terjadi akibat defisit anggaran belanja negara (APBN) sehingga pencetakan uang baru dan gagalnya pasar yang mengakibatkan tingginya harga bahan makanan.
  2. Inflasi Luar Negeri ialah inflasi yang disebabkan naiknya harga barang impor yang berasal dari biaya produksi barang di luar negeri yang tinggi atau naiknya tarif impor barang.

4. Jenis-Jenis Inflasi Berdasarkan Pengaruh terhadap Harga Barang

  1. Inflasi Tutup atau (Closed Inflation) ialah inflasi yang terjadi akibat kenaikan harga antara satu atau dua barang tertentu.
  2. Inflasi Terbuka (Open Inflation) ialah inflasi yang terjadi akibat kenaikan harga semua barang.

Dampak Inflasi

Kondisi suatu negara tidak selamanya stabil, kadang mengalami kenaikan dan penurunan yang menyebabkan perekonomi berubah drastis. Dampak-dampak tersebut dapat kita lihat melalui beberapa faktor kehidupan masyarakat, berikut adalah beberapa dampak inflasi secara umum yang bisa sobat pelajari.

1. Dampak Inflasi Terhadap Pendapatan Masyarakat

Inflasi dapat memberikan dampak positif ataupun negatif terhadap pendapatan masyarakat yang ada di negara tersebut. Pada suatu kasul, misalnya inflasi lunak, justru akan mendorong para pengusaha untuk memperluas produksi sehingga meningkatkan perekonomian. Namun, inflasi akan berdampak buruk bagi mereka yang berpenghasilan tetap karena nilai uangnya tetap, sedangkan harga barang/ jasa naik.

2. Dampak Inflasi Terhadap Ekspor

Salah satu dampak inflasi adalah menurunya kemampuan ekspor suatu negara akan berkurang, disebabkan biaya ekspor akan lebih mahal. Selain itu, daya saing barang ekspor juga mengalami penurunan yang berakibat menurunya dan pendapatan dari devisa pun berkurang.

3. Dampak Inflasi Terhadap Minat Menabung

Dampak inflasi selanjutnya ialah menurun dan berkurangnya minat menabung seseorang, disebabkan pendapatan dari bunga tabungan jauh lebih kecil. Sehingga penabung harus membayar biaya administrasi tabungannya.

4. Dampak Inflasi Terhadap Kalkulasi Harga Pokok

Kondisi inflasi akan mengakibatkan perhitungan penetapan harga pokok menjadi sulit, karena bisa menjadi terlalu kecil atau terlalu besar. Persentase inflasi yang terjadi di masa depan seringkali tidak dapat diprediksi dengan akurat.

Cara Mengatasi Inflasi

Sebagai pemilik usaha, menyadari akibat dan tanda munculnya inflasi merupakan hal yang penting. Inflasi dapat berdampak buruk pada sebuah usaha. Mulai dari dampak kecil hingga dampak yang besar. Oleh karena itu, pintar mengelola perusahaan merupakan hal yang penting.

Jurnal software akuntansi online, adalah partner yang tepat untuk membantu perusahaan mengolah data keuangan dan membuat perencanaan sebagai bentuk antispisasi meminimalkan dampak inflasi dalam perusahaan. Dengan Jurnal, Anda juga dapat mengelola dan memonitor keuangan bisnis di mana pun dan kapan pun.

Contoh Inflasi

Setelah sobat mengetahui pengertian inflasi, jenis, dampak dan cara mengatasinya, dibawah ini adalah contoh negara yang pernah mengalami inflasi.

1. Hungaria

Negara Hungaria pernah mengalami inflasi mencapai 207% setelah selesai Perang Dunia II, mengakibatkan setiap harga berubah menjadi 2 kali lipat setiap 15 jam. Penyebabnya yaitu hilangnya 40% dari modal saham akibat konflik, juga keengganan Jerman membayar utang pada Hungaria sebagai pemasok bahan bakarnya selama Perang Dunia 2.

2. Jerman

Negara sebesar Jerman juga pernah mengalami inflasi cukup parah ketika akhir perang dunia I akibat kekalahan yang akhirnya harus membayar segala kerugian perang kepada pihak pemenang, Tingkat inflasi mencapai 11,4% per hari atau 2.440% per bulan. Jerman mengalami inflasi yang membuat harga berubah dua kali lipat setiap tiga hari 17 jam, juga tidak bernilainya mata uang sampai dapat dijadikan hiasan dinding dan menyalakan api kompor.

3. China

Negara Cina yang sekarang ini menjadi salah satu negara Superpower ternyata pernah mengalami inflasi pada Oktober 1947- Mei 1949.

Penyebab inflasi di china ialah perang saudara yang terjadi setelah selesainya perang dunia II, tingkat inflasi mencapai 14% per hari atau 5.070% per bulan.

4. Zimbabwe

Negara selanjutnya yang pernah mengalami inflasi adalah Zimbabwe, inflasi di negara ini pernah mencapai 98% per hari yang mana mata uang tertinggi mencapai nominal 100 triliun dolar. Penyebabnya adalah kebijakan land reform yang mana adanya pengalihan kepemilikan lahan dari pendatang kulit putih menjadi milik warga asli Zimbabwe.

5. Indonesia

Negara kita ternyata pernah mengalami inflasi dari tahun 1962-1965, yang pada akhir zaman Pemerintah Soekarno. Inflasi kala itu mencapai 600 persen ini dikarenakan banyaknya mencetak uang untuk membayar proyek-proyek mercusuar milik Soekarno. Cara mengatasi inflasi tersebut pemerintah mengeluarkan kebijakan “Gunting Syarifudin”.

Demikianlah pembahasan materi pengertian inflasi meliputi macam, dampak, jenis dan contohnya, semoga bermanfaat. Tambah ilmu pnegetahuanmu mengenai arti koperasi menurut para ahli dan Undang-undang lengkap dengan tujuan, fungsi, sejarah dan dasar hukumnya.